
#Aku Peduli Dengan Iblis??
Raja Iblis terluka dan kelelahan akibat perang saat melawan pasukan manusia di perbatasan portal. Kondisi ayahnya yang terluka membuat putra Raja Iblis, Nero, sangat khawatir. Damien menolak untuk mengizinkan Miya menjenguk ayahnya, karena Nero membenci manusia dan tidak mau membiarkan mereka dekat dengan keluarganya.
"Ayahku tidak perlu dikunjungi oleh seorang manusia," kata Nero ketus
"Tapi aku hanya ingin-" kata Miya dengan tenang
"Aku tidak membutuhkan bantuannya. Ayahku akan baik-baik saja," jawab Damien tegas memotong perkataan Miya
Miya cukup terkejut karena ternyata Raja Iblis telah memiliki seorang anak laki - laki. Miya berusaha untuk memahami perasaan Nero, namun dia juga tidak bisa membiarkan Raja Iblis terluka tanpa bantuan. Dengan sigap Miya mencari Jendral Raja Iblis dan bertanya akan obat yang menyembuhkan Raja Iblis sebelumnya.
#Mencari Obat Sihir
Miya memacu kudanya dengan cepat melalui hutan belantara. Diam-diam dia memikirkan bagaimana caranya memulihkan Raja Iblis yang saat ini sedang terluka akibat perang dengan pasukan manusia. Ia harus menemukan Jendral Raja Iblis dan meminta bantuan untuk menyelamatkan sang raja.
Saat tiba di perkemahan perang di dekat portal, Miya langsung berlari ke ruangan Jendral. Ia tak kuasa menahan rasa khawatir dan tidak sabar untuk segera menemukan solusi bagaimana memulihkan Raja Iblis.
"Jendral, Raja Iblis terluka parah, kenapa kamu tidak ada di sampingnya?" Tanya Miya dengan nada panik
Jendral itu memalingkan wajahnya dan terlihat jelas bahwa ia sudah tahu keadaan Raja Iblis, dengan wajah sedih Jendral memandangi Miya.
"Obat yang dapat memulihkan beliau sudah habis digunakan selama perang, terlebih lagi gempuran dari pihak manusia belum juga menunjukan tanda tanda berakhir, aku tetap di sini karena perintah beliau" jawab Jendral. "Hanya ada satu cara untuk membuat obat itu kembali."
"Apa caranya?" Tanya Miya penuh harap.
"Kita harus mengambil bahan dari pohon misterius yang tumbuh di daerah paling terpencil di dunia iblis, dan di sana ada sebuah desa kecil, kepala desa yang bernama Sorcery tahu bahan untuk membuat pil itu." Jelas Jendral
Miya berpikir sejenak, mempertimbangkan risiko dan kesulitan yang harus dihadapi. Namun ia tak memiliki pilihan lain, ia harus menyelamatkan Raja Iblis.
"Tidak, jangan lebih baik kamu tetap berada di kastel, tidak semua wilayah Raja Iblis itu aman, banyak iblis jahat yang berkeliaran" jawab Jendral khawatir
"Jangan remehkan aku, walau terlihat begini aku juga merupakan seorang Pahlawan" kata Miya sedikit sombong
Sang Jendral menatap Miya dan terlihat kepercayaan yang tinggi akan kekuatannya itu. "Baiklah kamu boleh pergi ke sana, tapi bawalah beberapa pasukan Raja Iblis bersamamu, agar kamu bisa membuat mereka mendengarkan perintahmu pakailah pedang ini, pedang ini juga menyamarkan aura manusiamu dengan iblis lain" ucap Jendral
Miya mengangguk dan berlalu dari ruangan, bertekad untuk menyelamatkan Raja Iblis dan memulihkan kekuatannya. Ia mulai mempertanyakan kemanusiaannya sendiri, bagaimana bisa ia peduli terhadap iblis yang dulunya ia benci. Namun ia tak peduli, saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan Raja Iblis.
"Seorang pahlawan yang peduli terhadap Raja Iblis? sungguh aku tidak menyangka" gumam Jendral Raja Iblis
#Nero Yang Bangkit
Nero adalah putra dari Raja Iblis Azazel. Umurnya baru 14 tahun, tetapi dia memiliki kekuatan sihir yang luar biasa. Kekuatannya membuatnya mampu menggunakan jurus andalan dengan mudah, meskipun usianya masih muda. Nero sangat membenci manusia karena trauma masa lalunya yang membuat dia merasa terluka dan marah.
Pada suatu hari, Nero di suruh untuk berlatih oleh ayahnya di Hutan Para Roh. Nero sangat antusias dan segera berangkat. Namun, setelah beberapa bulan berlatih, Nero mendapatkan kabar bahwa pasukan manusia sedang menyerang Kastel Iblis. Nero merasa khawatir akan ayahnya dan segera kembali ke Kastel.
Ketika Nero tiba di Kastel, dia melihat bahwa ayahnya, Raja Iblis Azazel, terluka parah. Nero sangat terkejut dan khawatir akan kondisi ayahnya. Di saat yang sama, dia bertemu dengan Miya. Nero merasa marah dan tidak suka melihat seorang manusia berdiri di depannya. Namun, dia merasa ada sesuatu yang aneh pada Miya, seolah-olah Miya tidak memiliki niat untuk menyakiti Iblis.
Miya meminta bantuan Nero untuk membantu memulihkan ayahnya. Nero awalnya ragu, tetapi akhirnya setuju untuk membantu Miya. Namun Nero tidak menganggap Miya dan mengacuhkan Miya.
"Pergi saja sendiri ke daerah terpencil itu!, aku tidak akan membantumu. Aku yakin kamu memiliki niat tersembunyi untuk menyelamatkan ayah!" kata Nero membentak
Wajar saja jika mereka tidak percaya pikir Miya apalagi Miya adalah seorang Manusia, Miya menatap Nero dengan tajam dan pada akhirnya pergi dari kamar Raja Iblis dan memulai perjalanannya dalam mencari obat untuk Raja Iblis, dia juga membawa beberapa prajurit iblis bersamanya.
Nero yang marah bercampur kesal melihat ayahnya yang terluka akhirnya memutuskan untuk mengamuk di medan perang. Karena emosi yang memuncak membuat aura Raja Iblis keluar dari tubuhnya yang berdampak pada pertumbuhan sayap pada punggunnya dan tanduk pada kepalanya. Nero segera terbang ke medan perang. Sebenarnya bentuk perubahan iblis yang di alami Nero tidak seharusnya terjadi karena perubahan itu harusnya terjadi pada usia 18 tahun ke atas.