The Beginning Of All

The Beginning Of All
HARI KE 2



Dari belakang ada yang menghampiri mereka berlima.


"Nampaknya kalian bahagia sampai tertawa terbahak-bahak begitu." ucapnya.


Mereka berlima menoleh ke belakang"Eh Papa,Mama hahaha." ucap salah satu dari mereka.


Papa Wang,dan Mama Yue juga ikut duduk bersama mereka"bagaimana Pa,Ma liburannya?." tanya Cici menggoda Orang tuanya itu sembari muka yang cengar-cengir.


"Yah seru lha kan ada kalian juga jadi tambah seru." ucap Papa Wang tersenyum malu mendengar pertanyaan dari anaknya tersebut.


"Hahahaahaa." tawa mereka yang bahagia.


Dikarenakan waktu udah sore jam 04:12 WIB mereka langsung beranjak pergi dari sana dan pergi menuju ke sebuah penginapan yang lumayan besar yang sudah di sewa tadi cukup buat mereka bertujuh.


Setelah itu mereka bergegas mandi dan ganti baju masing-masing untuk bersiap makan malam,Singkat Mama Yue tengah memasak untuk mereka,Papa Wang yang sedang berada di depan TV dan telfonan.


Yang lainnya sudah selesai mandi dan juga berganti baju,ada yang menuju ke dapur untuk membantu Mama Yue menyiapkan makan malam,dan ada juga yang ke ruang TV bersama Papa Wang.


tetapi terkecuali Fen Si dan Rara mereka masih berada di lantai 2 yang ada kolam renang,akan tetapi mereka tidak berenang mereka berdua berdiri di sana melihat Sunset/matahari terbenam yang sangat indah berwarna orange menyala dan suasana yang sangan nyaman.


"Ra." ucap Fen Si.


"Iya kak ada apa?." jawab Rara.


"Kakak mau kamu janji satu hal sama kakak dan kami semua!." ucap Fen Si.


"Janji?maksudnya??." tanya Rara yang bingung.


"Huuuff." hela Fen Si.


"Kakak mau kamu janji tidak pernah ninggalin kita semua jangan pernah kamu hianati kami aku harap kamu menyayangi kami semua termasuk Papa sama Mama,jangan bikin kami membencimu,dan juga disaat suatu hari nanti jika kami menyakiti mu dan membuatmu kecewa terhadap kami kakak harap kamu dapat memaafkannya,dan kami semua sayang kok sama kamu." ucap Fen Si.


Rara seketika diam mendengar itu dan tak lama kemudian.


"Iya,kak aku janji,tetapi kakak juga harus janji satu hal sama aku!." jawab Rara,dan pintanya.


"Apa?." ucap Fen Si sambil tersenyum.


"Sama hal nya seperti yang kakak katakan,tetapi sebelum itu apakah pada saat kedepannya dan pada saat itu apakah kakak akan masih mengingat janji kakak yang kakak katakan?." ucap Rara.


"mungkin...Hmmm..jika kakak lupa kamu bisa bikin kakak ingat dan juga jika kakak mengingkari janji kakak kamu boleh kok anggap semua janji itu tidak pernah ada." ucap Fen Si.


Rara yang mendengarnya sedikit ragu-ragu untuk mengucapkan janjinya,namun entah mengapa dia tiba-tiba yakin jika dia harus mengatakannya "Baiklah,aku akan mengatakannya.....jika pada suatu hari nanti jika aku membuat kesalahan besar dan itu membuat kalian semua benar-benar membenciku sampai-sampai tidak ingin melihatku...kalian boleh jadikan orang lain sebagai pengganti diriku,aku yakin orang itu akan lebih baik dari diriku dan juga,aku ingin barjanji jika aku tidak memilih kalian aku harap kalian membenciku." ucap Rara dengan tersenyum.


Fen Si terdiam mendengarnya karena dia berpikir yang adiknya katakan itu seperti tanda-tanda yang mungkin bisa terjadi,dan dia hanya mengiyakannya "Oke,kakak janji." ucap Fen Si,dan mereka menyilang gandengkan jari manis mereka.


"Kakk,Adeekk,dipanggil mamah disuruh ke bawah buat makan malam." kedengaran Cici yang memanggil mereka berdua.


Mereka berdua yang mendengarnya menjawab "Iyaaahhh segera ke sana." ucap Rara dan Fen Si.Mereka lekas turun ke bawah dan menuju ke meja makan dan duduk.Singkat cerita waktunya mereka tidur.


PENGATURAN TEMPAT TIDUR.


Fen Si dan Aabby.


Cindy dan Rara.


Dan Cici yang sendirian karena dia yang ingin.


Dan yang jelas Papa Dan Mama.


"Apa maksud yang kau katakan?!." seseorang.


................


Pagi telah tiba mereka mandi dan segera berganti baju dan menuju ke pantai,liburan mereka tinggal 1 hari dipantai karena mereka nanti sore akan pulang.mereka menghabiskan waktu bersenang-senang di sana terlihat Fen Si dan yang lainnya terkecuali Cici sedang bermain-main,bersenang-senang,dan saling kejar-kejaran.


Di keadaan Cici dia terlihat sedang memandangi Rara dalam hatinya dia berbicara "Apa maksud perkataanmu dan mengapa kamu mengatakan itu,terlihat dari ekspresimu yang sebenarnya sedang menahan tangis kan?itu seperti kata-kata terakhir tahu gk sih,aku merasakan firasat buruk dari kata-katamu itu." ucapnya dalam hati.Dia terus melamun memandangi Rara.


Rara yang menyadarinya jika Cici melamun melihat kearahnya,dia langsung menghampiri kakaknya itu.


"Heeee kakak." ucapnya Rara.


Cici terkaget mendengarnya "I..iiyaahh....ada ap?." ucapnya.


"Kakak mengapa melamun,mikirin apaan?." tanya Rara.


"Enggak kok,gak mikirin apa-apa gak tahu kok melamun tiba-tiba." ucapnya beralasan kepada Rara.


"Hadeeh..lain kali jangan begitu lagi,bikin orang khawatir saja takutnya kamu ada masalah,...lain kali baca doa jangan melamun." ucapnya kepada Cici sambil terkekeh.


"Iihh kamu ya." ucap Cici sambil tersenyum dan mengelus-elus kepala Rara*.


"Yaudah ayo kita main sama mereka." ucap Rara.


Mereka bermain kejar-kejaran seperti anak kecil dan iseng-iseng mereka pergi ke air pantai untuk menangkap ikan.


Diposisi Papa Wang dan Mama Yue mereka melihat dari bawah pohon kelapa sambil berteduh menggelar karpet dan terdapat makanan di atasnya seperti Ikan bakar,kepiting sambal balado,jagung bakar,seafod lainnya tak lupa juga sayur-mayur.


Mereka lelah dan mereka pergi ke Paman dan Mama untuk beristirahat dan makan-makanan yang ada di sana.Pada saat sedang makan mereka lupa jika tak ada minum di sana lantas Rara berinisiatif dirinya yang akan pergi untuk membeli minuman "Pa,Ma aku pergi bentar yah mau beli minum kan soalnya gada." ucapnya.


"Oh iya,jangan lama-lama ya." ucap Mereka berdua.


"Oke." jawab Rara.


"Eh..ikut dong." ucap Cindy tiba-tiba.


"Ehe..Yaudah ayo." jwab Rara.


Mereka beranjak pergi ke toko di sana dan juga melihat banyak barang yang di jual di sana seperti miniatur dari kayu,topeng dan yang lain-lainnya.


Mereka berdua menghampiri sebuah toko di sana yang terdapat banyak jenis minuman dan mereka mengambil air putih AKAWA di sana dan membayarnya "Pak Agus,ini pak uangnya,untuk kembaliannya bapak ambil saja." ucap Rara,dia membeli 7 botol minuman AKAWA di tokoh itu.mereka beranjak pergi dari sana dan diperjalanan ada yang menghampiri Rara "Lo Pak Yanto,apa kabar!." ucap Rara.


"Kabar baik non,non?." ucap Pak Yanto.


"Baik juga Pak." jawab Rara.


"Oh iya pak ada apa?." tanya Rara.


"Ini non anak saya mau minta foto sama non,boleh kan?." tanya Pak Yanto.


"Boleh pak." ucapnya dengan senang hati menerima.


"Kakak-kakak." ucap seorang anak kecil bernama Danzo.


"Iya dek,kok lucu sih,sini foto sama kakak." ucap Rara.


Dengan bersemangat Danzo dan Rara berfoto tanpa berpikir jika Cindy bersama mereka,terpaksa Cindy hanya bisa menunggu mereka,tak lama Rara dan Danzo selesai berfoto "Terima kasih ya non,sudah mau berfoto sama anak saya." ucap Pak Yanto.


"Iya Pak sama-sama." ucap Rara.


Setelah itu Pak Yanto dan Danzo anaknya pergi dari sana.


Setelah itu Rara langsung mengaja Cindy untuk segera balik.


Sesampainya di tempat mereka memberikan minuman kepada mereka yang menunggu mereka karena sedikit lama.


Mereka semua minum dan melanjutkan makan,"Huufff tadi kamu lama sangat aku saja dikacangin." ucap Cindy bete.


"Hehehe maaf ya." ucap Rara meminta maaf.


"iya gapapa kok." ucap Cindy.


"memang tadi ngapain saja kok lama gitu?." tanya Fen Si.


"Itu tadi Rara diajak foto sama anak kecil tadi dan dia mau saja,dilihat juga dia suka sangat sama anak kecil ya jadi nungguin deh." ucap Cindy.


"Owallah." ucap Aabby tengah mengunyah makanan.


"Sesuka itu ya sama anak kecil." tanya Mama Yue.


"Iya,Ma soalnya keinget dahulu saja waktu aku kecil juga pernah minta foto sama seseorang yang terkenal dan orang itu juga mengiyakannya dengan senang hati jadi aku terinspirasi dari orang itu buat kalau ada orang yang mengajak dengan baik-baik ya kita harus baik-baik juga." jawab Rara.


"Ouh begitu,kalau begitu Papa,Mama bikin lagi saja buat Rara." ucap Aabby.


"He..e..e..mulutnya sudah lanjut saja makannya orang belum abis itu." ucap Papa yang malu mendengarnya dan Juga Yue tersipu malu.


Anak-anak mereka hanya tertawa melihatnya.


Singkat cerita waktu sudah Sore menunjukkan pukul 05:50 WIB mereka segera packing barang-barang mereka dan segera pulang menuju rumah.


"Aku akan mengingat ini semua." ucap Rara dalam hatinya saat dalam perjalanan menuju rumah.Dia ketiduran di mobil saking lelahnya dan dia bersandar di bahu Cici.


"Lelap tidurnya." ucap Papa.


Mama mengangguk tersenyum.


...----------------...


Tambahan Plot:Cici saat mau memanggil mereka untuk makan ia sempat mendengar percakapan Antara Fen Si dan Rara ia menguping dan mengetahuinya.


BTW Yanto ama Agus kalian boleh skip pada waktu itu.


...Bersambung..........


Jangan Lupa Like,Coment,and Subscribe Guys biar Thor Semangat. And Thanks For.