
keesokan harinya di sekolah,guru memberi pengumuman yang akan di laksanakan yaitu akan diadakan nya study tour ke jakarta untuk mewawancarai para pengusaha internasional yaitu pabrik-pabrik perusahaan dll
"oke anak-anak nanti pada tanggal 22 februari akan diadakan nya study tour ke jakarta,untuk lebih lengkapnya ibu akan memberikan surat edaran nya" jelas bu dian
serentak mereka bersama"baik buu"
"oke semuanya sudah di berikan satu persatu,dan jangan lupa untuk membawa peralatan kalian masing-masing,karna kita akan menginap disana selama satu hari"
serentak mereka bersama"syiappp buuu"
"bu berarti berangkatnya besok dong bu?" tanya salah satu teman sekelas aurel
"eh!!kosip,lu ngigo apa gimana si kosip,besok ajah baru tanggal 21" celetuk salah satu perempuan
"apasih lo,ngegas ajah,maksud gue kan besok nya lagi" balas kosip kesal
"serah lu deh" jawab perempuan tadi
dan semuanya pun tertawa dengan tingkah laku mereka berdua.kecuali aurel yang sedang terlihat murung dengan surat yang di berikan bu dian itu.
"kamu kenapa aurel terlihat cemas begitu?" tanya ariq yang nampak binggung dengan raut wajah aurel
"a,,,aku binggung harus bilang apa pada ibuku,ibuku tidak punya uang sebanyak ini untuk ikut pergi study tour,dan lagi sebenarnya aku todak pernah di perbolehkan oleh ibuku untuk pergi ke jakarta" jelas aurel
"kalau itu tenang saja aku pasti akan membantumu" jawab ariq menenangkan aurel
"tapi aku tidak ingin membuat mu repot,kau sudah sering menolongku ariq,aku jadi tidak enak"
"sudahlah aurel,tidak apa apa aku senang bisa membantu mu" ucap ariq sambil tersenyum kepada aurel
🔥🔥🔥🔥
saat mereka akan pulang datanglah si 2 pengacau alias chika dan jeni disaat aurel sedang sendirian dan ariq sedang ke kamar kecil
"eh anak miskin,pasti kamu tidak akan ikut study tour kan,mana mungkin perempuan miskin sepertimu bisa bayar uang untuk study tour" ucap chika sambil tersenyum licik
aurel pun hanya diam dan merasa ucapan mereka ada benarnya juga
"heii!!kenapa kamu diam saja?merasa takut?hahaha ternyata kamu hanya berani kalau ada ariq saja ya,dasar pengecut" ucap jeni kepada aurel,yang tidak menyadari bahwa di belakangnya sudah ada ariq yang menatap tajam mereka dari belakang.
lalu ariq menatap kepada aurel seakan memberi kekuatan untuk membalas ucapan mereka,dan aurel pun paham maksud dari tatapan ariq dan membalas perkataan mereka berdua
"aku bukan nya takut tapi aku sedang memikirkan bagaimana caranya membalas dendam kepada kalian.dengarkan aku,aku pasti akan datang ke study tour ini!!dasar 2 wanita jal...!!" ucap aurel kepada kedua orang yang ada dihadapan nya itu,dan merasa lega dengan apa yang di ucapkan nya tadi,karna aurel sudah lama ingin memaki mereka berdua secara langsung.
dengan ucapan aurel seperti itu,membuat jeni ingin menamparnya,namun tangan nya langsung ditangkap oleh ariq.
merasa tangan nya seperti sedang di tahan dari belakang,akhirnya jeni menoleh ke arah belakang,dan sangat terkejut ketika melihat ariq yang sedari tadi memperhatikan nya dari belakang,
pantas saja dari tadi seperti ada tatapan tajam yang sedang menusuk nya dari belakang
"untuk apa kalian masih saja membully aurel" bentak ariq kepada mereka berdua dan ingin mendorongnya,namun langsung ditahan oleh aurel.mereka berdua pun lari ketakutan.
lalu ariq memutuskan untuk mengantar aurel pulang.dan berbicara kepada shinta untuk memperbolehkan aurel untuk ikut study tour ke jakarta.
"bu hari ini aurel di beritahukan akan di adakan nya study tour ke jakarta" ucap aurel saat sampai dirumahnya dan langsung berbicara kepada sintha.
"bu,ariq mohon perbolehkan aurel ikut yah" ucap ariq sembari memohon dengan mengenggam tangan sintha
"maaf ariq saya takut aurel akan terjadi sesuatu di sana,apa lagi menginap dan lagi saya tidak mempunyai cukup uang untuk membiayai study tour aurel" ucap sintha khawatir
"tenang saja bu jangan khawatir saya akan menjaga aurel dan tentang biaya nya saya yang akan membayarnya" ucap ariq meyakinkan
"tapi ariq,saya tidak mau merepotkanmu" ucap sintha
"tidak apa bu saya senang membantu kalian" ucap ariq meyakinkan
"tapi ariq maaf,saya akan memikirkan nya kembali" ucap sintha yang tampak bingung
"kalau seperti itu baiklah,saya akan pulang sekarang" ucap ariq sedih
"iya nak"
bagaimana ini suamiku anakmu akan pergi ke jakarta,aku takut semua nya akan terungkap tapi sulit untuk menghentikan mereka untuk tidak pergi,apa lagi dia sudah bertemu laki laki nya,apakah aku harus mengizinkan mereka pergi?tapi aku takut kejadian dulu terulang lagi"gumam sintha
esoknya di sekolah
"aurel bagaimana?apakah ibu sudah mengizinkan mu untuk pergi?" tanya ariq kepada aurel
"entahlah,sejak kemarin ibu ku hanya diam saja,tak bicara apapun mungkin aku tidak akan pergi" ucap aurel sedih
"tenang saja kau pasti ikut,aku tadi sudah mendaftarkan mu" ucap ariq enteng,namun langsung membuat aurel terkejut
"apa?kau sudah mendaftarkan ku?kau ya memang keras kepala" ucap aurel kesal dengan sifat ariq yang keras kepala,namun ada kesenangan di hatinya
"okay,aku sudah mendaftarkan mu jadi kita tinggal membawa makanan cemilan untuk besok,bagaimana?" ucap ariq sambil loncat kegirangan
"baiklah baiklah,tidak perlu loncat seperti itu,kau audah seperti anak kecil" ucap aurel sambil terkekeh.namun muka ariq langsung memerah melihat kecantikan aurel saat dia tertawa
"kamu kenapa?kenapa muka mu memerah?" tanya aurel yang melihat muka ariq nampak merah
"tidak kok kamu salah lihat saja" dengan pertanyaan yang aurel lontarkan membuat ariq langsung memalingkan pandangan nya ke samping
di supermarket
"ayo kita belanja sesuka hatu kita" ucap ariq
"tapi aku tidak membawa uang" ucap aurel sedih
"sudah lah jangan bersedih seperti itu,aku yang akan membayar semua nya" ucap ariq enteng
"huh!lagi lagi aku merepotkan mu" ucap aurel
"tidak perlu sungkan" ucap ariq sambil tersenyum
"waw coklat silver queen besar sekali" gumam aurel dengan mata yang berbinar binar
"kalau kamu mau ambil lah"
"ah ngak,lagi pula hanrganya mahal"
"gak papa ambil ajah,nanti aku yang bayar
" hmm,gak deh "ucap aurel pura pura menolak karna dia tau harganya sangat mahal sekitar 200 an lebih
dirumah
"ibu aku pulang" ucap aurel saat sampai dirumah
"nak,kamu bawa apa?kenapa banyak sekali?" tanya sintha saat melihat aurel membawa sekantung plastik besar
"untuk persiapan camilah besok"
"hah!?untuk persiapan besok?" tanya sintha lagi dengan nada terkejut
"iya bu,tadi saya sudah membayar uang study tour aurel dan membelikan nya cemilan untuk besok" jawab ariq langsung
"plisss ya buuu bolehhh" ucap aurel memelas berharap ibunya memberi nya izin
"tapi nak" ucap sintha tidak yakin
"huh!!yasudah baiklah Aurel saya perbolehkan pergi" ucap sintha pasrah
"yeaaaaayyyyyy" ucap ariq dan aurel bersamaan sambil loncat seperti anak kecil.
melihat hal itu sintha hanya terkekeh pelan
"yasudah bu kalau begitu ariq pulang ya" pamit ariq sambil mencium tangan sintha
huh!mereka berdua sangat keras kepala,kalau gitu aku serahkan semuanya padamu suamiku,semoga kau bertemu dengan aurel di jakarta dan melindunginya "gumam sintha