
"huh akhir nya aku diperbolehkan juga untuk pergi ke jakarta,tapi aku masih bingung kenapa biasanya ibu tidak memperbolehkan aku ke sana,sebenar nya ada apa?mengapa aku tidak bisa mengingat semuanya!!"gumam aurel sambil berdecak kesal
"aurel,,,,nakkk" panggil sintha dari depan pintu kamar aurel sambil mengetuk pintu nya
"iya ada apa bu?" masuk lah,pintu nya ngak aku kunci kok"ucap aurel.sintha pun langsung masuk kedalam kamar aurel dan duduk di pinggir ranjang
"nak,apa kamu yakin akan pergi ke jakarta?dan kau akan meninggalkan ibu disini sendirian" ucap sintha sedih
"eh ibu jangan sedih seperti ini,kalau ibu sedih seperti ini aku jadi khawatir" ucap aurel khawatir
"sudah lah ibu hanya asal bicara tadi,sekarang bersiap siap lah apa saja yang akan dibawa besok" ucap sintha sambil tersenyum
"baiklah terima kasih bu,aku sayang ibu" ucap aurel semangat dan senyum kepada sintha lalu memeluk nya dengan erat.sintha pun akhirnya membantu merapihkan barang yang akan dibawa aurel besok
esoknya
ariq datang kerumah aurel pukul jam 07:00 pagi untuk menjemput nya agar berangkat ke sekolah bersama dan pamit kepada sintha
"bu kami akan berangkat,jaga diri ibu baik baik yah,aku yakin besok siang juga kami sudah kembali" ucap aurel sembari memeluk sintha dan merasa tidak tega harus meninggalkan ibunya sendirian dirumah
"sudah lah nak jangan bersedih,ariq sudah menunggu lama" ucap sintha sembari tersenyum kepada ariq lalu dibalas senyuman oleh ariq.
"nak ariq tolong jagakan aurel untuk ibu ya,terima kasih sudah sering membantu kami,saya bingung harus membalas kebaikan mu dengan apa"lanjut sintha
"ah tidak apa apa bu,saya senang membantu,dan saya pasti akan menjaga aurel dengan baik" ucap ariq sembari tersenyum
"iya kamu baik sekali seperti ayahmu dulu" ucap sintha keceplosan
"hah?apa?ibu bilang apa tadi, maaf saya tidak mendengar" tanya ariq
"ah itu tidak bukan apa apa,kamu sangat baik sepertinya sifatmu keturunan dari ayahmu" ucap sintha mengelak
untung saja dia tidak mendengar nya"gumam sintha
"ah iya bu terima kasih"
"dan aurel kamu janji jangan dekat dekat dengan orang yang tidak kamu kenal" ucap sintha mengingat kan
"tenang bu saya akan selalu bersama aurel dan selalu menemaninya kemana pun dia pergi" ucap ariq malu malu,dan aurel hanya tersipu malu dengan perkatan ariq tadi
"yasudah bu kalau gitu kami berangkat yah,dahhh" ucap aurel dan ariq bersamaan sembari mencium tangan sintha lalu sintha mencium kening aurel.
mereka pun bergegas pergi meninggalkan sintha.
"aku sebenarnya sangat khawatir jika aurel pergi ke jakarta,aku takut akan ada anak mafia yang mengenal nya dan ingin melukainya"gumam sintha,dan masih menatap kepergian mereka sampai mobil ariq hilang dari pandangan nya
disekolah
"ayo anak anak semuanya,sudah berkumpul semua kan,mari kita masuk ke bis" ucap salah satu guru
serentak semua siswa menjawab"baik bu"dan pergi masuk ke bis nya masing masing
merasa badan nya agak enakan aurel pun tertidur di pundak ariq,ariq pun mencium kening kepala aurel lalu tersenyum dan bergumam.
"ayah sepertinya aku harus mengingkari janjiku padamu untuk dijodohkan oleh anak teman ayah,karna aku sudah mencintai perempuan yang baru aku temui di bandung"gumamnya
namun perjalanan mereka ke jakarta tidak semulus yang mereka perkirakan,saat hendak akan sampai bis mereka tiba tiba ditahan oleh beberapa penjahat,dan terpaksa bis yang mereka tumpangi harus berhenti,lalu para penjahat itu berkata
"turun lah kalian semua,jika tidak aku akan menembak bis yang kalian naiki" teriak salah satu dari mereka sambil mengarahkan senjata nya ke arah bis
mendengar hal itu pun mereka semua yang ada di dalam bus jadi panik dan terpaksa harus menuruti para penjahat itu,jika tidak mereka semua mungkin akan mati bersama
mendengar kebisingan yang terjadi,aurel pun terbangun dari tidurnya dan baru menyadari bahwa sedari tadi dia tidur dipundak ariq
"ah maafkan aku,aku tadi,,," ucap aurel yang langsung dipotong oleh ariq
"sudah lah tidak perlu dijelaskan,sekarang kita sedang dalam masalah,sebaiknya kita turun jika tidak ingin terjadi apa apa pada kita" ucap ariq serius
"memang nya apa yang telah terjadi?"ucap aurel panik
tanpa jawaban apapun dari ariq,ariq langsung menarik tangan aurel untuk segera keluar dari bis.dan kini mereka semua sudah turun dari bia dan berkumpul
" bagus lah jika kalian menurut,sekarang bayar denda kepada kami karna kalian sudah melewati daerah kekuasaan kami"ucap salah satu dari penjahat itu
"tapi kami hanya ingin lewat saja,dan ingin ke penginapan A"ucap kepala sekolah mencoba berani menjawab perkataan mereka
" diam!jangan ada yang membantah jika tidak ingin berakhir disini,sekarang berikan semua harta yang kalian miliki,jika tidak kalian akan mati bersama disini "ancam salah satu penjahat dari mereka yang terdiri dari 5 orang
" sepertinya yang bicara barusan adalah bos nya,dia terlihat sangat galak"bisik aurel kepada ariq sambil bergidik ngeri
"hei!!sedang apa kalian berdu disana,berbisik bisik seperti itu,sedang membicarakan apa kalian?" tanya salah satu penjahat dengan nada yang sedikit marah.semua orang pun langsung menengok kearah ariq dan aurel
setelah menatap ariq dan aurel beberapa detik,para penjahat itu pun sangat terkejut dan berkata"di,,,di,,diaa bukan nya sudah meninggal?kenapa sekarang dia bisa berada disini "ucap si bos yang terlihat galak itu dengan suara tergagap dan badan yang terlihat gemetaran
lalu lari ketakutan seperti habis melihat hantu.
melihat hal itu pun semua orang dibuat bingung dengan tingkah laku para penjahat itu,begitu pun dengan ariq dan aurel
mengapa mereka lari ketakutan seperti itu?apa ada yang aneh dengan kami?mengapa setelah melihat aku dan ariq mereka langsung lari ketakutan seperti itu?"gumam aurel dalam hati,hati nya bertanya tanya
"yasudah lah jangan dipikirkan lagi,kita sudah selamat sekarang,tuhan sudah menolong kita dari para penjahat itu" ucap kepala sekolah lalu menyuruh semua siswa untuk naik kembali ke bis dan mereka semua pun merasa lega,namun aurel terlihat masih sibuk dengan yang ada dipikiran nya membuat ariq penasaran
"heii dari tadi kau diam saja,kau sedang memikirkan apa?" tanya ariq penasaran
"apa kau dulu adalah salah satu dari mereka?" ucap aurel asal
"apa?apa maksud dari perkataan mu barusan?" tanya ariq yang masih bingung dengan perkataan aurel barusan
"tidak,maksudku kenapa mereka tadi langsung ketakutan setelah melihat kau dan aku?" tanya aurel penasaran