
Ciro berjalan pelan sementara lengannya di gandeng erat oleh Khayrani. Ciro mencoba
mengerti atau setidaknya mencoba menerima kalau keluarga kaya yang baru dia
datangi adalah keluarganya sendiri.
“Ciro … Ayo duduk! Mom sangat rindu dan juga khawatir padamu,” ucap Khay tidak bisa
menyembunyikan rasa rindunya terhadap putra bungsunya.
“Kami mohon maaf karena baru bisa menemukan putra Nyonya,” ucap Indra sementara Khay hanya
mengangguk dengan rasa terima kasih.
Meggie memperhatikan ibu dan anak dengan rasa kagum. Dalam ketidaktahuan Ciro mengenai
dirinya, dia tetap membalas perasaan Khay.
“Apakah dia memang memiliki sikap penuh sayang sangat luar biasa? Dia seperti menerima
kasih sayang Nyonya itu walaupun aku melihat matanya masih terlihat bingung.”
Khay masih memperhatikan Ciro dan Khay sementara Indra, Andrian dan Jenny berada di
ruangan lain. Sepertinya mereka sedang membahas kasus mengenai kecelakaan Ciro.
Suara langkah kaki dari luar mengalihkan perhatian Meggie dan pandangannya terpaku
pada sosok pria yang sudah tidak muda lagi tetapi memiliki aura yang terpancar
membuat Meggie tidak mampu bicara.
“Sayang ….” Sapa lelaki yang baru memasuki ruangan dan langsung menuju Ciro yang segera
berdiri mengikuti Khay.
“Di mana kamu selama ini. Kami sudah mencoba mencari tahu. Tapi selalu buntu setelah kau
berpisah dengan Elwin,” ucap Alex sambil memeluk erat Ciro.
“Apakah dia yang menemukan mu?” tanya Alex menyelidik saat dia memperhatikan Meggie yang
masih duduk terpaku menatapnya.
“Benar. Aku beruntung dia menemukanku pada saat aku tidak berdaya.”
Ciro memperkenalkan Meggie dengan nada posesif membuat Alex dan Khay menaikkan
sebelah alisnya heran.
“Apakah kami harus mengucapkan terima kasih sementara kau tidak mengatakan apa pun pada
kami? Bagaimana kalian bisa membiarkan kami khawatir karena tidak dapat
menemukan mu?” tanya Alex tajam.
Mendengar nada suara Alex yang terdengar mengancam membuat Meggie terkejut dan nyaris
saja dia membantah tuduhan tersebut.
“Tidak Tuan! Meggie tidak bersalah! Dokter Magnolia adalah yang pertama menemukan
putra Anda. Dan melaporkannya ke polisi karena dia melihat bekas tindak
kekerasaan yang terjadi,” Andrian menjawab pertanyaan Alex pada Meggie.
“Lalu mengapa tidak ada yang memberi informasi pada keluarga kami? Sudah sejak lama
kami melaporkan kepergian Ciro,” kata Alex seperti tidak menerima penjelasan
Andrian.
“Karena putra Anda tidak dapat mengingat apa pun. Kami tidak menemukan identitas
dirinya. Untung lah Dokter Magnolia ingat di mana dia pernah bertemu dengan
putra Anda,” ucap Andrian lagi.
“Dan bagaimana Nona bisa ingat dengan putraku? Apakah dia melakukan sesuatu yang
bahkan terkesan menggoda.
“Aku mencoba mengingatnya karena heran dengan Dia. Mengapa dia kenal dan ingat
denganku, tapi tidak tahu nama ku. Dan aku baru sadar bahwa aku pernah bertemu
dengannya di salah satu restoran.”
“Lalu?” tanya Khay mulai tertarik.
“Ya … Aku ingat dia karena dia yang menghalangi jalanku dengan kakinya yang panjang itu,”
sungut Meggie membuat Khay tertawa. Tapi tidak demikian dengan Ciro.
“Benarkah? Aku tidak tahu kalau kau terganggu dengan kaki ku yang panjang. Bukankah saat
di rumah sakit kamu selalu memegang kaki ku?” sela Ciro membuat yang mendengar
terbatuk.
Meggie mendelik kesal karena malu dengan ucapan Ciro.
“Aku rasa Profesor harus menyelidiki kembali apakah otak mu rusak atau tidak,” gerutu
Meggie.
“Atas nama keluarga Sioulus, Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena
Bapak Polisi dan Dokter Magnolia sudah membawa putra kami kembali.” Ucap Alex
pada mereka semua.
“Sama-sama Tuan Sioulus. Kami sudah menjelaskan pada Ibu Jenny mengenai kronologis pada
saat di temukannya putra Anda. “Kami harus permisi. Selamat siang,” Indra
berpamitan pada Keluarga Sioulus dan Meggie yang terakhir menyalami mereka.
“Terima kasih sayang! Kamu sudah menyelamatkan putra Tante,” kata Khay dan dia segera
memeluk Meggie dengan erat.
“Aku juga minta maaf Tante. Kalau saja aku bisa mengingatnya lebih cepat, mungkin putra Tante
sudah berkumpul dengan keluarganya lebih awal,” balas Meggie.
“Kami sudah sangat bersyukur karena Ciro ditemukan oleh mu. Entah kalau orang lain yang
menemukannya,” kata Khay lagi.
“Apakah kamu jadi pergi?” tanya Ciro saat Meg bersalaman dengannya.
“Tentu saja. Apakah kau jadi ikut denganku?” goda Meggie.
“Kau pikir bisa?”
“Tidak!” jawab Meg tertawa. “Selamat berkumpul kembali dengan keluarga mu. Aku permisi
dulu. Selamat Siang.”
Meggie segera meninggalkan mereka semua dan menyusul kedua polisi yang masih
menunggunya.
“Kau mau langsung pulang Meg?” tanya Andrian begitu melihat Meggie keluar.
“He eh. Aku harus bersiap-siap.”
“Butuh pengawalan?” tanya Indra sambil melirik Andrian.
“Terima kasih Pak. Sebenarnya rumah saya tidak jauh dari sini. Jadi saya tidak
memerlukan pengawalan. Selamat siang Bapak-bapak semua,” kata Meggie yang sudah
masuk ke dalam mobilnya.