
mereka pun kembali ke hotel tempat mereka beristirahat,tapi ketika mereka akan pergi ke hotel tiba-tiba datang lah 3 orang yang agak mencurigakan,spontan saja ariq langsung menarik tangan aurel ke pelukan nya,sehingga aurel menghadap membelakangi sang penjahat dan hanya ariq yang menghadap ke para penjahat itu.sang penjahat pun perlahan mendekati ariq dan aurel
"kami menghadang kalian disini bukan untuk melihat kalian berpelukan seperti ini" ucap sang penjahat
"untuk apa kalian disini menjauhlah,kami hanya ingin lewat saja" ucap ariq yang masih setia memeluk aurel
"enak saja kamu menyuruh kami pergi,siapa kamu seenak nya menyuruh kami pergi" ucap sang penjahat itu
"pergi kamu penjahat,jangan coba coba mendekati kami" ucap ariq yang sudah siap dengan tangan dikepalkan
"apa?kamu bilang kami penjahat?aku adalah boss mafia disini,dan akulah boss mafia yang terkuat di dunia permafia an" ucap salah satu dari mereka dengan sombongnya yang seperti nya adalah boss nya
"cepat serahkan harta benda kalian miliki,atau kalian akan mati bersama disini?" ancam sang bos itu
"kau tidak akan pernah mendapatkan harta kami dan juga membunuh kami" ucap ariq yang masih melindungi dan memeluk aurel dengan sangat erat
"oh seperti itu?baiklah,hei kalian berdua serang dia,jika bisa rebut perempuan itu dari pelukan nya" perintah sang bos kepada anak buahnya,dan mereka pun langsung menyerang ariq dan aurel,ariq pun berusaha memukul mereka dengan posisi tetap memeluk aurel.namun ariq kena pukulan para, anak buah mafia itu,karna ariq tidak fokus dan juga badan nya yang memeluk aurel membuatnya sulit untuk bergerak,walaupun ariq sudah banyak luka dimana mana tapi dia tetap memeluk aurel dengan sangat erat.merasa tidak bisa melakukan apapun aurel hanya bisa menangis melihat ariq yang terluka demi melindungi nya.ariq yang merasa sudah tidak kuat menahan pukulan mereka pun langsung terjatuh namun masih tetap dalam posisi yang sama,ia masih memeluk aurel dengan sangat erat
"aku sangat terharu dengan perilaku mu,rela dipukuli oleh anak buahku hanya demi melindungi perempuan itu,bagaimana kalau kau menyerahkan perempuan itu padaku,aku akan melepaskan mu" ucap sang bos
mendengar hal itupun aurel langsung berusaha melepaskan pelukan ariq dan berniat melawan para mafia itu
"lepaskan aku,aku akan melawan mereka,aku tidak tega melihat mu seperti ini hanya demi melindungi ku,sekarang aku yang akan melindungi mu"ucap aurel sambil menangis
" tidak jangan,aww.....,aku harus melindungi mu demi ibumu ahh...."ucap ariq sambil merintih kesakitan
"sudahlah jangan menghawatirkan aku,sekali ini aku yang melindungimu" ucap aurel yang langsung dilepaskan pelukan nya oleh ariq,dan aurel pun menengok ke arah anak buah mafia itu dengan wajah yang terlihat sangat kejam,tanpa sadar aurel pun menendang kedua mafia itu,namun hanya dengan sekali tendangan saja mereka berdua pun langsung tersungkur di bawah,dan betapa terkejut nya ariq dan sang bos mafia itu melihat betapa kejam nya perilaku perempuan yang ada di depan nya itu yang dengan hanya sekali tendang saja bisa membuat musuh jatuh tak berdaya.aurel pun tiba tiba merasa ada ingatan yang lewat dipikiran nya yaitu saat dimana dia sedang memukul dan menendang seseorang yang teringat dikepala nya hanya itu saja
Apa?ada apa dengan diriku ini?ingatan apakah ini?kenapa rasanya sangat familiar"gumam aurel
"Ke,,,kenapa,,,kamu bisa melakukan itu?siapa kamu sebenarnya" Tanya sang bos mafia dengan nada yang ketakutan kepada aurel
"Aku juga tidak tau ada apa dengan diriku ini?" Tanya nya dalam hati
"Sudahlah jangan banyak omong!ayo kita segera pergi dari sini" Ucap bos mafia ketakutan
"Heh?mau kabur?tidak segampang itu,kamu yang sudah memerintahkan mereka untuk menyerang temanku kamu juga harus aku beri pelajaran" Ucap aurel yang tiba tiba kembali ke sifat yang kejamnya itu
Aurel dengan berlari secepat kilat tiba tiba sudah ada di depan sang bos mafia dan langsung memukulnya,namun dengan hanya sekali pukul sang bos mafia itu langsung tersungkur dibawah,dan aurel langsung buru buru meninggalkan nya dan berlari menghampiri ariq yang tergeletak penuh luka di sekujur tubuh nya
"Ariq kamu tidak apa apa?apa sakit?" Tanya aurel khawatir
"Tidak apa apa hanya terluka sedikit saja tidak sakit kok" Ucap ariq berpura pura tidak kesakitan
"Sudahlah jangan banyak berbohong dengan kondisi penuh luka mana mungkin tidak sakit,huh dasar!mau sok kuat di depan ku" Ucap aurel kesal karna ariq yang berpura pura tegar di depan nya
"Baiklah baiklah,maaf kan aku,aku tidak bisa menjagamu dengan baik sampai sampai harus kamu yang melawan mereka.oh ya bagaimana bisa kamu melawan mereka hanya dengan sekali tendang dan pukul saja sudah bisa membuat mereka tersungkur"tanya ariq penasaran
" Aku juga tidak tahu jelas mengapa aku bisa melakukan nya,yang terpenting kamu sudah selamat ayo kita kembali ke penginapan kita,pasti teman teman kita banyak yang sudah menunggu dan pasti khawatir dengan keadanmu yang seperti ini"ucap aurel khawatir,lalu membantu ariq membopong tubuhnya
"Hei kalian!untuk apa kalian masih berada disini,pergi kalian!apakah kalian ingin aku habisi sekarang juga?" Ancam aurel
"Baiklah baiklah ampuni kami,kami akan pergi sekarang juga,ayo kalian berdua bangun!!ayo kita pergi!apa kalian ingin habis disini" Ucap sang bos memohon kepada aurel dan menyuruh anak buahnya pergi
Aurel pun membopong tubuh ariq dan segera pergi dari tempat itu lalu ariq memesan ojek online(mobil) untuk menjemputnya dan mengantarkan mereka ke penginapan
Sesampai nya di penginapan semua orang yang disana terkejut melihat keadaan ariq yang penuh dengan luka di sekujur tubuhnya,sang ariq pun langsung dibawa oleh para guru untuk dibawa ke rumah sakit yaitu pak dwi(kepala sekolah),mister hans(guru bahasa inggris) dan bu mirna(wakil kepala sekolah yang juga istri dari pak dwi).karna ariq adalah laki laki yang tampan banyak sekali perempuan yang menyukai nya dan menyalah kan aurel bahwa dia lah yang telah membuat ariq terluka sampai separah itu.
Melihat aurel yang hanya diam saja saat di salahkan oleh teman teman nya ariq langsung menyuruh guru nya untuk memperbolehkan aurel ikut menemani nya ke rumah sakit,mereka pun langsung bergegas menuju rumah sakit dengan memesan ojek online(mobil)
Saat di rumah sakit ariq menelpon ayah nya bahwa dia sekarang ada di jakarta dan sedang berada di rumah sakit.mendengar hal itu pun ayah nya langsung bergegas untuk datang ke rumah sakit yang telah di beritahu oleh ariq
Para guru yang ada disitu pun merasa cemas dengan keadaan ariq,lalu bertanya pada aurel seperti apa kejadian nya,aurel pun menjelaskan semuanya kepada para guru,dan semua yang mendengar pun terkejut dengan penjelasan aurel.
"Untung saja ada kamu yang membantu menyelamatkan ariq" Ucap pak kepala sekolah