The DEMON KING'S Love

The DEMON KING'S Love
Chapter 10 : Serangan Dari Manusia



#Penyerangan massal


Wilayah yang menjadi lokasi portal yang menghubungkan dunia iblis dan manusia terletak di perbatasan yang sangat jauh dari kedua dunia. Area seluas lapangan sepak bola membentang luas dan di tengahnya terdapat sebuah gerbang besar yang terus terbuka, memungkinkan makhluk dari kedua dunia untuk masuk dan keluar. Pemandangan sekitarnya adalah pegunungan yang tinggi dan sangat curam, dengan beberapa jalur pendakian yang sulit ditempuh. Hujan deras sering turun dan membuat jalur licin dan bebatuan licin. Wilayah ini di dunia iblis berada di sebuah lapangan luas juga dan dilindungi oleh pasukan pengawal dari dunia iblis yang selalu siaga untuk melindungi gerbang dan mencegah serangan dari dunia manusia.


Jendral Raja Iblis pergi menuju dunia manusia untuk melakukan inspeksi mingguannya namun betapa terkejutnya dia karena tak jauh dari gerbang tersebut terlihat pasukan manusia yang sangat banyak sedang bersiaga. Jendral Raja Iblis terlihat bingung dan merasa heran akan hal ini. Ia tidak mengerti mengapa manusia baru saja memutuskan untuk menyerang dunia iblis sekarang. Ia memikirkan, mungkin mereka telah mengetahui adanya kelemahan di dunia iblis yang bisa mereka manfaatkan pikirnya.


Jendral Raja Iblis berjalan ke sekeliling dan memperhatikan pasukan manusia yang sudah bersiap siap di dekat perbatasan. Ia memperhatikan bagaimana mereka mempersiapkan pasukan dengan sangat matang dan bersiap untuk menyerang.


"Apa yang sedang terjadi disini?" gumam bawahan Jendral itu pada dirinya sendiri.


Ia memutuskan untuk melaporkan hal ini kepada Raja Iblis. Ia tahu bahwa Raja Iblis pasti memiliki jawaban atas permasalahan ini dan dapat memutuskan tindakan yang tepat untuk melindungi dunia iblis.


Dengan segera, ia berlari menuju kastil Raja Iblis dan membawa berita tentang adanya ancaman serangan dari dunia manusia. Setelah sampai di kastil, ia segera menceritakan apa yang telah ia lihat dan dengar kepada Raja Iblis.


Raja Iblis memperhatikan dengan seksama laporan bawahannya. Ia merasa khawatir akan situasi ini dan memutuskan untuk segera mengirim pasukan untuk melindungi perbatasan.


"Terima kasih atas laporanmu. Kita harus segera mengambil tindakan agar dunia iblis tetap aman," kata Raja Iblis.


Dengan cepat, ia memerintahkan bawahannya untuk mempersiapkan pasukan dan memimpin mereka menuju perbatasan. Ia juga memerintahkan para prajurit untuk mempersiapkan diri dan siap menghadapi serangan manusia.


"Tak ku sangka mereka cepat tanggap dalam masalah ini" gumam Raja Iblis


Tiba tiba Leon datang dan berbicara "apa manusia sudah menyiapkan pasukannya?" tanya Leon


"Ya, aku baru saja mendapatkan laporannya" jawab Raja Iblis menatap Leon


"Aku akan menjadi barisan depan dan menghadapi mereka, tolong jaga Miya, tapi jangan pernah kamu berani menyentuh dirinya" ucap Leon


"Ya aku akan menjaganya, dan aku tidak akan menyentuhnya, kamu tenang saja. Apapun yang terjadi kita tidak boleh membiarkan Miya ditangkap oleh mereka" ucap Raja Iblis


Dengan sihir terbangnya, Leon pergi ke gerbang perbatasan bersama Jendral Raja Iblis serta membawa beberapa ratus pasukan iblis yang telah siap.


Lara memandang ke arah pasukan manusia yang berdiri begitu tegak dan gagah di depan portal antara dunia iblis dan manusia. Wajahnya memucat saat melihat begitu banyak prajurit manusia yang siap berperang.


"Manusia menyiapkan pasukan untuk menyerang dunia kami," jawab iblis itu dengan wajah gelisah. "Raja Iblis sedang berusaha mengatasi situasi ini."


Lara menggelengkan kepalanya, tidak mengerti mengapa manusia harus melakukan hal seperti ini. "Tidak ada solusi damai? Apa yang bisa kita lakukan?" tanyanya kepada iblis itu.


"Sebentar lagi akan ada pertemuan antara raja iblis dan perwakilan manusia," jawab iblis itu. "Semoga mereka bisa menemukan solusi yang baik untuk kedua belah pihak."


Lara berharap hal yang sama. Ia memperhatikan sekitar, mencari tahu apa yang bisa ia lakukan untuk membantu mengatasi situasi ini. Namun, ia sadar bahwa ini bukan tugasnya dan ia harus membiarkan raja iblis dan para pemimpin lainnya mengatasi masalah ini.


"Bagaimana dengan keadaan kakakku Miya jika dunia iblis akan segera menjadi medan perang?" tanya Lara pada diri sendiri Lara khawatir dengan keadaan kakaknya itu dan memikirkan rencana untuk menyusup di antara pasukan manusia dan pergi ke kastil Raja Iblis untuk mencari kakaknya.


#Apa kamu benar benar Pahlawan?


Leon berdiri di depan pasukan manusia yang sangat banyak. Ia memegang pedangnya dengan tegas, siap untuk melawan mereka.


"Leon, kau seharusnya berada di pihak kita. Apa yang kau lakukan bersama iblis?" teriak salah satu prajurit manusia.


Leon memandang prajurit itu dengan tatapan penuh determinasi. "Aku hanya berjalan di atas keadilan yang aku yakini" jawab Leon.


"Dasar kamu penghianat!!, lebih baik kamu mati saja!" teriak salah satu prajurit


Prajurit manusia menganggap Leon adalah penghianat dan mengeluarkan serangan sihir yang kuat. Leon membalas serangan itu dengan gerakan cepat, menghindari serangan dan membalas dengan pukulan pedang yang mematikan.


"Kau tidak tahu apa yang kau lawan, prajurit. Aku adalah seorang pahlawan dan tidak mungkin untuk dikalahkan oleh kroco seperti kalian" kata Leon dengan suara tegas.


Beberapa prajurit lainnya memutuskan untuk bergabung dan menyerang Leon bersama-sama. Namun, Leon terlalu kuat bagi mereka. Ia mempertahankan posisinya dan memukul mereka satu per satu.


"Leon, kenapa kau harus melawan kami? Kita semua sama-sama manusia. Kenapa kau bersama iblis?" tanya salah satu prajurit yang terluka.


Leon berdiri dan memandang prajurit itu dengan lembut. "Aku hanya mempertahankan keadilan yang aku yakini" jawab Leon.