
#Gerombolan Goblin Penjaga Perbatasan
Miya pergi ke Desa Violet, di mana akan mencari lokasi pohon yang dikatakan Jendral Iblis dan menemui iblis bernama Sorcery. Namun, perjalanannya terhalang oleh segerombolan goblin yang menjaga wilayah perbatasan kekuasaan Raja Iblis. Goblin itu memiliki tubuh berwarna hijau dan sedikit pendek beberapa di antaranya membawa tongkat sihir, sementara yang lain membawa pedang.
Miya tidak takut dan dengan tegas mengambil pedang iblis yang diberikan Jendral Iblis sebelumnya. "Aku harus pergi dari sini untuk mencari obat untuk Raja Iblis" ujar Miya. "Jika kalian menghalangiku, kalian akan menerima akibatnya!"
Goblin itu memandang Miya dengan tatapan tidak setuju. "Kamu tidak boleh pergi tanpa seizin Raja Iblis," ujar salah satu dari mereka. "Kamu harus memberikan alasan yang kuat untuk bisa melewati."
Miya tidak memiliki waktu untuk membicarakan hal ini. Ia bersiap untuk bertarung melawan goblin itu. Beberapa prajurit iblis datang untuk membantunya, namun Miya meminta mereka untuk menunggu. "Aku akan mengatasi ini sendiri," ujarnya
Miya bergerak cepat dan melancarkan serangan api dari pedang itu. Serangan itu memukul goblin itu dengan sangat kuat, membuat mereka terpental ke belakang. Beberapa goblin menggunakan tongkat sihir mereka untuk membalas serangan, namun Miya dengan mudah menghindar dan melanjutkan serangannya.
Setelah beberapa saat bertarung, goblin itu akhirnya mundur dan membiarkan Miya pergi. Miya mengucapkan terima kasih pada prajurit iblis yang membantunya, lalu melanjutkan perjalanannya ke Desa Violet.
#Monster Mimpi Buruk
Miya tersenyum kecut saat melihat monster yang sangat mengerikan berdiri di depannya. Sekarang dia tiba-tiba harus menghadapi musuh yang sangat berbahaya.
"Siapakah kamu?" tanya Miya dengan suara tegas, memegang pedang magicnya dengan kuat.
Monster itu tidak menjawab, hanya terus berdiri di depan Miya dan memancarkan aura yang sangat menakutkan. Miya memulai serangannya dengan gerakan yang cepat, mencoba memotong kulit monster itu dengan pedang magicnya. Namun, pedang itu hanya memantul kembali dan tidak membuat bekas sama sekali.
"Keras sekali," keluh Miya.
Monster itu memiliki ukuran tubuh yang lumayan besar sekitar 2 meter, badannya seperti manusia dan ia memakai helm besi yang karatan yang menutupi kepala dan matanya. Monster semacam ini sering muncul dan menyerang iblis lain dengan alasa yang tak jelas, mereka tidak dapat di ajak berbicara karena pemikiran mereka seperti binatang buas.
Tiba-tiba, seorang pria muncul dari balik pohon dan berjalan menuju Miya. "Ini adalah monster yang sangat berbahaya,"
Miya memandang pria itu dengan takjub. "Siapa kau?" tanya Miya.
"Aku hanyalah seorang penjaga hutan biasa," jawab pria itu. "Aku tahu cara untuk mengalahkan monster ini. Kamu harus percaya bahwa monster ini lemah, monster ini adalah monster mimpi buruk. Dia akan memperoleh kekuatan yang sangat kuat saat lawannya takut tapi jika sebaliknya dia yang akan melemah"
"Terima kasih atas saranmu" kata Miya pada penjaga hutan misterus itu.
Miya menguatkan tekadnya untuk menyelamatkan Raja Iblis dan mengangap semua halangannya bisa dilewati asalkan tekadnya kuat, perlahan tapi pasti terlihat perubahan pada monster itu yang perlahan mengecil. Akhirnya Miya dapat mengalahkan monster itu dengan mudah.
"Terima kasih atas saranmu. Tapi, kenapa kamu menolongku? bukankah kamu adalah seorang iblis?" tanya Miya kebingungan
"Aku hanya melindungi makhluk lain dari Iblis Jahat tidak lebih, kalau bergitu sampai jumpa" kata pria penjaga hutan sambil berjalan ke hutan.
Miya mengangguk dan melanjutkan perjalannya. Ia bertekad untuk menemukan pohon misterius dan menyembuhkan raja iblis, meskipun harus menghadapi banyak rintangan yang sulit.
#Pohon Merah Darah
Miya berjalan dengan perlahan melalui desa Violet yang terpencil dan damai. Ia melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa ini adalah tempat yang sangat berbeda dari kastel raja iblis yang ditinggali. Suasana tenang dan damai membuatnya merasa nyaman.
Ia berjalan ke tengah desa dan bertanya kepada warga desa setempat, "permisi, apakah ada pohon misterius yang tumbuh di dekat sini?"
Seorang warga desa menjawab, "Oh, apa maksudmu adalah pohon yang sangat langka itu?, banyak orang yang berbicara tentang keajaiban pohon itu"
Miya terkejut, "Benarkah? Apa yang dikatakan keajaiban itu?"
"Pohon itu dikatakan dapat menyembuhkan segala jenis penyakit, bahkan yang paling mematikan," jawab warga desa lain.
Miya tersenyum, "Terima kasih sudah memberitahukan kepadaku. Aku harus melihatnya."
Warga desa itu menunjuk ke arah hutan sebelah tenggara dari desa "Lokasi pohon itu di sana, tetapi hati-hati, jangan memetik buah pohon itu tanpa seizin dari penjaga hutan atau kamu akan di eksekusi olehnya."
Miya mengucapkan terima kasih dan berjalan ke arah kebun pohon. Ia berharap bahwa pohon itu akan membantunya menyembuhkan Azazel dan menghapus rasa penyesalannya.
Ia tiba di hutan sebelah tenggara dan melihat pohon di sana dengan seksama. Pohon misterius yang di masksud Jendral Iblis terlihat sangat mencolok karena memiliki warna merah darah pada dahan dan batangnya serta daunnya.
Miya memegang buah pohon itu dengan erat dan berharap bahwa ini akan menjadi solusi untuk masalahnya. Tapi tiba - tiba muncul pria penjaga hutan yang membantu Miya dan memengang pundak Miya membuat Miya sontak mengeluarkan pedang iblisnya dan menghadap ke belakang.
"Tenanglah gadis manusia... kamu boleh memetik buah itu tapi dengan satu syarat" ucap penjaga hutan itu dengan nada tegas
"Apa itu syaratnya?" tanya Miya menatapnya
"Aku tidak pernah merasakan tubuh seorang manusia... jadi apakah kamu bersedia aku merenggut kesucianmu?" tanya penjaga hutan dengan wajah menyeramkan