
Mereka berbicara santai dan pada saat itu pembicaraan mulai serius."Oh ya,bagaimana akhir-akhir ini masih aman-aman saja kan?." ucap Rara dengan serius."Beberapa waktu ini sih aman-aman saja gak ada yang mencurigakan." jawab Zean.
"tetapi kan ya,pas pada perjalanan aku menuju ke sini aku melihat beberapa dari mereka sedang nongkrong dan aku sedikit mengawasi mereka ya tidak ada yang mencurigakan sih tapi kita harus tetap waspada?!." ucap Shela.
"Aku kemarin lihat orang itu di Cafe,ya biasa aku dendam sama itu orang." sahut Fiona.
"Asalkan mereka tidak melakukan hal yang fatal dan memulainya duluan itu akan aman-aman saja,untuk selanjutnya aku serahin ke kamu ya Zean!." ucap Rara.
"Siyaaapp." bales Zean.
Tak lama kemudian Rara mendapatkan telepon dari adiknya yaitu Neo dia pun mengangkatnya "Iya hallo Neo ada apa?." ucap.Namun tidak ada jawaban dari Neo dan hanya terdengar tangisan isak dari telepon,Rara yang mendengar itu langsung panik dan menanyakan apa yang terjadi "Neo,Neo,neo apa ada yang sedang terjadi mengapa kau menangis!." tanya Rara yang khawatir dengan keadaan Neo.
"K-kak hiikksss....hiks kerumah sakit AFELA lantai 2 kamar no 25 sekarang." ucap Neo sambil diiringi tangisan.Belum sempat menjawab Teleponpun mati entah apa yang ada dipikiran Rara dia sangat panik dan khawatir.Dia langsung bergegas pergi ke rumah Sakit AFELA sambil di ikuti oleh Shela,Zean,dan Fiona,merekapun dalam perjalanan.
Sesampainya di rumah sakit Rara,Shela,Zean,dan Fiona pun langsung masuk dan pergi menuju Neo.Setelah di sana mereka bertemu dengan Neo di lorong rumah sakit dan Rara menghampiri Neo dan menanyakan apa yang terjadi "A-apa yang sedang terjadi,ada apa?." tanya Rara yang khawatir.
Sambil menangis Neo berbicara "K-kak hiksss...hikss R-Raja dia kecelakaan!." ucapnya dengan sesenggukan.Rara mendengar itu sangat kaget dan langsung ingin masuk ke dalam ruangan tersebut,akan tetapi saat ingin masuk tiba-tiba ada Dokter yang keluar dari ruangan tersebut.Saat melihatnya dia langsung menanyakan bagaimana dengan keadaan Raja "D-Dokter,b-bagaimana keadaan adik saya dia baik baik saja kan tidak parah kan dok lukanya???." ucap,dengan napas yang berat.
"Lukanya sedikit parah tapi kami berhasil mengobatinya dengan baik dan kedepannya akan pulih sendirinya,Tapi mohon maaf dia tidak sadarkan diri dan mengalami koma!!." jawab Dokter itu.
Semua yang mendengarnya langsung Shock,sedih dan tidak percaya apalagi dengan Rara dan Neo mereka sangat Shock mendengarnya.Tapi dari semua orang di sana apalagi teman temannya,mereka lebih khawatir dengan keadaan Rara.
"Dok,apakah saya boleh masuk kedalam?." tanya Rara.
"iya kalian boleh masuk dan menjenguk." jawab dokter itu.
Rara dan yang lainnya tanpa basa-basi langsung masuk dan menghampiri Raja yang sedang terbaring tak sadarkan diri,kesedihan mereka makin bertambah saat melihat Raja secara langsung penuh perban dari Kepala sampai kaki.
"R-raja,hiikkssshh...maafin aku karena gak bisa ngelindungin dari mereka hiiikkkssshhhh." ucap Rara sambil menangis sesenggukan.Setelah beberapa lama keadaan mulai kondusif,Shela melihat ke arah Rara yang setelah menangis tadi tetiba tidak ada suara dia khawatir sambil memanggilnya "Kak Ra,kakak yang kuat ya aku yakin Raja akan baik-baik saja,Kak Ra?!." ucapnya.Semua menoleh melihat ke arah Rara dan melihat dia yang sedang melihat ke arah Raja dan tampak Linglung,seperti orang gila,dan pandangan yang kosong.
Mereka yang melihatnya merasa sedih lagi,tetapi setelah itu mereka mengambil keputusan untuk membawa Rara pulang dan istirahat,"Biarkan aku dan Kak Fiona yang menjaga Raja kak." ucap Neo.
Shela langsung memapah Rara menuju mobil Zean dan pulang ke rumah Rara.Sesampainya di rumah mereka langsung masuk dan memasuki kamar Rara.
Tetapi Zean gak ikut masuk ke dalam kamar Rara yaa.
Shela yang masuk langsung duduk beserta Rara juga,tak berselang lama Rarapun tertidur dan Shela membaringkannya di kasur "Aku akan selalu di samping kakak dan akan membantumu kak,kamu tidak sendirian ada kami semua di sini." ucap dalam hati Shela dan mencium kening Rara.
Shela keluar dari kamar Rara dan menghampiri Zean yang sedang duduk termenung dan dia ikut duduk juga "Kak Zean,apa yang sedang kakak pikirkan?." tanya Shela.
"Huuffff,Kakak sedang memikirkan rencana apa yang harus kita lakukan untuk membalas atas apa yang mereka lakukan ke Raja." jawab Zean dengan muka penuh amarah.
Shela yang melihatnya juga dengan penuh amarah "Lebih baik kita harus bertindak cepat dan kita lakukan rapat petinggi dengan yang lain." ucapnya.
"Oke,aku akan melakukan pembalasan itu berkalikali lipat." ucap Zean.
"Aku akan mengumpulkan mereka Besok." ucap Shela.
Mereka berdua memutuskan untuk menginap di rumah itu untuk menjaga Rara agar tetap aman.
Ke esokan harinya dan sekaligus perkenalan.
Defisi 1.
Dipimpin oleh Haris Edward dengan posisi Pengintai dan sekaligus penyerang sekaligus dengan anggotanya,dia adalah teman Sepupu Rara lebih tua 2 tahun.
Defisi 2.
Dipimpin oleh Haisyam Edward dengan posisi Ahli menyamarnya dia sering masuk dan kamuflase ke dalam tim musuh untuk memata-matai sekaligus penembak jitu dengan anggotanya semua jago kamuflase,dia adalah adik dari Haris Edward.
Defisi 3.
Dipimpin oleh Ali Deoga Arc dengan posisi penjinak bom itu dilakukan oleh seluruh anggotanya,dia adalah teman dekat Rara juga.
Defisi 4.
Dipimpin oleh Vega Syillvia dan anggotanya sebagai penyerang akhir,dia berasal dari keluarga yang terkenal dibidang industri dan pemain Film antagonis.
Defisi 5
Dipimpin oleh Charlotte Haviano Gerga seorang perempuan yang ahli dalam model baju dan penyediaan senjata,dia berasal dari keluarga yang terkenal juga sekaligus seorang Model terkenal.
Setelah mereka semua berkumpul,duduk dikursi mereka ingin memulai rapat penting tersebut dan pada saat mereka ingin memulainya terlihat Rara yang tiba-tiba muncul dengan wajah yang dingin tanpa ekspresi dia langsung duduk dan memulai pembicaraannya duluan.
"Tolong lakukan rencananya dengan baik." ucap."Zean kau bisa memulainya." ucap Rara.
Zean hanya mengangguk.
Singkat Cerita setelah melakukan Rapat yang mamakan waktu yang cukup lama mereka pun selesai.setelah mereka selesai mereka langsung pergi dan bersiap siap menyiapkan pasukan masing-masing dan bergegas pergi melakukan pembalasan sesuai Rencana,mereka semua pergi dari rumah Rara.
Mereka melakukan perjalanan menuju tujuan,mereka sudah sampai tetapi mereka mengambil jarak sejauh 10 meter dari tujuan,dan mereka melaksanakan tugasnya masing-masing.
PENYERANGAN DIMULAI.
Serangan pertama dilakukan oleh Defisi 1 dengan dipimpin Oleh Haris dan mereka berhasil memjebol pertahanan musuh.Dan Rara menyusul defisi 1 dia langsung turun tangan untuk melampiaskan dendam dia,memukuli semua musuhnya.Dan tim penembak jitu Defisi 2 dengan dipimpin oleh Haisyam mereka berhasil membantu melumpuhkan mereka semua.
Defisi 1 dan Defisi 3 langsung masuk kedalam gedung untuk menghancurkan semuanya dan Rara langsung menuju ke ruang tujuannya itu yaitu tempat di mana Pemimpin Musuh itu berada dan benar saja dia langsung berhadap-hadapan langsung dengan musuh itu dan mereka 2 langsung berkelahi,tetapi bukan Rara namanya jika dia kalah dari musuhnya.dia berhasil menang dan membuat musuh itu lumpuh dan pertarungan selesai.
AUTHOR.
Jika kalian bertanya defisi 4 dan 5 ke mana kok gak muncul,mereka ditugaskan Rara untuk menjaga di sekitar dan mengepung gedung itu dan Defisi ini ditugaskan untuk menetralkan keadaan supaya tidak bahaya dampaknya ke sekitar.
END Author.
Setelah pertempuran berakhir mereka semua langsung membawa musuh tersebut ke Pihak seharusnya dan pemimpinnya.Dan mereka semua pergi dari sana.Rara,Shela dan Zean pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Raja.
Bersambung......