The Boss Of A Mafia Girl

The Boss Of A Mafia Girl
Ariq Bryan Wilden



di mobil


"oh ya...aku baru ingat bahwa aku kesini untuk mencari perempuan yang sudah ayah jodohkan kepadaku tetapi aku malah mulai menyukai perempuan lain" gumam ariq bicara pada dirinya sendiri


flashback on


~saat ariq berumur 12 tahun~


"ariq kamu sudah ayah jodohkan dengan anak perempuan dari teman ayah,ayah harap kamu mau menerimanya" bicara gleen serius


"apa!! jawab ariq tersentak kaget mendengar perkataan ayahnya itu.


" ayah mohon kamu mau menerima nya,jika tidak,ayah akan merasa tidak enak kepada keluarga frayn"memohon gleen kepada ariq


"baiklah aku akan menerimanya" Jawab ariq pasrah


"tapi kamu harus tahu ini,bahwa anak perempuan keluarga frayn itu agak sedikit tomboy,dan memiliki tingkah laku yang buruk" jelas gleen


"kalau tahu sifatnya begitu, kenapa ayah mau menjodohkan aku denganya?" tanya ariq


"karna ayah tidak ingin merasa sombong dengan menolak perjodohan dengan anaknya,dan ayah harap dengan bersama kamu dia akan berubah" jawab gleen


"hmm sebenarnya seperti apa sifat anak perempuan itu?" gumam ariq


"jika nanti kamu sudah berumur 15 tahun,ayah akan pertemukan kau denganya" ucap gleen


~saat ariq berumur 15 tahun~


"ariq,pricillia(ibu ariq),ayo kita bersiap siap untuk bertemu dengan keluarga frayn" ucap gleen.


mereka pun bersiap siap


"ayo kita berangkat semuanya"ucap gleen kepada keluarganya itu


mereka bertiga pun menuju ke kediaman keluarga frayn.sampailah mereka di kediaman keluarga frayn,dengan menempuh perjalanan selama 30 menit.


kedatangan mereka pun disambut dengan para pelayan dengan ramah.


" kita berjumpa lagi steveny"ucap gleen sambil berjabat tangan dengan steveny


"baiklah,silahkan duduk" ucap steveny sambil mempersilahkan duduk kepada keluarga wilden(dengan gugup)


"sepertinya rumah ini sangat sepi" kemana kah istri dan anak perempuan mu?"tanya gleen dengan rasa penasaran


"ehem,,,itttuuu,,,maafkan aku gleen,aku telah mengingkari janjiku padamu" bangun steveny dari tempat duduknya lalu menggenggam tangan glenn dengan erat


"apa yang terjadi pada mereka berdua sebenarnya?" tanya gleen khawatir


steveny pun akhirnya menjelaskan semuanya kepada gleen,gleen pun memahami semua yang terjadi begitu pula pricillia,karna semuanya murni bukan steveny yang melakukan nya.


lalu gleen menyuruh ariq untuk mencari anak perempuan itu dan memberikan sebuah foto dan memberitahukan namanya.


flashback off


tapi sialnya ariq tidak sengaja menghilangkan foto itu dan melupakan nama perempuan itu,sehingga ia sulit untuk mencari perempuan itu.dia berniat untuk kembali ke jakarta untuk meminta kembali foto perempuan itu,tetapi hatinya sudah terpaku dengan perempuan yang ia temui pagi tadi.


ariq terus memikirkan hal itu sehingga ia tidak menyadari bahwa supirnya itu hampir tidak sengaja menabrak seorang pejalan kaki yang sedang menyebrang.


melihat hal itu pun pak taqin(supir pribadi ariq)menegurnya


"ada apa tuan?sepertinya anda sedang memiliki banyak pikiran" tanya pak taqin khawatir


"tidak apa apa hanya masalah perempuan yang ayah jodohkan kepadaku" ucap ariq,yang sudah tersadar dari lamunan nya


"oh masalah itu,apakah aku harus memberitahukan nya kepada tuan gleen?" ucap pak taqin memberi solusi agar ariq tidak merasa pusing dengan beban pikiran anak perempuan yang telah dijodohkan ayahnya kepadanya.


"tidak perlu,dan jangan beritahukan ini kepada siapa siapa dan hanya pak taqin saja yang tahu ini semua.dan satu lagi jangan beritahu tentang perempuan tadi kepada ayah dan mamah,aku takut mereka akan marah.


mendengar hal itu pak taqin hanya mengangguk dan kembali fokus menyetir.


 


'esoknya disekolah'


saat masuk sekolah,ariq memutuskan untuk pindah kelas agar bisa bersama aurel dan menjaga aurel agar tidak ada lagi yang membully nya.


"pasti aurel sangat senang kalau aku pindah sekelas dengannya"gumam ariq sambil tersenyum.


datanglah teman teman yang biasa membully aurel


"heh!ternyata kamu masih berani menginjakkan kaki di sekolah ini,nyali mu besar juga ya" kata chika yang sedang mengatai aurel


aurel pun berusaha untuk tegar dan membela dirinya


"untuk apa aku takut,siapa kamu seenaknya saja!aku hanya ingin belajar di sekolah ini" jawab aurel dengan agak rasa takut


"dasar anak miskin,berani beraninya ya kamu berkata tidak sopan seperti itu pada kami" bicara jeni sambil ingin menampar pipi aurel,tetapi langsung ditahan dengan cepat oleh ariq.


"untung saja ariq segera datang kalau tidak habislah aku"gumam aurel


" kamu lah yang tidak sopan kepada aurel,dan kau(menunjuk chika)jangan sombong kamu dengan kekayaanmu,kekayaanmu itu kuga bukan hasil kerjamu tetapi uang dari ayah dan ibumu"balas ariq kesal,yang masih menahan tangan jeni,dan lalu memelintir tangannya hingga jeni merintih kesakitan


"aww,,,,maafkan aku ariq,tolong lepaskan tanganku" rintih jeni memohon


ariq pun melepaskan tangan jeni dan lalu mengancam mereka berdua


"awas kalian jika aku melihat kalian memperlakukan aurel seperti ini lagi,aku tidak akan segan segan menghabisi kalian" ancam ariq tegas yang tidak tahan akan perlakuan mereka kepada aurel dan menekan kan kata terakhirnya


ariq pun langsung memeluk aurel,aurel hanya diam mematung,kaget dengan apa yang dilakukan ariq padanya


"kamu tidak apa apa aurel?apa kamu terluka?jika ada yang terluka aku akan memberi mereka pelajaran sekarang juga" tanya ariq khawatir


"uhh,,,itu aku tidak apa apa,tapi bisakah kau melepaskan pelukanmu?" rintih aurel karna ariq memeluknya dengan sangat erat


"maafkan aku,aku sangat khawatir padamu,dan aku juga sudah diberi tanggung jawab oleh ibumu untuk menjagamu"jawab ariq pelan


" sudahlah aku tidak apa apa"senyum aurel kepada ariq dengan dipaksakan


mendengar hal itu ariq sudah tidak terlalu khawatir lagi.


dan melihat chika dan jeni yang masih berdiri memperhatikan ariq dan Aurel


"apa yang kalian lihat untuk apa kalian masih berdiri disini,pergi kalian!" bentak ariq yang membuat mereka berdua pergi dan murid murid yang sedang memperhatikannya.


 


"hei chika sebenarnya ada apa dengan mereka berdua?kenapa mereka terlihat sangat akrab,dan si ariq itu,untuk apa dia pake segala ngebelain si miskin itu,masih sakit banget nih tangan gue di pelintir sama si ariq" tanya jeni kepada chika


"aku juga tidak tau,tapi kita harus berhati hati dengan ariq,ariq itu sebenarnya adalah anak dari keluarga wilden yang paling terkaya kedua di Jakarta, kita tidak boleh membully si miskin di depan ariq" jawab jeni waspada


 


ariq pun langsung membawa aurel ke kelas.ariq duduk sebangku dengan aurel.


aurel pun bingung kenapa ariq masih juga duduk di sampingnya padahal bel sudah berbunyi,waktunya memulai pelajaran


"kamu tidak pergi ke kelasmu?ini sudah bel masuk loh" tanya aurel


"tidak,mulai sekarang aku akan dikelas ini,untuk menemani mu" senyum ariq kepada aurel


"apa?tapi bukankah kelasmu kemarin di A?"tanya aurel lagi


"aku sudah mengurusnya tadi untuk pindah ke kelas ini,jadi tenang saja"jelas ariq


dengan jawaban ariq itu,aurel pun merasa tenang dan aman dengan adanya ariq yang selalu berada disampingnya.


hallo guys jangan lupa like and komen, maaf yah ini lagi tahap Revisi..