
#Berlatih pedang bersama - sama
Cerita ini berlatar masa lalu, saat Leon dan Miya masih bersahabat dan menjalani masa-masa indah sebagai teman latihan pedang. Keduanya sering berlatih bersama dan mengejar mimpi mereka menjadi pahlawan terbaik.
Suatu hari, mereka berdua duduk di taman yang rindang, menikmati matahari yang bersinar dan menonton burung-burung yang berterbangan. Leon dan Miya berbicara tentang mimpi mereka dan bagaimana mereka ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang.
"Sudah berapa lama kita berlatih bersama, Leon?" tanya Miya sambil tersenyum.
"Sudah beberapa tahun sekarang, Miya," jawab Leon sambil tersenyum. "Kita memang teman latihan yang hebat."
Mereka berdua tertawa bersama dan membahas rencana mereka untuk berlatih lebih keras dan menjadi pahlawan yang lebih kuat. Mereka juga membahas tentang bagaimana mereka ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang.
"Sudahkah kamu memikirkan tentang apa yang ingin kamu lakukan setelah menjadi pahlawan?" tanya Leon.
"Tentu saja, aku ingin membantu orang-orang yang membutuhkan dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang," jawab Miya dengan nada penuh semangat.
"Aku sependapat denganmu, Miya. Kita harus bekerja keras untuk mencapai mimpi kita," ujar Leon sambil menepuk bahu Miya.
Setelah itu, mereka berdua memutuskan untuk berlatih lebih keras dan menjadi pahlawan yang lebih kuat. Mereka berbagi mimpi dan bekerja sama untuk mencapainya, seperti adik kakak yang harmonis.
#Melakukan Misi Bersama
Cerita Leon dan Miya berlanjut. Mereka berdua saat ini sedang menjalani misi untuk membasmi monster yang berada di hutan. Saat berjalan melalui hutan, mereka melihat seorang anak kecil yang terjebak dan tidak bisa keluar dari hutan karena ada monster yang menguasai jalan keluarnya.
Leon dan Miya berlari menuju anak kecil itu. Miya memegang pedang yang bersinar dengan anggun, sementara Leon memegang pedangnya dengan tegas. Keduanya memiliki gaya berperang yang ksatria, hanya menggunakan pedang untuk melawan monster.
"Kau bersiap-siap, Miya. Saya akan membuka jalan," kata Leon.
"Baiklah, Leon. Saya siap membantumu," jawab Miya dengan senyum.
Leon dan Miya berdua berlari menuju monster itu dan memulai pertarungan. Leon menyerang monster itu dengan jurus yang mematikan dan Miya membantunya dengan memotong sayap monster itu dengan pedangnya yang tajam. Mereka berdua berjuang dengan keras dan akhirnya berhasil membunuh monster itu.
"Benar, kita harus selalu berjuang untuk kebaikan," jawab Miya dengan senyum.
Leon dan Miya berdua membawa anak kecil itu keluar dari hutan dan menyampaikan berita baik bahwa dia sekarang aman. Anak kecil itu sangat bersyukur dan memeluk kedua pahlawan itu dengan erat.
"Terima kasih banyak, kalian adalah pahlawan-pahlawan terhebat," kata anak kecil itu dengan tulus.
"Sama-sama, kita harus selalu melindungi mereka yang membutuhkan," jawab Leon dan Miya bersamaan.
Leon dan Miya berjalan pergi, meninggalkan anak kecil itu dengan senyuman dan membawa kebahagiaan ke hatinya. Keduanya terus berjuang untuk kebaikan dan melindungi dunia dari kejahatan.
#Kepergian Leon
Suasana saat Leon berpamitan dengan Miya berlangsung cukup sedih. Mereka berdua duduk bersama di taman akademi pahlawan, memandang ke arah langit yang biru muda. Matahari mulai terbenam, memberikan suasana yang tenang dan damai.
Miya memegang tangan Leon dengan erat, "Jangan pergi, Leon. Aku merasa kamu akan melakukan sesuatu yang sangat berbahaya." Ucap Miya dengan suara sedih.
Leon tersenyum, "Aku harus pergi, Miya. Ini adalah tugasku sebagai pahlawan. Aku harus membasmi monster dan menyelamatkan orang-orang yang terancam."
Miya mengelus dadanya, "Tapi aku sangat merindukanmu. Apakah kamu akan kembali?"
Leon mengangguk, "Tentu saja. Aku akan kembali dan kita akan berlatih pedang bersama lagi." Kata Leon sambil tersenyum.
Mereka berdua berpamitan dengan saling memeluk erat. Miya merasa sangat sedih saat Leon pergi, namun ia tahu bahwa Leon memiliki tugas besar sebagai pahlawan dan harus melakukan hal terbaik untuk negaranya.
Latar tempat saat Leon pergi berlangsung di akademi pahlawan, yaitu sebuah tempat untuk para pemuda dan pemudi yang ingin belajar menjadi pahlawan. Bangunan-bangunan besar yang terbuat dari batu bata dan kayu membuat akademi pahlawan terlihat kokoh dan dapat melindungi para muridnya dari ancaman monster. Taman hijau yang luas dan banyak pohon besar membuat suasana akademi pahlawan menjadi sangat asri dan sejuk.
Miya duduk di taman akademi pahlawan, memandangi langit dan memikirkan Leon. Ia merindukan saat-saat mereka berlatih pedang bersama dan bermain di taman. Namun, ia tahu bahwa Leon harus pergi untuk menyelesaikan tugas besarnya.
"Aku akan menunggumu, Leon. Jaga dirimu baik-baik." Kata Miya sambil tersenyum dan memandang ke arah langit yang biru muda.