The DEMON KING'S Love

The DEMON KING'S Love
Chapter 1: Pertemuan Pertama



Raja Iblis menutup


matanya dan bersiap mencium pahlawan yang sedang tidak sadarkan diri dalam


pangkuannya di kursi tahtanya, tiba-tiba Pahlawan itu berteriak karena dia


takut akan kesuciannya akan diambil oleh Raja Iblis(setan) yang sangat


mengerikan. Teriakan itu membuatnya terkejut dan memengang erat pinggul dan


badan pahlawan wanita itu yang membuatnya tidak dapat bergerak dari pangkuan


Raja Iblis.


“Diamlah, kamu sudah


berada di tanganku, kamu tidak bisa lari kemana mana lagi” kata Raja Iblis


berbisik ke telinganya


Beberapa saat yang lalu


sebelum kejadian tersebut....


#Raja Iblis Vs Pahlawan


Raja Iblis duduk di


singgasana besarnya, memandangi lanskap kastilnya yang membentang luas.


Tiba-tiba, dia melihat seorang perempuan dengan pakaian pahlawan memasuki


kastilnya. Raja Iblis terkejut karena perempuan itu sangat cantik.


"Siapa kau?"


tanya Raja Iblis dengan suara yang sangat mengerikan.


Perempuan itu menatap


Raja Iblis dengan penuh tekad. "Aku adalah orang yang akan membinasakanmu


dan membebaskan dunia dari kekejammu"


Raja Iblis tertawa keras.


"Sudah banyak pahlawan yang datang mencoba untuk membunuhku, tapi semuanya


kalah. Kau tidak akan berbeda."


Perempuan itu tidak


terpengaruh oleh tawanya. "Jangan meremehkanku dasar monster" tatapan


pahlawan itu dengan penuh keyakinan.


Raja Iblis terkesan


dengan tekad perempuan itu. "Ini kedua kalinya ada pahlawan yang tidak


terpangaruh akan aura negatifku, aku terkesan."


Aku tidak tahu apa maksud


dari Raja Iblis itu, tapi aku tahu bahwa dia sepertinya sedang mencoba untuk


mempengaruhiku dengan kata-katanya. Dia benar benar terlihat sangat mengerikan,


tapi aku tidak akan gentar, aku sudah lama menunggu momen ini, aku adalah


seorang pahlawan yang harus menyelamatkan dunia!!


#Mata Kehancuran


Raja Iblis menatap


perempuan itu dengan tatapan tajam. "Hari ini aku sedang tidak mood, kau


sudah kalah" Kata Raja Iblis, matanya menjadi merah darah dan memberikan


efek sihir pada objek yang ditatap langsung olehnya.


“Apa?!” ucapku terkejut


karena sekelilingku berubah menjadi sangat gelap, tiba tiba saja aku melihat


sebuah monster bersayap berwarna merah berada di depanku, dia menatapku dalam


dalam. Kedua tangannya bersiap untuk meremukkan tubuhku, monster itu dangat


menyeramkan, aku bahkan tidak berani menatapnya terlalu lama, tapi aku yakin


sekali ini adalah sebuah efek sihir, aku akan tetap teguh pada keyakinanku!.


Setelah beberapa saat, pandanganku


menjadi gelap lagi dan sekarang terlihat segerombolan monster menyerangku dari


berbagai arah, mereka mengepungku. Aku beberapa kali bertarung dengan mereka


hingga aku terpojok, tapi walau begitu aku akan terus berjuang demi kakakku! dan


dunia!


Perempuan itu memegang


pedangnya dengan tegas. "Raja Iblis, aku tidak tahu apa yang kau lakukan, tapi


tekadku sudah bulat, aku akan menyelamatkan kakakku dan dunia"


Setelah melewati ilusi


pikiran dari mata Raja Iblis pada akhirnya pahlawan itu dapat tersadarkan oleh


tekadnya yang begitu teguh untuk terus berjuang dalam kondisi apapun. Pahlawan


perempuan itu membuka matanya dan melihat bibir Raja Iblis sedang menuju ke


arahnya.


Pemuas Nafsu


Raja Iblis yang menutup


matanya tidak tahu bahwa pahlawan wanita itu bisa terlepas dari sihir ilusinya.


Pahlawan itu berteriak karena dia takut akan kesuciannya akan diambil oleh Raja


Iblis(setan) yang sangat mengerikan. Teriakan itu membuatnya terkejut dan


memengang erat pinggul dan badan pahlawan wanita itu yang membuatnya tidak


dapat bergerak dari pangkuan Raja Iblis.


“Diamlah, kamu sudah


berada di tanganku, kamu tidak bisa lari kemana mana lagi” kata Raja Iblis


berbisik ke telinganya


Sebenarnya Raja Iblis benar


benar terkejut karena mata kehancurannya dapat dilepaskan dengan begitu cepat, tapi


walau sudah lepas dari pengaruh mata itu, dia sudah mendapatkan pahlawan itu.


“Jangan lakukan itu”


kataku gemetaran, aku benar ketakutan hingga mengeluarkan air mata. Tapi dia


tidak peduli dengan ucapanku, dan menciumku. Tangannya memengang bagian sensitifku


hingga membuatku bergairah.


“Hentikan” kata Pahlawan


itu dengan suara mendesah


Raja Iblis mencium


Pahlawan tidak peduli walau air matanya mengalir dipipinya. Selagi tangannya


meraba – raba, terlihat bahwa pahlawan wanita itu memengang bagian sensitifnya.


“Siapapun tolong aku” kata


Pahlawan wanita itu dalam hatinya, “apa ini adalah akhir dari hidupku?” tanya Pahlawan


“Ha ha ha, kehilangan


kesucianmu bukan berarti kamu tidak bisa hidup” ucap Raja Iblis


Karena kata-kata Raja Iblis


membuat tekad Pahlawan menjadi kuat karena dia ingat tujuannya datang adalah


untuk membunuh Raja Iblis yang kejam ini dan menyelamatkan kakaknya dari cengkramannya.


Aku akan terus berusaha untuk membunuh Raja Iblis hingga tetes darah penghabisan!!


#Berkah Pahlawan


Karena tekad Pahlawan itu


membuat berkah pahlawannya menguat dan memblokir semua sihir elemen gelap dari


Raja Iblis, tubuh wanita itu bercahaya terang hingga membuat matanya tidak


dapat melihat apa apa. Pahlawan itu langsung melepaskan diri dari pangkuan Raja


Iblis dan mengambil pedangnya dan berhadapan dengan Raja Iblis bersiap untuk


bertarung.


Raja Iblis tertawa keras


lagi. "Kau memang sangat menarik. Ini sudah kedua kalinya aku melihat


berkah pahlawan."


Raja Iblis dan perempuan


pahlawan saling melihat. Mereka berdua bersiap untuk bertarung. Raja Iblis,


Azazel, menghadapi sang Pahlawan yang berdiri di hadapannya. Keduanya saling


menatap dengan tajam, siap untuk memulai pertarungan mereka.


"Aku datang untuk


melenyapkanmu dari dunia ini, dan menyelematkan kakakku" kata Pahlawan


dengan tegas.


"Menarik sekali, maju


sini kau" ledek Raja Iblis dengan nada sinis.


“Raja Iblis!! Akan aku


buat kau membayarnya atas apa yang telah kau lakukan padaku!!”


"Ha ha ha, kau tidak


akan bisa menang dariku pahlawan wanita perawan..." ujar Azazel sambil


memperlihatkan senyum sinisnya. Pahlawan wanita itu malu dan sangat kesal akan


perkataan Raja Iblis, tapi dia harus sabar dan menahan diri untuk memaksimalkan


kemampuannya dalam bertarung.


#Pertarungan Raja Iblis dan


Pahlawan Wanita


Tak berselang lama,


pertarungan antara Azazel dan Pahlawan pun dimulai. Azazel memanfaatkan


kekuatannya untuk mengontrol api dan menciptakan ilusi, sementara Pahlawan


"Sumpah


Azazel!" teriak Raja Iblis sambil memanggil kekuatan elemental api dan


mengarahkannya pada Pahlawan.


Pahlawan terus


memperlihatkan keberanian dan kemampuan, tetapi Raja Iblis terus menunjukkan


kekuatannya yang mematikan. Namun, Pahlawan tidak menyerah dan terus berjuang


untuk mengalahkan Raja Iblis.


"Aku akan


mengalahkanmu, Raja Iblis!" teriak Pahlawan wanita itu


"Ha, sepertinya kau


masih belum mengerti kekuatanku. Sumpah Azazel!" Teriaknya lagi sambil


memanggil kekuatan api yang lebih besar.


Raja Iblis tertawa keras.


"Kau ini sangat keras kepala, tidak peduli seberapa kuat tekadmu, kau


tidak akan mengalahkanku!."


Keduanya saling menyerang


dan menghindar, tetapi Raja Iblis memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dan


kecepatan yang jauh lebih tinggi. Perempuan itu mulai terluka dan kelelahan,


tetapi dia tetap memukul pedangnya dengan semangat. Pada akhirnya, Raja Iblis


menang. Perempuan itu tergeletak di tanah, tubuhnya penuh luka.


Raja Iblis berdiri di


atas perempuan itu. "Aku menang, perawan. Pergilah, aku akan mengampunimu


untuk saat ini, jangan pernah datang ke sini lagi."


Perempuan itu berdiri


dengan susah payah. "Aku tidak akan pergi, sebelum mengalahkanmu"


Raja Iblis terkesan oleh


tekad perempuan itu. "Ha ha ha, tekadmu mengingatkanku pada seseorang, pergilah!!


" teriak Raja Iblis


Perempuan itu dipaksa


keluar dengan menggunakan sihir, dia di teleportasikan ke dunia manusia oleh


Raja Iblis secara paksa.”Menarik sekali, tak ku sangka dia memiliki seorang


adik perempuan yang begitu cantik"


#Ejekan Teman


Sang pahlawan wanita tadi


yang bernama Miya yang kembali ke markas dengan keadaan terluka. Ketika berita


kekalahannya melawan Raja Iblis tersebar, Miya mulai mendapat perlakuan buruk


dari teman-temannya. Mereka mengejeknya karena ia masih berani menantang Raja


Iblis meskipun mereka tahu betul bahwa Raja Iblis adalah musuh yang sangat kuat


dan mematikan.


"Kamu benar-benar


gila, Miya. Bagaimana kamu berpikir bisa mengalahkan Raja Iblis?" Kata


salah satu teman Miya dengan ejekan.


"Tentu saja kamu


akan kalah, rakyat jelata seperti dirimu tidak akan bisa melawan Raja Iblis, kamu


pasti ingin menjadi pahlawan kemudian dikelilingi oleh pria tampan dan mendapatkan


gelar bangsawan?" Lanjut salah satu teman Miya.


 “Mimpimu terlalu tinggi, rakyat jelata sebaiknya


tetap menjadi rakyat jelata saja!” tegas salah satu teman Miya


Miya merasa kecewa dan


terluka oleh perlakuan buruk teman-temannya. Ia tidak mengerti mengapa mereka


bisa begitu kejam padanya, padahal dulu mereka mendukung Miya untuk melawan


Raja Iblis. Tapi sekarang malah menghujatnya karena ia hanya satu satunya tim


penyerang yang selamat saat menyerang kastel Raja Iblis.


“Kau pasti sengaja


meninggalkan pahlawan lainnya agar bisa kabur!!”


“Benarkah begitu??”


“Pasti begitu!, kalau


benar begitu, Miya kamu bahkan lebih rendah dari sampah!”


“Meninggalkan rekan agar


dirinya selamat, benar benar kejam” bisik salah satu teman Miya lagi


Namun, Miya tidak mau


menyerah. Ia tahu bahwa ia harus terus berjuang dan menjadi pahlawan yang lebih


kuat, meskipun itu berarti harus menghadapi perlakuan buruk dan ejekan dari


teman-temannya. Ia akan terus berlatih dan meningkatkan kekuatannya, karena ia


tahu bahwa satu-satunya cara untuk mengalahkan Raja Iblis adalah dengan menjadi


pahlawan yang lebih kuat dan berani.


"Aku tidak peduli


apa yang kalian pikirkan. Aku akan terus berjuang dan menjadi pahlawan yang


lebih kuat. Akutidak akan menyerah," kata Miya dengan tegas dan penuh


semangat.


#Solo Lord


Miya memutuskan untuk


meninggalkan markas pahlawan dan melanjutkan perjalanannya sendiri,


mempersiapkan diri untuk melawan Raja Iblis lagi dan menyelamatkan kakaknya. Ia


tahu bahwa ini bukanlah perjalanan yang mudah, namun ia siap untuk


menghadapinya dan membuktikan kepada semua orang bahwa ia memang layak menjadi


seorang pahlawan setidaknya bagi orang yang sangat berharga baginya.


Setelah dibully oleh


teman-temannya, Miya merasa sangat frustasi dan sangat marah. Namun, dalam


hatinya, dia membulatkan tekad yang kuat untuk melawan dan membebaskan kakaknya


dari cengkeraman Raja Iblis. Miya memutuskan untuk kembali ke kastil raja


Iblis, meskipun dia tahu bahwa mungkin saja ini adalah langkah bunuh diri.


Ketika Miya tiba di


kastil, Raja Iblis sangat marah melihatnya. "Perawan? Apa yang kau lakukan


di sini?" bentak Raja Iblis. Miya berdiri tegak dan memberikan jawaban


dengan nada yang tegas.


"Aku datang untuk mengalahkanmu


dan membebaskan kakakku dari cengkeramanmu"


"Ha ha ha, sungguh


kamu itu sangat keras kepala!" kata Raja Iblis dengan nada mengerikan


Raja Iblis memulai serangan


dengan menggunakan jurus andalannya, "Sumpah Azazel". Ia memanggil


kekuatan elemental api dan mengarahkannya ke arah Miya. Namun, Miya berhasil


mengelak dan membalas dengan serangan yang sangat kuat. Tapi serangan tersebut


tidak memiliki efek efek apapun pada tubuh Raja Iblis.


Pada akhirnya, Raja Iblis


memenangkan pertarungan. Ia tersenyum sinis dan menawarkan sesuatu kepada Miya.


Miya merasa kecewa dan marah karena kalah dalam pertarungan kedua mereka.


"Dunia ini tidak adil," gumamnya. "Aku tidak bisa menyelamatkan


kakakku dan kalah oleh kekuatanmu, aku sangat lemah dan tidak berdaya!!. Apa


artinya semua usahaku? dan teman - temanku juga meremehkanku, lebih baik aku


mati saja untuk mengakhiri semua ini, tunggu apa lagi cepat bunuh aku!!"


Raja Iblis menatap Miya


dengan tersenyum jahat. "Sudahkah kau merasa cukup frustasi?"


tanyanya. “Kalau hidup di dunia manusia mu sudah tidak berarti lagi, lebih baik


kamu pergi ke sisi iblis, bersamaku! Menjadi istriku"


Miya menatap Raja Iblis


dengan tak percaya. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana hidupnya sebagai


istri Raja Iblis, tetapi di saat yang sama ia merasa sangat terdesak dan tidak


memiliki pilihan lain.


"Baiklah,"


jawabnya akhirnya. "Aku akan bergabung denganmu, tetapi aku ingin kakakku


dibebaskan"


Raja Iblis tertawa kejam.


"Baiklah, aku akan membebaskan kakakmu dan menjamin keselamatannya. Istriku


yang manis..."


Miya mengangguk pasrah,


meskipun ia merasa sangat tidak nyaman dengan pilihannya. Ia berharap bahwa dia


akan bisa menemukan cara untuk melawan kekuatan Raja Iblis dan mengalahkannya suatu


saat nanti.