
Ah kalian berdua tunggu saja disini,kami akan ke bagian pembayaran,untuk mengurus administrasi ariq,selamat menikmati waktu kalian berdua" Ucap pak dwi pamit sambil menggoda ariq dan aurel
"Heii kau masih saja sempat sempatnya menggoda mereka" Ucap mirna sambil terkekeh
Ariq dan aurel pun hanya terdiam dan menunduk malu.lalu pak dwi dan bu mirna pun langsung keluar dari kamar pasien ariq.
Suasana pun hening seketika
"Heii ariqq,,,bukankah tadi kau bilang ingin tidur,mengapa kau tadi malah berpura pura tidur." Ucap aurel masih agak kesal
"Hei hei,,,aku mana bisa tidur kalau kau terus menatapku seperti itu,dan terus bergumam bahwa kau sangat...." Ucap ariq sambil menggantungkan kata katanya dan mukanya terlihat sangat memerah
"Sangat apa?" Tanya aurel,dia lupa dengan gumam an nya tadi saat ariq tertidur
"Kau bilang.....ehh,,,emm,,ituu,,,,kau sangat nyaman saat berada di dekatku" Ucap ariq yang mukanya sangat memerah seperti kepiting rebus.begitupun dengan aurel yang merasa sangat malu karna gumam an nya bisa sampai terdengar dengan ariq
"Oh ya ampunnnn itu sangat memalukan,bagaimana bisa orang yang aku suka mendengar dengan jelas kalau aku mengatakan sangat nyaman saat berada di dekatnyaaa,,,,,oh tidakkkkkk!!!rasanya aku ingin mengubur diriku dalam tanah,agar tidak bisa dilihat ariq "ucap aurel dalam hati sambil menundukan kepala nya dan menutup wajah nya dengan tangan nya.(uwuuu malu banget yah jadi aurel,author sendiri ngikut malu deh😲)
Suasana pun hening kembali untuk beberapa saat.
Jantung mereka berdua sama sama berdegub dengan kencang,yang satu malu karna gumam an nya ketauan,yang satu malu karna baper denger kata kata dari orang yang dia suka:v
ariq pun mengeluarkan suara nya karna keadaan yang sangat canggung ini membuatnya tidak nyaman
"Aurell,,," Panggil ariq lembut namun muka nya yang memerah masih terlihat jelas
"I,,i,,ya,,ada apa?" Ucap aurel gugup,rasanya sangat canggung
"A,,,ku,,ingin mengatakan sesuatu kepadamu,,bahwa a,,ku...." Ucap ariq gugup dan jantungnya yang terus berdegub kencang
Tiba tiba ada orang yang menerobos masuk pintu kamar pasien ariq
Mereka berdua pun langsung terkejut dan langsung menoleh kearah pintu
"Ariq,,,apakah ayahmu bernama glenn frendly wilden?" Tanya seseorang yang baru masuk, ternyata adalah pak dwi dan bu mirna
"Ah iya itu nama ayah saya?emang ada apa ya pak?" Tanya ariq
"Ah ternyata ayah kamu sudah membayar administrasi rumah sakit kamu.huh!saya jadi tidak enak pada orang tua kamu,padahal sekolah kami yang bersalah karna tidak menjaga kamu dengan baik,makanya kami berniat ingin menanggung administrasi rumah sakit kamu tapi sudah dibayar terlebih dahulu oleh orang tua kamu" Ucap pak dwi panjang lebar
"Sudahlah pak,orang tua saya juga tidak menyalahkan bapak,ini juga semuanya salah saya yang kurang berhati hati" Ucap ariq sambil tersenyum ramah
"ah kamu itu yah sangat rendah hati" ucap bu mirna
"oh ya kalian berdua sedang apa?mengapa sedari tadi suasana sangat hening,jangan jangan kalian berdua,,,,,ekhemm,,," goda pak dwi.yang langsung membuat ariq dan aurel lagi lagi wajahnya memerah
"dasar ya kamu,,,ngegodain ariq sama aurel mulu,kasian tuh dia berdua" ucap bu mirna sambil terkekeh
"hei tadi kamu juga ikut menggoda nya,bukan hanya aku saja" ucap pak dwi tidak mau kalah
mereka pun tertawa bersama
"Oh ya aurel,kamu disini ajah ya sekalian nemenin ariq,sama ibu juga akan nunggu ariq disini saja,ibu merasa gak enak kalo harus ninggalin ariq kan ini juga keteledoran sekolah" Ucap bu mirna
"Ah iya bu maaf sudah merepotkan" Ucap ariq
"Ariq kamu sudah lebih baik?"tanya bu mirna khawatir
"Iya bu saya sudah merasa lebih baik " Ucap ariq
"Kalau begitu mari kita siap siap untuk ke penginapan,sebentar lagi pak dwi akan menjemput kita dengan mobil online" Ucap bu mirna
Di penginapan
"Ayo mari semuanya bersiap siap untuk kembali ke bandung,ingat jangan sampai lupa dengan barang bawaan nya takut ada yang tertinggal.dan jangan lupa untuk berdoa agar kita selamat sampai tujuan" Ucap pak dwi kepada semua murid
Awalnya perjalanan sangat mulus tidak ada kendala,tapi tidak hanya sampai di situ saja,tiba tiba datang lagi segerombolan mafia dengan beberapa orang yang menodongkan tembakan,dan yang lain nya hanya bertangan kosong sedang menghadang bis yang murid murid tumpangi.seketika seluruh bis riuh karna ketakutan.
Melihat aurel yang gemetaran ketakutan,ariq langsung Menggenggam tangan aurel agar lebih tenang.
Aurel sangat ketakutan karna khawatir terjadi sesuatu seperti hal nya kemarin yang terjadi pada ariq
"Ada apa lagi ini!!mengapa perjalanan kita dari sejak kemarin selalu dalam bahaya seperti ini!!" Ucap pak dwi yang mulai emosi
"Sudah sudah kita harus melewati ini dengan kepala dingin,pasti ini ada jalan keluarnya" Ucap bu mirna menenangkan pak dwi
"Hahh,,,huhhhh!,,,," Pak dwi menghembuskan nafas kasar
"Semuanya tenang,jangan ada yang panik" Ucap bu mirna
•••••••••disisi lain••••••••••
"Bos kami sudah menemukan bis yang seperti nya adalah yang sedang di tumpangi perempuan itu" Ucapnya
"kalau begitu,saya akan segera kesana,hadang bis mereka agar tidak kabur" Ucap yang disebrang telefon
"Baik" jawabnya
••••••••••••••••••
"Heii!!kalian semua keluar dari bis kalian,jika tidak kami akan menembak kalian"ancam nya
" Ba,,baik,,,"ucap para guru panik
Para guru pun keluar dari bis masing masing yang mereka tumpangi
"Hei!!apa kalian bodoh!!aku menyuruh untuk kalian semua keluar termasuk dengan para murid murid kalian,cepat suruh para murid kalian keluar juga atau kalian ingin mati di tempat hah!" Ucap mafia mengancam sambil menodongkan pisau kepada para guru
Mendengar hal itu pun,para murid langsung keluar dari bis yang mereka tumpangi tanpa menunggu para guru menyuruhnya
Saat para murid turun dari bis nya,tiba tiba datanglah seorang laki laki tampan yang terlihat sangat dingin dan tatapan mata yang sangat tajam.siapapun yang melihatnya pasti akan bergidik ngeri
Para mafia pun langsung menunduk hormat kepada laki laki itu,yang sepertinya adalah ketua bos mafia mereka.
Aurel melihat laki laki itu dari kejauhan dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ehhh siapa laki laki itu?mengapa rasanya agak familiar,seperti aku sudah pernah bertemu dengan nya,tapi siapa ya?"
tiba tiba ada gambaran aneh yang melintas di pikiran aurel yaitu saat aurel sedang berjalan melewati gang kecil tiba tiba ada segerombolan mafia yang mengikutinya dari belakangnya,dan seketika itu tiba tiba ada Mobil yang melaju kencang menabrak aurel sehingga aurel terpental mengenai tiang listrik,dan kepala nya mengeluarkan darah yang sangat banyak,matanya pun tiba tiba buram dan yang terakhir dia lihat adalah pria itu