The Boss Of A Mafia Girl

The Boss Of A Mafia Girl
Kembali



Mendengar penjelasan dari ariq,aurel hanya tersenyum kikuk dan wajah nya yang sudah sangat memerah.


"Hah yasudahlah tidak perlu di bahas lagi,sekarang kamu akan aku antarkan ke rumah mu,jika kamu masih mengantuk tidurlah lagi" Ucap ariq menghilangkan Kecanggungan


"Ah tidak,aku sudah tidak mengantuk lagi" Ucap aurel yang hanya dibalas anggukan oleh ariq.dan suasana pun hening selama perjalanan ke rumah aurel


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di depan rumah aurel,terlihat dari kejauhan sudah ada sintha yaitu ibunya aurel yang sudah menunggunya dengan wajah yang terlihat sangat cemas


Melihat sintha yang begitu cemas,aurel dan ariq pun langsung bergegas keluar dari mobil. aurel pun langsung berlari kecil dan langsung memeluk ibu nya yang terlihat sangat panik


"Ibu aku pulang,ada apa bu?kenapa kamu terlihat sangat panik?" Tanya aurel yang melonggarkan pelukan nya


"Syukurlah nak tidak terjadi apa apa pada dirimu" Ucap sintha yang sedikit merasa lega sambil menatap putri tercintanya itu


"Iyah walaupun banyak sekali kendala yang terjadi,tetapi ada ariq yang selalu menemani dan menjaga aurel dengan baik" Ucap aurel dengan tersenyum malu


"Ah terimakasih ariq sudah mau menjaga aurel,aku tidak tau apa yang akan terjadi pada aurel jika tidak ada kamu" Ucap sintha menatap ariq


"Iyah sama sama bu,saya juga yang seharusnya berterima kasih pada aurel yang sudah merawat saya" Ucap ariq


"Memangnya apa yang terjadi aurel?" Bisik sintha kepada aurel


"oh ya ampun ariq banyak sekali luka di tangan dan badan mu,mari masuk kedalam dan beristirahat sebentar" Ucap sintha yang merasa bersalah karna menyuruh ariq untuk menjaga aurel hingga dirinya terluka


"Ah tidak apa apa bu,hanya luka ringan saja,sebentar lagi juga sembuh kok.dan ariq tidak mau merepotkan ibu,sebaiknya ariq pulang sekarang karna hari sudah menjelang malam"ucap ariq yang merasa tidak enak karna takut merepotkan


" Ah yasudahlah,ibu tidak akan memaksa kamu"ucap sintha


"Nanti aurel akan ceritakan pada ibu dan ingin bertanya banyak hal pada ibu" Bisik aurel yang membuat ibunya diam dan sedikit panik


"Yaudah kalo gitu bu,aurel,ariq pulang ya" Ucap ariq pamit


"Iyah hati hati di Jalan ya nak ariq" Ucap sintha dan aurel hanya membalas dengan senyuman.


Ariq pun bergegas masuk kedalam mobil dan pak taqin pun menjalankan mobilnya.dari dalam mobil ariq menurunkan jendela nya dan melambaikan tangan kepada sintha dan aurel sambil tersenyum


Aurel dan ibunya pun masuk kedalam rumah saat mobil ariq sudah tidak terlihat lagi


"Nah sekarang kamu mandi dan ganti pakaian mu,ibu akan memasakan makan malam untuk kita" Ucap sintha dan hanya dijawab anggukan oleh aurel


.


.


.


.


.


Saat makan malam aurel pun menceritakan semua kejadian saat dia berada di jakarta,kecuali saat dia berpegangan tangan dan berpelukan dengan ariq.sungguh sangat memalukan saat mengingat semua kejadian saat aurel ketauan sedang memandangi ariq.


"Apa kamu ada yang terluka nak?" Tanya sintha khawatir


"Tenanglah ibu,tidak terjadi apa apa pada diriku, semuanya berkat ariq yang telah menjagaku" Ucap aurel dengan senyum nya


"Oh ya bu,kenapa ibu tidak memperbolehkan aku ke jakarta?" Tanya aurel


"bukan kah kamu sudah melihat nya?ibu takut terjadi sesuatu pada dirimu nak,disana banyak sekali penjahat yang ingin mencelakai kamu" jelas sintha khawatir


"maafkan aku bu,telah membuat ibu mengkhawatirkan aku" ucap aurel merasa bersalah


uhuk uhuk,,,tiba tiba sintha tersedak ketika sedang meminum air putih, mendengar pertanyaan yang di keluarkan dari mulut putri nya itu.melihat hal itu pun aurel langsung menepuk nepuk pundak sintha pelan agar merasa lebih lega


"mungkin hanya perasaan kamu ajah,kan kamu gak pernah ke Jakarta" jelas sintha panik


"tapi,,,," belum selesai aurel berbicara,langsung di potong oleh ibunya


"sudahlah nak sekarang sudah malam,kamu sebaik nya istirahat.kamu tidak perlu membantu ibu merapihkan piring" ucap sintha


"baiklah bu" ucap aurel kecewa dan langsung masuk ke kamarnya


Sintha pun langsung merapihkan piring piring bekas makan tadi dan membawanya ke dapur untuk di cuci


Setelah selesai mencuci piring,sintha terlihat sedang menelpon seseorang


"Halo,aku tidak bertemu dengan putri kita.kau bilang dia akan datang ke jakarta,tapi aku tidak bertemu dengan nya" Ucap yang di sebrang


"Heiii,,,,dia sudah pulang dari sore tadi,dan sekarang dia sedang beristirahat" Ucap sintha


"Sudah pulang?bukan kah kamu bilang putri kita baru berangkat hari ini?" Tanya disebrang sana heran


"Aku bilang dia itu berangkat kemarin,dan sekarang sudah pulang.kamu itu dari dulu selalu saja pelupa" Ucap sintha sambil terkekeh


"Hmm kalau begitu yang tadi aku lihat jangan jangan itu benaran putri kita"jelas yang di sebrang sana


" Benarkah kamu bertemu dengan nya?kapan?dimana?apakah dia mengenalimu?"tanya sintha bertubi tubi


"Iyah tadi aku melihat nya tapi dia bersama dengan laki laki yang sudah kita jodohkan" Jelas yang di sebrang tidak percaya


"Hah,,,aku juga tidak percaya mereka bisa bersama padahal dulu sebelum kecelakaan terjadi putri kita bersikeras menolak perjodohan ini,eh sekarang mereka berdua malah bersama" Ucap sintha setengah tidak percaya sambil menghela nafas panjang


"Itu semua karna kecelakaan yang terjadi,dulu kan mereka berdua belum sempat bertemu sama sekali,dan anak kita selalu menghindar jika ada pertemuan dengan keluarga wilden" Jelas yang disebrang


"Iya yah,dan sekarang mereka telah bersama" Ucap sintha sambil terkekeh pelan


"Kita waktu itu belum sempat mempertemukan mereka berdua dan sekarang mereka malah bersama" Ucap yang di sebrang


"Hahaha mungkin mereka memang sudah berjodoh" Ucap yang di sebrang sambil terkekeh pelan


"Iyah jadi kita tidak perlu susah susah untuk menjodohkan mereka berdua" Ucap yang di sebrang


"Oh ya tapi ada satu hal lagi,aurel bilang saat dia di jakarta,banyak orang yang wajah nya agak familiar menurutnya.aku takut dia mengingat semuanya dan kembali ke jakarta" Ucap sintha dengan nada khawatir


"Sudahlah,aurel itu sudah besar,sudah saat nya dia mengetahui ini semua.kamu jangan khawatir lagi,dia kan sudah bersama dengan laki laki yang bisa menjaga nya dan dia juga bisa menjaga diri nya sendiri,mengingat dia itu perempuan yang berbeda dengan perempuan umum lain nya" Jelas yang di sebrang menenangkan sintha


"Hah,,,baiklah,tapi semoga anak kita tidak membenci kita saat sudah mengetahui semuanya" Ucap sintha sedikit sedih


"Semoga saja seperti itu" Ucap yang di sebrang


"Yasudah kalau gitu,kamu sebaik nya istirahat,pasti kamu lelah sepanjang hari harus bekerja mengurus perusahaan" Ucap sintha dengan nada khawatir


"Kamu juga istirahat ya,maaf harus merepotkan kamu karna telah merawat putri kita sendirian" Ucap yang di sebrang merasa bersalah


"Sudah lah tidak apa apa,kan ini putriku sendiri" Jelas sintha dan telepon pun berakhir


Kembali?aku ingin kamu kembali bersamaku lagi.. tapi sepertinya tidak mungkin:)


#numpang curhat lagi😂