The Boss Of A Mafia Girl

The Boss Of A Mafia Girl
Comeback To Jakarta



Hari keberangkatan........


Pukul jam tujuh kurang 15 menit pagi ariq sudah bersiap siap menaruh barang barang bawaan nya ke dalam bagasi mobil dibantu oleh pak taqin yang adalah supir pribadi ariq.setelah selesai memasukkan barang bawaan nya ke dalam bagasi,pak taqin langsung membawa mobil ke rumah aurel.mobil yang akan mereka kendarai adalah mobil alphard karna agar nyaman saat di perjalanan.



Ariq pun sampai di rumah aurel....


Terlihat dari dalam mobil bahwa aurel sedang sibuk memakai sepatunya sampai tidak menyadari mobil ariq yang datang.


ariq pun turun dari mobil dan langsung menghampiri aurel yang sedang sibuk dengan sepatunya itu.


Melihat aurel yang tidak menyadari keberadaan nya ariq langsung berjongkok dan mengikatkan tali sepatu aurel,aurel yang melihat hal itu pun langsung tersontak kaget dan dengan tidak sengaja menendang dada ariq hingga terjungkir kebelakang.


Ariq yang tengah fokus membantu mengikat sepatu aurel tidak menyadari pergerakan aurel hingga tidak sempat menghindar dari tendangan aurel dan tersungkur ke belakang


"Awwww" Ucap ariq meng aduh kesakitan.aurel yang tidak sengaja menendang ariq langsung menolong ariq dan langsung meminta maaf


Ibu aurel yang baru saja keluar dari rumah yang melihat ariq tersungkur kebelakang sangat terkejut dan langsung membantu ariq untuk bangun,begitu juga dengan pak taqin yang baru saja turun dari mobil dan melihat ariq tersungkur kebelakang langsung berlari menghampiri ariq.


Melihat semua orang yang begitu panik melihat dirinya yang padahal hanya sakit ringan saja dan tidak terjadi apa apa pada dirinya langsung menenangkan mereka


"Sudah sudah,tidak usah panik ini hanya sakit ringan saja" Ucap ariq


"Nak ariq apa ada yang luka,sini ibu obati atau kamu mau beristirahat dulu sebentar di dalam,atau kamu mau keberangkatan hari ini di batalkan saja?jadi kamu bisa menyembuhkan luka mu terlebih dahulu baru kita akan berangkat besok" Ucap sintha panik


"Iya tuan ariq bagaimana keadaan anda,apa anda mau beristirahat dulu dan berangkat besok saja?saya takut jika anda terluka tuan besar akan marah nanti" Ucap pak taqin yang juga ikut ikutan panik


"Ariq,,,maafkan aku,aku sungguh tidak sengaja menendangmu tadi karna aku sangat terkejut melihatmu yang tiba tiba saja datang tanpa suara dan langsung memegang sepatuku" Ucap aurel dengan merasa bersalah


"Hahhahahahahahha" Melihat mereka semua yang nampak panik hanya karna sakit ringan Ariq tertawa dengan terbahak bahak hingga melupakan sakit bekas tendangan aurel tadi.melihat ariq yang tertawa dengan terbahak bahak semua yang ada disana hanya menatap dengan terheran heran


"Kenapa?" Tanya sintha,aurel,dan pak taqin serempak sambil mengernyitkan dahi,pasalnya tendangan aurel tadi lumayan kencang hingga mampu membuat ariq terjungkir kebelakang


Melihat mereka yang tampak kebingungan dengan tingkahnya,ariq langsung menghentikan tawanya


"Sudahlah ini hanya luka kecil,kalian tidak perlu panik sampai segitunya,lagi pula itu hanya sakit sebentar lama lama juga hilang" Ucap ariq sambil terkekeh pelan yang membuat sintha,aurel,dan pak taqin merasa lega


"Tapi..." Ucap aurel namun langsung dipotong oleh ariq


"Ini semua bukan salahmu,memang aku yang salah datang datang tanpa memberitahumu dan langsung menyentuh kakimu" Ucap ariq sambil tersenyum simpul


"Sudahh jangan khawatirkan aku,ayo kita berangkat" Ucap ariq semangat


Ayoo sekarang kita siap siap berangkat" Ucap ariq dengan semangat dan langsung berdiri membawa barang barang aurel,dan langsung dibantu sintha dan aurel lalu di masukkan ke dalam bagasi mobil.


Ariq duduk di samping pengemudi yaitu pak taqin,sedangkan aurel dan sintha duduk di bagian tengah.dan bagian belakang dipenuhi dengan barang barang bawaan😅


Mereka pun berangkat dengan suka ria kecuali ibu aurel yang raut wajah nya terlihat khawatir.


"Apakah ini pilihan yang tepat untuk dirimu nak,,,ibu sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada dirimu lagi" Gumam sintha dalam hati


"Ada apa bu?kenapa raut wajah ibu terlihat khawatir seperti itu?" Tanya aurel bingung


"Nak aurel..kamu harus janji ya jika nanti di jakarta ada sesuatu yang akan terjadi,jangan marah dan pergi meninggalkan ibu ya nak" Ucap sintha sambil terisak


"Eh?ada apa memangnya bu?kenapa seperti ini?" Tanya aurel tambah bingung


"Haish...baiklah bu,walaupun sesuatu terjadi nanti aku akan terus menyayangi ibu dan tidak akan pernah marah atau meninggalkan ibu" Ucap aurel sambil memeluk sintha


Ariq dan pak taqin yang menyaksikan itu hanya bisa diam melihatnya sambil tersenyum.


Sampailah mereka di jakarta


"Kita akan kemana nak ariq?" Tanya sintha,dia berpikir mana mungkin mereka ke rumah nya yang dulu


"Aku akan membawa kalian ke rumah orangtuaku,kalian tinggal lah di rumah untuk beberapa hari"ucap ariq menjelaskan


"Hah?tinggal dirumahnya,bagaimana mungkin aku tinggal disana,jika gleen dan pricillia melihatku itu pasti gawat"gumam sintha dalam hati


" Eh bu...kenapa melamun?"tanya ariq dan aurel bersamaan


"Ah..jangan tinggal di rumah ariq,itu pasti akan merepotkan keluarga kalian nak ariq,ibu tidak ingin menjadi beban" Ucap sintha mencari alasan


"Umm,,,tapi..." Ucap ariq namun langsung dipotong oleh sintha


"Ibu mohon.." Ucap sintha memohon


"Haish...baiklah kalau begitu,aku akan memesankan hotel saja untuk kalian."


Mereka pun segera menuju hotel


Namun saat akan menuju hotel tiba tiba saja mobil ariq dihadang oleh 3 laki laki penjahat atau bisa dibilang mafia dengan memegang senjata tajam seperti pisau kecil sebanyak lebih dari 5 buah yang terlihat sangat tajam .


"Keluar kalian!jika tidak aku akan melemparkan pisau pisau tajam ini kepada kalian!!" Teriak salah satu mafia diantara mereka


Melihat hal itu pun pak taqin langsung menghentikan mobilnya


Sintha terlihat panik takut terjadi sesuatu kepada aurel,dan menarik tangan aurel agar tidak keluar dari mobil,namun aurel meyakinkan sintha untuk tidak perlu khawatir.


Yang pertama keluar adalah ariq lalu di ikuti oleh aurel dan sintha.namun saat melihat aurel keluar dari dalam mobil,para mafia itu pun gemetaran ketakutan


"Eh?bukan nya mereka para mafia yang waktu itu menyerang kita rel?"ucap ariq kepada aurel


" Ah iya benar,mereka masih berani menyerang kita yah "ucap aurel sinis


" Hei!untuk apa kalian kembali menyerang kami!!apakah pelajaran waktu itu belum cukup?"ucap aurel lantang yang membuat siapa pun gemetar ketakutan


Melihat hal itu ariq dan pak taqin terheran heran,kenapa tiba tiba saja aurel berubah 180 derajat dari biasanya


"Amm..punnn...kami tidak akan mengganggu kalian lagi,kami akan pergi" Ucap salah satu dari mereka yaitu si boss nya


Mereka bertiga pun segera pergi meninggalkan ariq dan yang lainnya


Ditempat lain


"Ah sialan,ternyata perempuan itu lagi,pukulan nya waktu itu saja masih sakit sekali" Ucap para anak buah itu mengeluh


Comeback to jakarta? kenapa gak comeback ke hati aku ajah, ada aku disini yang selalu membuka hati untuk kamu:)


#emang dikira hati pintu😂