
Ck ck sepertinya ada yang membicarakan ku" Ucap pria misterius itu yang tidak lain adalah fedro.dia adalah ketua geng masteregend bos mafia terkejam pertama ,setelah menggantikan kedudukan hilangnya seorang mafia wanita pertama yang menduduki ketua mafia terkuat dan terkejam dari mafia lain nya.yang membuat ketua mafia perempuan itu menghilang selama beberapa tahun tidak lain adalah siasatnya fedro yang iri akan kekuasaan.
Sontak saja para mafia kecil itu terkejut dan langsung menoleh ke belakang,dan langsung duduk bersimpuh meminta ampun kepada fedro.
"A..mm..puuunnn bos besar,saya tidak bermaksud begitu" Ucap bos mafia kecil itu sambil bergetar ketakutan
"Cihh bukan nya tadi kau bilang,tidak takut kepada ku,mengapa sekarang kau demetaran dan duduk bersimpuh di depan ku" Ucap fedro dengan tatapan mata yang tajam
"A,,kk,,uuu tadiii hanya asal bicara saja,maafkan saya bos besar" Ucap bos mafia kecil itu
"Hah!yasudah lah itu tidak penting,sekarang kita bahas dulu apa yang tadi ingin kau sampaikan kepada ku" Ucap fedro dengan tatapan mengintimidasi
"Itu bos besar perempuan yang waktu itu bos besar suruh membunuhnya ternyata masih hidup" Ucap bos kecil itu dengan posisi tetap berduduk simpuh
"APAAA!!!bagaimana mungkin itu bisa terjadi apa kau sedang membual hah!! bukankah waktu itu kita telah membunuhnya dengan luka yang ada ditubuhnya yang sebanyak itu dan kepala nya juga sudah terbentur keras bagaimana mungkin masih bisa bertahan hidup" Ucap fedro terkejut dengan nada yang tinggi dan tidak percaya dengan apa yang diucapkan anak buah kecil itu
"Benar bos besar,saya tidak berani berbohong kepada anda,buktinya saya tadi telah berkelahi dengan nya"ucap bos kecil itu
" Aku masih belum percaya,kau harus memberitahuku bahwa kau benar benar bertemu dengan perempuan itu,jika kau tidak bisa memberitahuku dia benar benar masih hidup akan ku bunuh kau hidup hidup"ucap fedro mengancam dengan tatapan tajam yang membuat bos kecil itu menggigil ketakutan tak bergeming.
"Ayo semuanya kita pergi,dan jangan lupa cari perempuan itu diseluruh penjuru kota ini" Perintahnya kepada anak buah mafia geng masteregend
___________________
Di ruang pasien ariq
"Aurel aku ingin bertanya kepada mu" Ucap ariq yang masih berbaring diatas ranjang sambil melihat aurel di samping kasurnya yang sedang menemaninya.
"Ah?kau mau bertanya tentang apa?" Tanya aurel penasaran
"Bagaimana bisa kau tadi berkelahi dengan sehebat itu dan auramu sangat menyeramkan sekali" Ucap ariq yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi pasalnya aurel yang kelihatan nya sangat pendiam disekolah bagaimana mungkin bisa berkelahi dengan sangat hebat dengan para mafia itu.
"Ah aku juga bingung mengapa aku juga tiba tiba seperti itu,seperti ada yang aneh.aku berusaha keras berfikir tapi tetap saja aku tidak mengerti apa yang terjadi" Ucap aurel yang juga masih bingung dengan apa yang terjadi tadi
"Ah yasudah lah kau tidak perlu pusing pusing memikirkan nya,aku tidak memaksa mu untuk menjawab pertanyaan ku ini" Ucap ariq mengerti dengan keadaan aurel
"Hah!yasudahlah aku akan bertanya besok pada ibuku setelah pulang dari sini,sekarang kau tidak perlu memikirkan apa apa,istirahat lah tubuh mu masih banyak luka" Ucap aurel
"Baiklah,aku akan tidur,oh ya aurel bisakah kau tetap disini menemaniku,aku ingin kau ada disampingku" Ucap ariq memohon
Seketika jantung aurel berdegup kencang dengan apa yang diucapkan ariq "ba,,,baik,,lahh aku akan menemanimu,sekarang kau tidurlah" Ucap aurel sambil tersenyum manis
Aurel pun duduk di samping ranjang ariq dengan menggenggam tangan ariq
"Ariq,,entah mengapa saat di dekatmu aku merasa nyaman dan jantungku terus berdegup kencang apalagi saat kamu memintaku menemanimu dan berkata aku ingin kau ada disampingku dan aku merasa sangat marah saat engkau disakiti seperti tadi,mengapa aku tiba tiba bisa brutal seperti tadi?ingatan apakah itu yang terlintas di kepalaku?sepertinya aku harus memecahkan masalah ini."gumam aurel
Tok,,tok,,tok,,(suara ketukan pintu)
"Ah iya silahkan masuk" Ucap aurel dengan terburu buru menutupi tangan nya yang menggenggam tangan ariq dengan selimut
"Ah aurel,tadi kami pulang ke penginapan.besok kita sudah harus segera pulang,kami takut hal buruk seperti ini terjadi lagi,dari awal kita kesini banyak sekali penjahat yang ingin mencelakai kita,jadi kita harus buru buru pulang demi keselamatan kita." Jelas pak dwi
"Ah iya pak tapi saya masih belum merapihkan barang barang saya di penginapan,kalau begitu saya izin dulu pulang ke penginapan untuk merapihkan pakaian saya" Ucap aurel panik
"Sudahlah tenang saja,kami sudah menyuruh para osis untuk merapihkan pakaian kamu dan ariq,dan sebaiknya kamu jangan kemana mana,kasian ariqnya tuh sampe gak mau lepas gitu pegangan tangan nya,takut kamu gak ada di sampingnya" Ucap bu mirna menenangkan sekaligus menggoda urel.
Yang digoda malah diam dan mukanya sudah sangat merah seperti kepiting rebus
Tanpa aurel sadari ternyata ariq belum tertidur dan sengaja memperlihatkan tangan mereka yang masih berpegangan tangan
"Hahahaha,,,sudahlah mirna jangan menggodanya seperti itu lihatlah wajahnya sudah seperti kepiting rebus,dan kau ariq jangan terus berpura pura tidur kasian aurel,kami tau sedari kami datang kamu mengintip"ucap pak dwi sambil tertawa.
Aurel pun yang tadinya fokus berbicara kepada pak dwi dan bu mirna pun langsung menoleh kebelakang,dan melihat ariq yang tertidur sambil senyum senyum
"Hei!!!ariqqq!!!!!!bukan kah kau tadi bilang ingin tidur,dan juga kamu kenapa malah memperlihatkan tangan kita yang....." Ucap aurel kesal dan menggantungkan kata katanya
"Yangg,,,,,sedang berpegangan tangan" Ucap bu mirna menggoda lagi
Seketika muka ariq dan aurel pun memerah,dan aurel langsung buru buru melepaskan pegangan tangan nya dengan ariq
"Hahahhaa kalian ini,dasar anak muda.huh!aku jadi rindu dengan masa masa sekolah dulu" Ucap pak dwi dengan tertawa
"Hei sudahlah,,yang tua juga tidak kalah romantis" Ucap bu mirna sambil menggandeng tangan pak dwi
Seketika semua yang ada diruangan itu pun terkekeh
Tok,,tok,,tokkk,,,(suara ketuk pintu)
"Ah iya,silahkan masuk" Ucap pak dwi
Dan dokter pun langsung masuk kedalam kamar pasien ariq
"Permisi,saya akan memeriksa pasien" Ucap sang dokter
Dokter pun langsung memeriksa keadaan ariq
"Hmm,sudah agak lebih baik,hanya perlu mengganti perban saja,dan lukanya jangan sampai terkena air" Ucap dokter
"Ah apa besok ariq sudah diperbolehkan pulang?" Tanya bu mirna
"Sudah boleh pulang,tapi harus diperhatikan luka nya,dan jangan terlalu banyak bergerak" Ucap sang dokter
"Ah baik terimakasih dokter" Ucap ariq,bu mirna,aurel dan pak dwi serentak
Sang dokter pun hanya mengucapkan "sama sama"sambil terkekeh pelan