
Semua para mafia geng mysticery yang tadinya merasa sangat puas karna kemenangan melawan geng masteregend seketika berubah muram,terlihat tatapan yang sangat sendu yang membuat siapa pun yang melihatnya merasa ikut bersedih.siapa sangka di balik kekejaman nya di dunia permafia an mereka semua menyimpan kesedihan yang begitu mendalam.
"Ah maafkan kami telah membuat kalian bersedih" Ucap pak dwi merasa bersalah
"Tidak apa apa,tidak masalah" Ucap fedro dengan senyuman ramah
"Semangat ya,semoga kalian bisa menemukan bos kalian dan memperbaiki dunia permafia an yang mulai kacau ini" Ucap pak dwi memberi semangat
"Terimakasih.sekarang cepat lah kalian kembali,kami takut hal seperti ini terjadi lagi.oh ya ini nomor ponsel saya jika terjadi apa apa pada kalian saat di perjalanan atau lain kali ingin ke jakarta lagi hubungi saja saya" Ucap fedro sambil memberikan nomor ponsel nya
"Ah baik terima kasih banyak,saya bingung harus berterima kasih dengan cara apa untuk membalas kebaikan kamu" Ucap pak dwi sambil mengambil nomor ponsel leon
Leon hanya balas menganguk sambil tersenyum dan melirik kearah para murid dan menemukan ariq dan aurel yang masih setia berpegangan tangan.matanya cukup terbelalak saat melihat mereka berdua,bukan karna kaget melihat mereka berdua yang sedang berpegangan tangan dengan mesra tapi dia merasa sangat familiar dengan wajah yang di samping ariq.
"Ehhh?siapa dia?mengapa wajah nya sangat mirip dengan 'dia' ya?apakah itu benar 'dia' atau hanya kebetulan mirip saja?kalau itu benar adalah 'dia' mengapa saat kami berkelahi tadi dia tidak membantu dan memerintah kami.dan malah terlihat sangat ketakutan,berbeda sekali dengan 'dia'"
"Leon!!leon!!leonnn!!"Panggil pak dwi yang tidak dapat respon dari yang di panggil
"Ah iya ada apa pak maaf" Ucap leon saat sudah sadar dari lamunan nya
"Kalau begitu kami pamit untuk kembali ke bandung sekarang,lebih cepat lebih baik" Ucap pak dwi pamit
"Iya silahkan,hati hati di perjalanan,semoga selamat sampai tujuan"ucap leon sambil tersenyum
Setelah berbicara dengan pak dwi,leon pun melirik sekilas untuk melihat ariq dan aurel.tapi tidak mendapati mereka disana,mereka sudah hilang entah kemana.
"Ah kemana dia pergi?apakah itu tadi hanya halusinasi saja?atau memang benar ada,hah!!yasudahlah.bos aku pasti akan segera menemukan mu"gumam leon
Di tempat lain,aurel dan ariq sudah masuk kedalam bis terlebih dahulu,karna melihat ariq yang sepertinya sudah tidak kuat berdiri mengingat luka yang disebabkan diserang oleh para mafia kemarin,lukanya belum sepenuhnya pulih.dan meninggalkan teman teman nya yang lain yang masih berada di luar bis.
Setelah itu semua guru dan para murid langsung pamit kepada leon dan para mafia lain nya dan masuk kedalam bis mereka masing masing.
"Ayo pak cepetan kita berangkat,takut terjadi hal yang tidak mengenakan lagi di perjalanan" Ucap pak dwi kepada pak sopir bis
"Baik pak" Jawabnya
Dari luar bis semua para mafia segera meminggir dari dekat bis dan melambai kan tangan nya kepada semua murid.
Terlihat para murid perempuan sangat sedih harus berpisah dengan leon dan berteriak tidak jelas
"Dadah kaka leonn ganteng!!!"
"Aku pergi ya kaka leonnn!!jangan kangen yaaa!!!"
"Muachhh kaka leonnn!!"
"Kita pisah dulu yaa,,,kalo jodoh pasti kita bertemu lagiii!!
" Kaka leonnn jangan pernah lupain aku yaaa!!!"
Saat di perjalanan baru saja berangkat dari tempat dihadang para mafia,tiba tiba terlihat mobil hitam yang membawa kendaraan nya dengan oleng dan hampir saja menabrak bis yang para siswa tumpangi.seketika para guru langsung bergegas keluar bis untuk melihat orang yang ada di dalam mobil tersebut takut ada yang terluka.
Pak hans mengetuk jendela pengemudi agar segera membuka kan jendela nya.pengemudi itu pun keluar dari mobil nya dan terlihat seorang lelaki yang sudah berumur terlihat kekhawatiran di kerutan wajah nya.
"Maaf pak,apakah ada bagian yang terluka" Tanya bu mul yang adalah guru uks di sekolah ariq dan aurel.dia takut ada yang terluka oleh bapak tersebut
"Tidak ada saya baik baik saja,maaf merepotkan kalian tadi saya sedang banyak pikiran jadi tidak fokus mengemudi" Ucap orang tersebut merasa bersalah
"Anda sebaik nya lebih berhati hati saat membawa nya,atau sebaiknya menyuruh orang lain saja untuk mengemudi agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan" Ucap pak hans menasehati yang juga diikuti anggukan oleh para guru
"Ah iya pak lain kali saya akan berhati hati,hanya saja saya sedang terburu buru mencari anak saya,dia sekarang ada study tour kesini.dan saya khawatir terjadi sesuatu padanya,dia anak perempuan saya satu satu nya" Ucap orang itu dengan nada khawatir
"Hmm?study tour?kami juga habis melaksanakan study tour disini,sekarang kami ingin kembali" Ucap pak dwi
"Oh benarkah?tapi bukan kah seharusnya baru datang hari ini?apakah mereka?hmm mungkin ada beberapa sekolah yang juga study tour kesini,mungkin berbeda sekolah" Gumam orang itu namun masih bisa terdengar samar samar oleh para guru
"Maaf?anda bicara apa ya?" Tanya bu mirna yang mendengar gumaman orang itu walau terdengar samar samar
"Ah tidak,maaf yah merepotkan kalian.oh ya perkenalkan nama saya steveny" Ucap orang itu yang memperkenal kan namanya sambil menjulurkan tangan nya ke arah pak dwi
"Baik pak steveny,nama saya dwi kepala sekolah sma02 bandung" Ucap pak dwi membalas memperkenalkan diri sambil membalas jabat tangan pak steveny.begitupun juga dengan para guru lain nya yang juga ikut memperkenalkan dirinya masing masing
"Ouh jadi kalian dari bandung" Ucap pak steveny meyakinkan pertanyaan nya
"Iya kami dari bandung untuk study tour mewawancarai para pebisnis disini" Ucap pak dwi menjelaskan
"Kenapa tidak ke perusahaan saya saja,saya juga memiliki perusahaan yang lumayan berkembang pesar" Ucap pak steveny
"Maaf menyela,ini bukan kah pak steveny kasela frayn pebisnis terkaya nomor 1 di jakarta" Ucap jeni menyela pembicaraan dengan tatapan yang berbinar.sedari tadi para guru tidak menyadari bahwa ada jeni dan si chika yang ada di samping mereka yang sedang Memperhatikan pembicaraan mereka
"kamu yah sudah saya bilang jangan turun dari bis,masih ajah turun.dan bersikap tidak sopan seperti ini" Ucap bu mirna geram.yang di marahi hanya diam dan menunduk
"Sudahlah tidak apa apa.kamu mengenal saya?" Tanya steveny kepada jeni yang sedang tertunduk.yang tadi nya tertunduk kini langsung menengadahkan kepalanya dengan semangat
"Iya saya mengenal bapak,anda pebisnis terkaya nomor 1 di jakarta dan memiliki anak perempuan yang sudah di jodohkan dengan anak laki laki keluarga wilden yaitu pebisnis nomor 2 di jakarta" Ucap jeni dengan semangat
"Haha iya, ternyata kamu lumayan tahu banyak yah tentang keluarga saya" Ucap steveny dengan senyuman ramah
"Iya saya sangat kagum dengan keluarga anda,dan anak perempuan anda...." Ucap jeni yang tadinya sangat bersemangat sekarang menjadi sedih
"Iyah dia sudah pergi meninggalkan rumah dengan istri saya,tapi kami masih saling berkomunikasi walaupun sudah tidak pernah lagi bertemu,dan tidak pernah melihat wajah mereka" Ucapnya dengan tatapan sedikit sendu
"Jeni sudahlah jangan membahas nya lagi,itu membuat pak steveny sedih.maaf kan atas ketidak sopanan murid saya pak steveny" Ucap pak dwi mengeluarkan suara yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka berdua.
"Hah,,yasudahlah tidak apa apa" Ucapnya sambil tersenyum ramah