The Boss Of A Mafia Girl

The Boss Of A Mafia Girl
Ajakan Ke Jakarta



"Kalau begitu kapan kita berangkat?" Tanya aurel antusias


"Kamu yah tidak sabaran sekali" Ucap ariq sambil terkekeh pelan


"Maafkan aku" Ucap aurel sambil menunduk malu


"Hmm bagaimana kalau besok?" Ucap ariq yang membuat aurel terkejut


"Hah?mendadak sekali,aku belum siap siap,belum merapihkan baju,banyak yang belum aku persiapkan" Ucap aurel panik


"Hei tenanglah aku hanya bercanda,kita akan berangkat lusa,jangan lupa ajak ibumu juga oke?" Ucap ariq dengan terkekeh lagi


"Hmm baiklah,aku akan membujuk ibuku nanti" Ucap aurel dan hanya mendapat jawaban anggukan dari ariq


Mereka pun sampai di depan rumah aurel.dan aurel langsung turun dari mobil ariq


"Terimakasih ariq,pak taqin,udah mengantarkan aku,apa kalian ingin mampir dulu ke rumah?" Tanya aurel


"Ah tidak perlu,aku akan langsung pulang saja" Ucap ariq dan hanya mendapat jawaban anggukan dari aurel


"Dadahhh" Ucap ariq sambil melambaikan tangan dengan tersenyum lembut.dan aurel pun juga membalas lambaian ariq dengan tersipu malu


"Ibuuuuuuuuuuu!! aku pulanggggg!!" Teriak aurel yang membuat suaranya menggema di dalam rumah


Melihat ibu nya sedang berada di dapur,sedang mengiris wortel, aurel langsung saja memeluknya dari belakang


"Heiii ada apa dengan kamu,kenapa kamu berteriak sampai sekencang itu,bisa bisa rubuh rumah kita nanti karna suara kamu yang kencang sekali" Ucap sintha dengan suara kesal,namun terkekeh di akhir kata


"Ibuuu aku sedang sangat senang hari ini"ucap aurel memeluk sintha dengan terkekeh pelan


" Oke ceritakan pada ibu ada apa?"ucap sintha menghentikan mengiris wortel


"Hari ini aku mendapat rangking 1 juara umum" Ucap aurel gembira,dan sintha pun langsung berbalik badan dan menatap putri nya itu dan langsung memeluknya


"Astaga nakk,,,ibu bangga punya anak sepintar kamu" Ucap sintha terharu


"Oh ya bu,karna sekolah ku akan libur panjang yah walaupun hanya 2 minggu,ariq mengajak kita ke jakarta,apa ibu mau ikut" Ucap aurel dengan mata berbinar


Mendengar hal itu pun sintha merasa ragu,takut terjadi sesuatu pada putri nya


"Tapi nak,,, kan kamu tau sendiri disana itu berbahaya,banyak sekali penjahat yang ingin mencelakai kamu dan ariq" Ucap sintha khawatir


"Tenanglah bu,aku bisa menjaga diriku sendiri dan juga kan ada ariq dan ibu yang bersamaku" Ucap aurel meyakinkan sintha


"Hah,,,baiklah,memang nya kapan kita akan berangkat?" Tanya sintha sambil menghela nafas panjang


"Ariq bilang lusa,jadi sekarang aku akan mencuci pakaian ku yang akan aku bawa"ucap aurel dengan gembira


" Yasudah baiklah,persiapkan pakaianmu yang akan dibawa nanti,ibu akan memasakan makan siang dulu untuk kita"ucap sintha dan hanya mendapat jawaban anggukan dari aurel.aurel pun langsung bergegas pergi untuk mempersiapkan barang barang yang akan dibawa


"Aurel ibu takut terjadi sesuatu dengan dirimu seperti dulu lagi yang membuatmu harus kehilangan ingatanmu"gumam sintha dengan raut wajah khawatir.


dan dia pun langsung mengambil handphonenya,terlihat dia sedang chat dengan seseorang


[Anda]


Putri kita mengajak ku untuk datang ke Jakarta bersama dengan calon menantu kita


[*****]


Hah,,,benarkah?kapan kamu akan kesini?


[Anda]


Dia bilang lusa nanti


[*****]


Yasudahlah bagus kalau begitu,aku sangat ingin bertemu dengan putriku


[Anda]


[*****]


Tenanglah,sejak dulu putri kita sangat menyayangi kita dan kita juga sudah mendidiknya dengan baik,aku yakin dia tidak akan membenci kita


[Anda]


Yasudah baiklah kalau begitu


Esoknya......


Dirumah ariq...


Terlihat seorang laki laki sedang merapihkan pakaian nya,ya orang itu adalah ariq dia lebih memilih untuk merapihkan pakaian nya sendiri tanpa dibantu oleh para pembantu nya,dia hanya membawa barang barang pribadi dan tidak membawa terlalu banyak pakaian atau barang karna di rumah orang tuanya yang di jakarta sudah ada pakaian miliknya.


Setelah selesai merapihkan barang barang bawaan nya dia segera menelpon seseorang


"Halo yah ariq kan 2 minggu ini sedang libur kenaikan kelas dan ariq berniat besok akan pulang ke jakarta bersama aurel dan ibunya" Ucap ariq dengan senang


"Aurel?" Tanya yang di sebrang yaitu gleen frendly wilden yang tidak lain adalah ayah ariq


"Iya yah aurel,perempuan yang waktu itu aku bilang,yang udah nolongin aku waktu di serang para mafia" Ucap ariq memberitahukan lagi


"Ohh aurel yang waktu itu,kalau bisa saat sampai di jakarta,kamu langsung saja ajak mereka ke rumah kita,ayah ingin bertemu dengan dirinya dan ibunya untuk mengucapkan terimakasih.sebisa ayah,ayah akan meluangkan waktu untuk bertemu dengan mereka" Ucap gleen dengan nada senang


"Siap yah" Ucap ariq sambil terkekeh pelan


"Baiklah kalau begitu,ayah akan melanjutkan pekerjaan ayah ya" Ucap gleen pamit dan hanya dijawab iya oleh ariq.


Dikantor di tempat kerja gleen...


"Siapa yah yang menelpon?" Tanya wanita paruh baya namun masih terlihat muda


"Ah itu anak kita ariq dia akan ke jakarta besok bersama dengan aurel dan ibunya" Ucap gleen dengan nada senang


"Oh benarkah?aku sangat penasaran dengan aurel,namanya sama dengan anak perempuan keluarga frayn yang hilang itu" Ucap wanita paruh baya itu yang tidak lain adalah pricillia yaitu istri gleen sekaligus ibu ariq


"Hah!!apaa?bisa jadi juga ya,tapi kalau itu benar aurel yang kita cari cari,kenapa ariq tidak langsung memberitahukan nya pada kita?yah walaupun dia belum pernah bertemu langsung tetapi kita sudah memberikan dia foto anak itu" Ucap gleen binggung


"Haisshh,,aku pusing memikirkan nya,nanti kita akan tau setelah melihatnya" Ucap pricillia sambil memijat kepalanya dan hanya dijawab anggukan oleh gleen


Dirumah aurel...


"Ibuuuu aku sudah merapihkan pakaian yang akan aku bawa besok" Ucap aurel gembira.saat ini aurel sedang berada di kamarnya dan sedang menyusun tas nya yang sampai dua tas yang hanya pakaian nya sendiri.sintha yang melihatnya pun terkejut kaget


"Heii kita hanya akan pergi keluar kota dan hanya beberapa minggu saja,untuk apa kamu membawa pakaian sebanyak ini?" Tanya sintha dengan raut wajah yang terkejut dan bingung


"Ibuu,,,tapi kan tetap saja,keperluan aku itu banyak" Ucap aurel


"Tapi kan kau tidak perlu membawa pakaian sebanyak ini,di jakarta sudah ada.." Ucap sintha yang hampir keceplosan dan langsung membungkam mulutnya


"Hmm ada apa ibu?apa maksudnya di jakarta sudah ada?sudah ada apa memang nya?" Tanya aurel menatap curiga,apa maksud dari perkataan ibunya itu


Dan sintha terlihat seperti orang panik dengan keringat yang bercucuran di dahi nya.


"Umm ah,,itu,, tidak ibu hanya asal bicara saja" Ucap sintha gugup seperti ada sesuatu yang di sembunyikan


"Tapi bu..." Ucap aurel namun ibunya langsung memeluknya sehingga aurel tidak jadi melanjutkan kata katanya


"Nak ibu ingin bilang sesuatu,jika terjadi sesuatu pada dirimu jangan pernah membenci ibu dan ayah mu ya" Ucap sintha sambil memeluk aurel erat dan dengan suara yang terisak


"Ehh?memang ada apa bu sebenarnya?" Tanya aurel heran


"Kamu harus berjanji oke?jika tidak ibu lebih baik mati jika kamu sampai membenci ibu" Ucap sintha yang isakan nya tambah kencang


"Ibuu jangan berkata seperti itu,baiklah aku akan berjanji" Ucap aurel sambil mengelus pundak ibunya


Ajakan ke jakarta? aku akan ikut kemana pun kamu mengajak ku, agar bisa selalu bersama kamu:)


#aduh deh jangan ngadi ngadi kamu.. kalo dia ngajak buat mati bareng masa mau ajah😂