The DEMON KING'S Love

The DEMON KING'S Love
Chapter 4 : Berlatih di Gunung Junji dan Pahlawan Legendaris



Leon adalah pahlawan terkuat yang pernah ada, dia dikenal dengan kepandaiannya dalam menggunakan pedang keadilan. Suatu hari, Leon mendapatkan tugas dari kepala akademi pahlawan untuk membunuh Raja Iblis yang sedang merajalela dan menjarah kota-kota manusia. Tanpa ragu, Leon segera berangkat untuk melaksanakan tugas tersebut.


Leon berhasil sampai ke dunia iblis dan menemukan Raja Iblis sedang berada di istana-nya. Tanpa basa-basi, Leon mengeluarkan pedang keadilan dan bergerak cepat untuk menyerang. Namun, Raja Iblis ternyata sangat kuat dan berhasil menahan serangan Leon. Dalam sekejap, Leon berhasil menggunakan jurus mematikan dan membanting pedang keadilan ke arah Raja Iblis.


"Hahaha, kau sangat baik Leon. Namun, kau terlambat. Aku sudah memiliki rencana yang sempurna," ujar Raja Iblis sambil tertawa.


"Apa maksudmu?" tanya Leon.


"Aku membutuhkan seorang pahlawan sepertimu. Bukan untuk membunuhku, tapi untuk membantuku menguasai dunia ini. Aku akan memberimu apa yang kau inginkan jika kau bergabung denganku," ujar Raja Iblis dengan wajah serius.


Leon terdiam, dia berpikir keras tentang tawaran yang diberikan oleh Raja Iblis. Namun, Leon tidak memiliki alasan untuk bergabung dengan iblis dan membuat keputusan untuk menolak tawaran itu.


"Aku tidak akan pernah bergabung denganmu, Raja Iblis. Aku akan membasmimu sekarang juga," ujar Leon sambil mengeluarkan pedang keadilan.


Raja Iblis tertawa kecil, "Kau sangat naif Leon. Aku harap kau bisa berpikir dengan baik. Ini adalah tawaran terakhirmu."


Leon tidak mau tersukseskan oleh tawaran tersebut, dia memiliki tekad yang kuat untuk menyelamatkan dunia dan tidak akan terpengaruh oleh tawaran apapun. Tanpa ragu, Leon kembali mengeluarkan pedang keadilan dan melakukan serangan terakhir. Namun, apa yang terjadi selanjutnya tetap menjadi misteri.


Lara berdiri tegap di depan lawannya, iblis bernama Karzak yang memiliki sayap dan tanduk besar serta wajah menyeramkan. Lara merasakan tekanan yang sangat besar karena Karzak memiliki kekuatan sihir yang sangat luar biasa.


"Kau adalah anak kecil yang sangat lucu," ujar Karzak dengan suara mengejek. "Apa yang membuatmu berpikir bahwa kau bisa mengalahkan saya?"


Lara menatap Karzak dengan tegas. "Aku datang untuk menyelamatkan kakakku, Miya. Aku tidak akan berhenti sebelum aku berhasil."


Karzak tertawa. "Miya? Dia sudah bergabung dengan sisi iblis. Dia tidak akan pernah kembali."


Lara tidak terpengaruh oleh ucapan Karzak. Dia mengambil jurus andalannya, "Thunder Strike" dan menyerang Karzak.


Karzak menghindar dan membalas dengan serangan api dari sayapnya. Lara berhasil menghindar dan mengeluarkan jurus lain, "Wind Blade". Serangan itu memotong sayap Karzak dan membuat iblis terduduk.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" teriak Karzak kaget.


Lara berdiri tegak dan berkata, "Aku tidak akan berhenti sebelum aku menyelamatkan kakakku dan membasmi kejahatan iblis ini."


Lara mempersiapkan dirinya untuk menghadapi serangan selanjutnya dari Karzak. Pertarungan antara Lara dan Karzak masih berlanjut, dan siapa yang akan menjadi pemenangnya masih tetap incaran.


Setelah berhasil mengalahkan iblis pertama, tiba-tiba beberapa iblis kuat lainnya muncul dan membantu iblis pertama yang terluka. Lara yang terkejut dengan kemunculan iblis-iblis baru ini, mulai merasa kalah. Tapi ia tidak mau menyerah dan memutuskan untuk berjuang hingga akhir.


Iblis-iblis baru ini memiliki kekuatan yang lebih besar dan mematikan dari iblis pertama yang ia hadapi. Mereka memiliki sayap yang lebar dan tanduk yang besar. Wajah mereka juga sangat menakutkan dan membuat Lara merinding.


Lara berusaha untuk melawan iblis-iblis baru ini dengan segala kekuatannya. Ia mengeluarkan jurus andalannya dan menghadapi iblis-iblis itu satu per satu. Setiap iblis yang ia hadapi, ia mengalahkannya dengan kemampuan yang luar biasa.


Setelah beberapa pertarungan, Lara berhasil mengalahkan semua iblis yang muncul untuk membantu iblis pertama. Ia merasa lega dan bangga dengan apa yang ia lakukan. Ia memiliki kepercayaan diri dan semangat untuk terus berjuang.


Lara melanjutkan perjalanan dan tiba tiba saat ia hampir sampai ke kastil raja iblis ada seseorang yang menghadangnya, Lara berdiri tegap di depan pria misterius, mungkin dia salah satu bawahan Raja Iblis. pria misterius itu memiliki tubuh yang atletis dan wajah yang sangat tampan. Lara tak percaya kalau dia adalah iblis, tapi dia merasakan bahwa pria misterius memiliki kekuatan yang sangat besar.


"Lara, aku tidak ingin melakukan hal ini. Tapi kau harus pergi sekarang," ucap pria misterius dengan suara yang tegas.


"Tidak! Aku tidak akan pergi sebelum aku menyelamatkan kakakku," balas Lara dengan tegas.


Pria misterius mengangkat pedangnya, "Lara, aku sangat kuat. Kau tidak akan bisa mengalahkan aku."


Lara tidak gentar, dia berlari ke depan dan memukul pedang Leon dengan pedangnya sendiri. Kedua pedang bertabrakan dan membuat suara yang sangat keras. Pria itu mengeluarkan serangan lain, tapi Lara berhasil menghindar dan memukul pria misterius itu dari samping.


"Lara, kau memang cepat. Tapi kau tidak akan bisa mengalahkan aku," ucap pria misterius sambil tersenyum.


Lara berlari ke depan lagi dan mengeluarkan serangan pedang. pria itu dengan mudah menghindar dan memukul Lara dari belakang. Lara terjatuh dan merasa sakit.


"Lara, aku berkata padamu untuk pergi sekarang. Ini untuk kebaikanmu sendiri," ucap pria misterius dengan nada yang lembut.


Lara berdiri dan menatap pria misterius dengan penuh tanya. "Kakak, apa yang terjadi padamu?" tanya Lara dengan air mata yang mengalir di pipinya.


"Aku bukanlah Leon kakakmu, aku adalah bawahan raja iblis. Pergilah dari sini!" ucap pria misterius


Lara mengangguk dan berlari pergi. Dia merasa sangat sedih karena dia bertemu dengan kakaknya yang dulunya pahlawan legendaris sekarang bergabung dengan iblis. Setelah mendapati kedua kakaknya bergabung kesisi iblis, Lara berniat menyelidiki alasan kenapa hal tersebut bisa terjadi, dia mulai menyelediki alasannya namun tetap berlatih di sebuah gunung bernama Jinju, suatu saat dia akan kembali ke dunia iblis untuk mengalahkan Raja Iblis dan menyelamatkan kakak-kakaknya.