
#Raja Iblis Sekarat
Miya segera menuju ke kamar Raja Iblis, dia melihat Raja Iblis sedang terbaring lemah dan terlihat kelelahan. Tepat di samping Raja Iblis, Jendral Raja Iblis menjaganya.
"Jendral! Aku sudah berhasil menemui Sorcery dan menerima setoples cairan merah ini" kata Miya
"Bagus sekali!, Raja Iblis sedang dalam keadaan sekarat karena kehabisan energi sihirnya. Kita harus cepat memberikan obat itu." ucap Jendral Iblis
Jendral Iblis segera memberikan setetes cairan itu ke mulut Raja Iblis, akhirnya Raja Iblis mulai terlihat baikkan karena obat itu memulihkan energi sihirnya.
"Siapa itu, apa itu kamu Lucia?" tanya Raja Iblis dengan suara lemah.
"Raja Iblis jangan mati!!" jawab Miya memengang tangan Raja Iblis dengan kedua tangannya
Raja Iblis terkejut dan bertanya, "Miya?!, kenapa kamu membantuku?"
Miya tersenyum dan menjawab, "Karena aku percaya bahwa semua makhluk hidup harus saling membantu."
Raja Iblis terkesima dan memandang Miya dengan takjub. "Kamu benar-benar gadis yang baik hati"
Karena Jendral Iblis merasa tidak enak menjadi penggangu, dia keluar dari kamar Raja Iblis diam diam. Miya tahu bahwa dirinya telah melakukan sesuatu yang besar dan mungkin saja ini adalah bunuh diri untuk umat manusia. Tapi dalam hati kecilnya dia tidak tega melihat pria yang pernah melindunginya mati di hadapannya.
"Aku sangat senang kamu sudah bangun" kata Miya dengan senyuman
"Terima kasih, aku tidak akan melupakan kejadian ini seumur hidupku" kata Raja Iblis
#Miya Khawatir Pada Raja Iblis
Beberapa hari kemudian Raja Iblis telah pulih seperti biasa, karena keadaannya sudah prima dia hendak kembali ke medan perang dan membantu Jendral Iblis. Karena tidak ingin membuat Miya Khawatir Raja Iblis pergi dari kastil secara diam diam. Raja Iblis berjalan sembunyi-sembunyi dari pohon ke pohon.
"Mau kemana?" tanya Miya yang memengang pundak Raja Iblis
Raja Iblis terkejut dan melihat ke arah belakang dan melihat Miya menatapnya dengan kesal dan marah.
"Aku mau jalan jalan saja" kata Raja Iblis dengan nada tinggi
"Ketahuan ya. Miya aku harus kembali ke medan pertempuran sekarang, kamu sudah bersusah payah mencarikan obat untukku, kamu adalah penyelemat hidupku sekarang. Aku ingin membalas kebaikanmu itu dengan melindungimu dari perang ini" Ucap Raja Iblis
"Baiklah kalau begitu, kamu harus melewati jasadku untuk pergi ke sana" kata Miya bersiap menyerang dengan memengang pedang iblis Zulfikar
"Miya, jika aku tidak pergi mungkin saja mereka bisa menembus pertahanan kita, jika mereka bisa melakukan itu maka tamatlah kita" kata Raja Iblis
Miya berlari ke arah Raja Iblis dan memeluknya. "Jangan pergi, aku tidak ingin melihatmu terluka lagi!, hiks hiks" Miya menanggis di dada Raja Iblis membuat Raja Iblis merasa dirinya tidak yakin untuk kembali ke medan perang iblis.
"Maaf Miya telah membuatmu khawatir, maaf telah membuatmu berjuang sendirian mendapatkan obat itu untukku" kata Raja Iblis yang memeluk Miya balik. "Apa kamu mau menceritakan petualanganmu selama perjalanan mencari obat itu padaku?, terutama saat kamu bertemu dengan Sorcery?" tanya Raja Iblis.
"Ya tentu saja" balas Miya dengan suara seraknya karena menanggis
Miya dan Raja Iblis di sebuah taman, mereka berdua duduk di bangku taman, suasana taman itu sangat indah karena masih sangat asri, banyak bunga yang tumbuh di sana. Miya mulai bercerita pada Raja Iblis mengenai petualangannya yang bertemu dengan goblin penjaga perbatasan, melawan monster mimpi buruk, dan bertarung dengan penjaga hutan dan akhirnya menyelamatkan seorang nenek dari serangan monster Iblis jahat dan diberikan bahan obat oleh Sorcery.
#Benih Benih Cinta
Tiba - tiba datang Leon dan Nero, mereka terkejut melihat Miya dan Raja Iblis duduk bersama dan berbicara dengan tenang.
"Miya, apa yang kamu lakukan di sini bersama Raja Iblis?" Tanya Leon dengan nada shock. "Raja Iblis jika kamu telah pulih kenapa kamu tidak membantu kami menahan gempuran pasukan manusia di medan perang??"
"Aku bertemu dengan Raja Iblis untuk membahas beberapa hal" jawab Miya.
Nero menatap Raja Iblis dengan tatapan tidak percaya. "Ayah, apa yang kamu lakukan di sini? Mengapa kamu bersama gadis manusia itu?"
Raja Iblis tersenyum. "Aku hanya ingin berbicara dengannya, kenapa kamu ada di sini putraku bukankah kamu sedang berlatih di hutan para roh?" Raja Iblis menatap Leon dengan perasaan tidak enak. "Aku baru saja pulih, dan baru akan pergi ke sana"
Leon dan Nero saling bertatapan. Mereka tidak yakin apakah mereka harus percaya atau tidak. Miya merasa bahwa situasi ini tidak nyaman dan dia berdiri.
"Sudahlah, aku harus pergi, aku harus mempersiapkan beberapa hal untuk besok" ucap Miya.
Miya berjalan meninggalkan taman dan Leo mengikuti dari belakang. Leon tidak yakin apakah Miya benar - benar baik - baik saja atau apakah ada sesuatu yang terjadi antara dia dan Raja Iblis. Namun, Leon tahu bahwa Miya adalah seorang gadis yang kuat dan dapat mengatasi situasi apa pun.
Nero tidak menjawab pertanyaan dari ayahnya dan segera terbang meninggalkan Kastil, dia pergi ke hutan para roh dengan perasaan kesal karena melihat ayahnya malah akrab dengan seorang manusia.