
"Sudahlah jangan banyak bicara lagi,kembali lah ke bis mu" Titah bu mirna kepada jeni dan chika
Jeni pun tertunduk lesu dan langsung menuju ke bis bersama chika
Pak steveny pun memperhatikan chika yang masuk ke dalam bis dan teringat dengan anak perempuan satu satu nya yang sifatnya mungkin berbeda dengan anak perempuan lainya,karna anak perempuan nya lebih memilih mengikuti menjadi geng an mafia.walaupun dia mengikuti menjadi geng mafia tapi dia tidak sok dan tidak menindas orang yang lemah,dan selalu patuh kepada kedua orang tua nya,tapi dia pernah membantah karna tidak mau di jodohkan dengan anak laki laki teman ayah nya.
Saat steveny ingin memalingkan wajah nya,tiba tiba dia terkejut dan memperhatikan anak perempuan yang ada di dalam bis itu sedang duduk bersama seorang anak laki laki dan steveny juga ikut terkejut ketika melihat laki laki yang duduk bersebelahan dengan anak perempuan itu.
"Ehh?i...itt...tuuu kann..?benarkan itu 'dia' tapi bagaimana mungkin dia bisa bersama anak laki laki itu?bukan kah dia tidak suka,dan sering menolaknya?"gumam steveny tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
" Pak pak,,,permisi pak,bapak sedang melihat apa ya?"tanya pak dwi
Pak steveny pun langsung terkejut dan menoleh ke arah sumber suara
"Ah?maaf anda bilang apa ya?" Tanya pak steveny tidak menyimak apa yang di katakan pak dwi
"Anda sebaiknya tenangkan pikiran anda terlebih dahulu,baru menyetir mobil,atau menyuruh seseorang untuk datang menjemput anda" Ucap pak hans menasihati
"Ah iya baik" Ucap pak steveny.lalu menoleh lagi kearah bis para murid dan tidak mendapati anak perempuan dan laki laki itu
"Ehh??sudah tidak ada?kemana dia?apa itu tadi hanya halusinasi ku saja?hmm mungkin hanya halusinasi,mana mungkin mereka berdua bisa bersama"gumam pak steveny dalam hati dan langsung menoleh kearah para guru
Dilain sisi diwaktu yang bersamaan saat aurel sedang memperbaiki catatan tugas study tour,tanpa sengaja ariq menyenggol tangan aurel dan pulpen aurel pun terjatuh ke kolong bangku bis yang mereka duduki.
"Um maaf" Ucap ariq tidak sengaja membuat pulpen aurel terjatuh
"Ah jatuh aku akan mengambilnya" Ucap aurel
"Tidak biarkan aku saja yang mengambilnya" Ucap ariq
Mereka berdua pun menunduk bersamaan untuk mengambil pulpen yang terjatuh dan kepala mereka pun berbenturan
"Aw,," Ucap ariq dan aurel bersamaan
Dan mereka pun saling bertatapan mata dengan posisi yang masih menunduk,keheningan pun terjadi cukup lama.
~•~•~•~•~•~•~•
" Hmm pak bu kalau begitu saya pamit yah"ucap pak steveny ingin pamit pulang
"Ah kalau begitu baiklah,hati hati yah di jalan" Ucap para guru dan saling bersalaman
Lalu pak steveny langsung masuk ke mobil dan bergegas pergi.
Para guru pun masuk kedalam bis mereka masing.melihat ariq dan aurel yang sedari tadi terus menunduk,bu mirna pun langsung menghampiri mereka,dan mendapati mereka yang terus terdiam dengan posisi membungkuk tanpa berbicara sepatah kata pun.dan tiba tiba muncul ide konyol dalam otak bu mirna untuk menggoda mereka berdua.
Yang di goda langsung tersentak,terlihat dari wajah mereka yang langsung memerah seperti kepiting rebus dan langsunh memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan arah.
"Kalian berdua lagi ngapain sih?tatap tatap an sambil bungkuk begitu,emang gak pegel pundak nya?" Tanya bu mirna
"Ah,ta,,d,,,di,, lagi mau ngambil pulpen yang jatuh" Ucap aurel gugup yang langsung menunduk kebawah lagi untuk mengambil pulpen nya yang terjatuh
"Nah ini dia,lagi mau benerin tugas kemarin" Ucap aurel melepas keheningan
"Dasar yah mirna kamu ngegodain mereka mulu" Ucap pak dwi yang tiba tiba datang
"Abisnya seru ngegodain mereka hehehe...." Ucap bu mirna sambil terkekeh dan diikuti pak dwi,ariq dan aurel
"Oh ya kalian udah berapa lama pacaran?" Tanya pak dwi yang membuat seisi bis menoleh kearah mereka
"Hah!!?"terkejut ariq dan aurel bersamaan
" Kok hah?kan saya lagi nanya,masa kamu ngak denger apa yang saya ucapkan?"tanya pak dwi bingung dengan mengangkat alis kanan nya
" ah itu tidak kok kami hanya teman saja hehehe...." ucap ariq dan aurel bersamaan sambil tersenyum canggung
" oh benarkah? Bukankah kemarin kalian em,,,ekhem....."ucap pak dwi menggoda ariq dan aurel yang membuat para murid di dalam bis terbelalak dengan apa yang di ucapkan pak dwi,pikiran para murid yang ada di dalam bis pun menjadi liar --(dasar pak dwi jail banget😂)
Menyadari para murid yang tengah serius memperhatikan pembicaraan mereka,bu mirna langsung menyikut perut pak dwi agar tidak lagi menggoda ariq dan aurel yang wajahnya sangat memerah seperti kepiting rebus.
Padahal kemarin mereka hanya berpegangan tangan saja,tapi itu sukses membuat wajah mereka memerah dan saling memaling kan wajah kearah yang berlawanan yang kepalanya membelakangi satu sama lain.
"Hei...sudahlah jangan menggoda nya seperti itu,lihat lah kamu membuat para murid nya menerka nerka yang tidak tidak,padahal hanya berpegangan tangan saja kok" Ucap bu mirna yang langsung membuat para murid seisi bis kecewa,karna tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan--(emang kalian pada bayangin apa wkwk😆)
Bu mirna dan pak dwi pun kembali ke tempat duduk nya masing masing karna bis akan berangkat
Walau pun di dalam bis banyak yang kecewa karna apa yang mereka bayangkan tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan,tetapi ada juga yang merasa lega karna ariq dan aurel hanya sekedar berpegangan tangan dan status mereka hanya sebagai teman,karna ada beberapa murid perempuan yang agak cemburu karna ariq yang selalu bersama aurel kemana pun ia pergi.
Lumayan banyak yang suka dengan ariq secara diam diam dan tidak berani mengatakan perasaan nya kepada ariq dan memilih hanya memendam nya saja karna ariq selalu bersikap dingin kepada mereka dan hanya bersikap ramah kepada aurel saja,hanya saja aurel tidak pernah tahu karna memang ariq tidak pernah memperlihatkan wajah dingin nya di depan aurel.
Sebenarnya jeni adalah salah satu yang suka dengan ariq dari awal mereka bertemu,dan akan membully atau mencelakai mereka yang mencoba dekat dekat dengan ariq karna ariq yang sangat tampan,kulit putih,cool,orang terkaya kedua di jakarta dan senyuman nya yang membuat siapa pun ingin terus melihat nya tapi sayang nya senyuman itu hanya di perlihatkan kepada aurel saja,ariq tidak pernah sedikit pun tersenyum kepada perempuan mana pun terkecuali keluarga nya yaitu ibu nya
Itu lah yang membuat jeni tidak suka kepada aurel dan merasa benci yang membuat nya ingin terus membully dan mencelakai aurel,awal nya jeni hanya ingin membully aurel untuk menindas nya saja seperti anak baru lain nya yang terlihat miskin,tapi setelah melihat aurel yang sangat dekat dengan ariq membuat nya ingin mencelakai aurel seperti perempuan lain nya yang berani mendekati ariq.tapi saat jeni ingin mencelakai aurel,selalu saja ada ariq yang selalu menolong aurel dan terus saja membelanya hingga mengancam jeni.tapi itu tidak membuat nya takut dan berhenti mencelakai aurel,dia malah bertambah kesal dan ingin terus mencelakai aurel.
Btw judul episode *Hanya Halusinasi*
yah benar..bisa memiliki kamu hanyalah sebatas halusinasi, yang tidak mungkin terjadi:) 😌
#maaf numpang curhat😂