The DEMON KING'S Love

The DEMON KING'S Love
Chapter 2 : Pernikahan dan Kejayaan Raja Iblis



Tepat di saat acara pernikahan berlangsung, seorang pahlawan yang sangat kuat dan terkenal datang menghadang acara pernikahan Raja Iblis. Pahlawan ini adalah seseorang yang memiliki tekad yang kuat untuk membasmi kejahatan dalam dunia dan memerangi iblis. Pahlawan ini sangat yakin bahwa Raja Iblis adalah musuh besar bagi dunia.


Pahlawan itu berdiri di hadapan acara pernikahan dan berkata, "Raja Iblis! Saya datang untuk memperjuangkan keadilan bagi dunia. Saya akan menghancurkanmu dan membebaskan dunia dari kekejamanmu."


Raja Iblis tertawa terbahak-bahak. "Ha ha ha, masih ada pahlawan yang berani melawan saya? Kalian semua sama saja, selalu membosankan. Tapi, kalau kalian ingin berkelahi, saya siap menerima tantanganmu."


Pahlawan itu bersiap untuk berkelahi dengan Raja Iblis. Miya, yang sekarang menjadi istri Raja Iblis, berdiri di sampingnya. Ia merasa bimbang, apakah dia harus berdiri di sisi sang suami atau membantu pahlawan yang berusaha membebaskan dunia.


Pada saat pernikahan, beberapa pahlawan mencoba mengambil kesempatan untuk membunuh Raja Iblis dan membebaskan dunia dari kekuasaannya. Pertarungan sengit pun terjadi di tengah-tengah perayaan pernikahan. Guguran tongkat, terdengar suara petir menyambar, dan tumbukan pedang terdengar menggema.


Miya, yang sekarang sudah menjadi istri Raja Iblis, terpukau melihat betapa tangguh dan kuat sang suaminya. Pahlawan yang datang untuk membunuh Raja Iblis ternyata tidak bisa menandinginya. Pertarungan berlangsung sangat sengit dan memukau, dengan beberapa iblis turut bertarung melawan pahlawan.


Pada akhirnya, Raja Iblis keluar sebagai pemenang. Ia mengalahkan semua pahlawan yang datang untuk menggulingkannya. Pertarungan ini membuktikan betapa kuat dan tangguh sang Raja Iblis. Semua iblis dan pengunjung yang hadir merasa terkesan dan memuji kekuatan sang Raja.


"Ini adalah pertanda bahwa kekuasaan kita akan tetap berdiri untuk waktu yang lama," teriak Raja Iblis dengan nada bangga. "Siapa pun yang berani menantang kuasa kita akan kami hancurkan!"


Semua pengunjung meraungkan teriakan setuju, mengakui kekuatan dan keberanian sang Raja Iblis. Pertarungan sengit ini menjadi pembuka bagi masa depan yang lebih cerah bagi kekuasaan Iblis.


Sementara itu disisi dunia manusia adik Miya merasa sedih karena mendengar kabar sang kakak bergabung dengan Raja Iblis, Adik Miya bernama Lara. Lara sangat sedih saat mengetahui kabar kakaknya, Miya, bergabung dengan Raja Iblis. Ia merasa tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa terus berdoa agar kakaknya selamat. Namun, Lara tidak pernah menyerah dan bertekad untuk menyelamatkan kakaknya dari tangan Raja Iblis. Ia pun mulai belajar dan berlatih keras setiap hari di akademi pahlawan. Ia berlatih dengan tekad dan teguh bahwa ia akan menjadi pahlawan yang kuat dan membantu kakaknya.


Pada suatu hari, ia menerima surat dari kepala akademi pahlawan. Isi surat tersebut membuat jantung Lara berdebar keras. "Kami membutuhkan bantuanmu untuk menyelamatkan Miya. Ia telah dikabarkan bergabung dengan sisi iblis dan kami membutuhkan pahlawan yang cukup kuat untuk mengalahkan Raja Iblis."


Lara tersenyum lebar. Ia merasa bahwa kesempatan ini adalah kesempatan terbesar baginya untuk menunjukkan kekuatannya dan menyelamatkan kakaknya. Ia tidak merasa takut. Ia memegang surat itu dengan erat dan berteriak, "Aku siap! Saya akan pergi mengalahkan Raja Iblis dan menyelamatkan kakakku!"


Dengan membawa semangat yang tinggi, Lara memulai perjalanannya menuju dunia iblis. Ia bertekad untuk mengalahkan Raja Iblis dan membawa kakaknya kembali ke sisi manusia.


Lara pergi dari dunia manusia menuju hutan perbatasan ke dunia Iblis, dalam perjalanannya dia berhadapan dengan makhluk bawahan raja Iblis seperti Goblin dan orc, Adik Miya cukup kesulitan menangani orc yang memiliki postur tubuh yang kekar dan otot yang besar.


Lara menarik pedangnya dan mempersiapkan diri untuk menghadapi orc yang berdiri di hadapannya. Orc itu tertawa dan mengacungkan palu besar miliknya. Lara tahu bahwa dia harus berhati-hati dan tidak membuat kesalahan yang membuatnya terluka.


Orc memulai serangannya dengan memukul palunya dengan keras. Lara melompat ke samping dan membalas dengan serangan pedangnya. Orc terkejut dengan serangan Lara dan memutar tubuhnya untuk menghindari serangan.


Lara mengambil kesempatan untuk menyerang orc dengan cepat. Dia menebas pedangnya dengan cepat, namun orc berhasil menghindar dan membalas dengan palunya. Lara berhasil mengelak dan mencoba untuk memotong kaki orc.


Orc terluka, namun dia masih memiliki kekuatan untuk memukul Lara dengan palunya. Lara melompat kembali dan memotong tangan orc yang memegang palu. Orc terduduk dan Lara memukulnya hingga orc itu tidak bisa bergerak.


"Aku akan menyelamatkan kakakku, aku harus segera menemuinya!"