
#Aku Membantu Iblis
Miya tidak dapat menemukan lokasi rumah Sorcery, Miya bertanya ke penduduk desa dan tidak ada yang tahu, namun Miya tidak menyerah, di tengah - tengah perjalanannya ke desa selanjutnya Miya bertemu dengan seorang nenek - nenek yang sedang di serang monster iblis.
Di tengah hutan lebat yang tidak ada orang kok bisa ada manusia? pikir Miya, tapi Miya mengsampingkan pikirannya dan segera menolong nenek tersebut. Setelah mengalahkan monster tersebut dia membantu nenek itu yang terjatuh untuk berdiri.
"Nenek apa kamu tidak apa - apa?" tanya Miya mengulurkan tanganya dengan senyuman
"Iya, terima gadis muda kamu baik sekali" ucap Nenek itu tersenyum kecil
Aku tidak dapat melihat wajah nenek itu yang tertupi oleh kerudung, dia sepertinya manusia setidaknya aku tidak merasakan aura iblis darinya. Tapi apa yang dilakukan manusia di wilayah iblis seperti ini apalagi dia adalah seorang nenek yang jalan saja sudah sulit.
"Nenek apa yang membuatmu datang ke sini??" tanyaku menatap nenek itu
"Nenek sedang dalam perjalanan mencari pohon merah darah, dikatakan bahwa pohon itu tumbuh diwilayah sekitar sini" jawab nenek itu
"Untuk apa nenek mencari pohon itu?" tanyaku lagi
"Cucu nenek sedang sakit di rumah dan dia sedang memerlukan buah dari pohon itu segera" jawab Nenek itu
Aku tidak tahu asal usul nenek itu tapi aku melihat bahwa dia adalah seseorang yang lebih membutuhkan buah dari pohon itu daripada aku, aku bisa mengambil buah itu lagi di sana, sedangkan nenek ini akan kesulitan untuk ke sana karena di sana ada penjaga hutan yang sangat kuat.
"Kebetulan sekali nenek, aku memiliki buah dari pohon itu" ucapku sambil tersenyum
Aku mengeluarkan buah itu dari tas dan memberikannya pada nenek itu, tapi nenek itu menolaknya dengan lembut
"Tidak gadis muda, aku tahu kamu mendapatkan buah ini untuk seseorang juga" ujar Nenek itu lembut
"Tidak nenek, aku memetik beberapa buah ini, aku memilikinya lebih, ini hanya salah satunya" ucapku tersenyum dan mengembalikan buah itu lagi
Nenek itu tersenyum kecil dan menerima buah itu. "Baiklah jika ini hanya salah satunya maka nenek akan menerimanya, terima kasih ya gadis baik hati" kata Nenek. "Sebagai balas budi, nenek akan membantumu sesesuatu, apa yang kamu inginkan gadis muda?" tanya Nenek itu
"Aku tidak memerlukan sesuatu nek, tapi jika nenek pernah mendengar tentang sorcery akan sangat membantuku" ucapku santai
"Sorcery?, sang peramal itu?" ucap Nenek itu
Nenek itu berbalik dan berkata "Ya, nenek tahu siapa sorcery itu, jika kamu mau nenek akan mengantarmu ke tempatnya" kata Nenek itu
Aku benar benar tidak menyangka nenek itu akan tahu tempat dari Sorcery, aku begitu terkejut hingga berkata "benarkah nek?!, antarkanku padanya" teriakku dengan senang. Menurutku nada itu sedikit tidak sopan untuk orang tua seperti nenek itu, aku langsung meminta maaf. "Maaf nek, aku terlalu senang dan berbicara terlalu keras"
"Ha ha, tidak apa, ikuti aku tempatnya tidak jauh dari sini" balas Nenek itu santai.
#Sang Bijaksana
Aku di tuntun oleh nenek itu ke sebuah gua yang cukup gelap, aku tidak menyadari semua pasukan iblis yang bersamaku hilang satu persatu hingga menyisakan aku sendirian bersama dengan nenek itu. Aku melihat ke samping kiri dan kanan melihat banyak sekali aura monster kuat, tapi anehnya mereka hanya berdiam diri di balik semak semak atau pohon besar, tidak ada yang berani keluar seakan semua monster itu takut akan sesuatu.
"Nenek apa ini benar jalannnya?" tanyaku sambil melihat kiri dan kanan
"Ya, di depan sana ada sebuah gua, Sorcery berada di sana" kata Nenek itu
"Terima kasih nek atas informasinya" ucapku melihat ke arah nenek itu tapi sudah tidak ada orang lagi di depanku
Rasanya aku dikelilingi aura monters dan tidak bisa kembali ke jalan utama karena aku tidak tahu. Dengan membulatkan tekad untuk menolong Raja Iblis aku memberanikan diri untuk masuk ke gua itu.
Di sana aku melihat sebuah meja bundar dan sebuah kursi goyang. Aku mendekati meja itu dan melihat bahwa ada setoples cairan berwarna merah darah, karena aku tahu akan seseorang yang sedang memperhatikan dari jauh sontak aku mengeluarkan pedang iblis "Siapa disana?!"
"Aku adalah Sorcery" kata suara yang bergema gema di gua itu
"Kamu pasti adalah istri Raja Iblis, kamu pasti datang untuk mencariku agar membuatkan obat untuknya. Ambilah setoples cairan merah itu, itu adalah bahan yang kamu butuhkan, setiap tetes dari cairan itu bisa langsung memulihkan sihir Raja Iblis" kata suara itu
"Terima kasih!!, aku bukan istri Raja Iblis" ucapku malu malu
"Ha ha, gadis muda kamu adalah gadis yang baik, karena kamu telah berniat membantuku tadi aku akan memberikan sebuah berkat padamu" kata Sorcery.
"Tunggu dulu kamu adalah seorang iblis, tidak mungkin memberikan berkat" ucapku terkejut
"Berkat dan kutukan itu sama pada dasarnya, aku memberi berkat untuk mudah mendapatkan keturunan" kata Sorcery
"Hah?!" teriakku, tiba tiba cahaya terang menyinariku dan membuat mataku tidak bisa melihat apa apa selain cahaya putih dari cahaya itu. Saat aku membuka mata aku sudah berada di depan kastil Raja Iblis, aku tidak tahu apa yang terjadi tapi untuk sekarang aku harus bergegas memberikan obat ini pada Raja Iblis.