The Beginning Of All

The Beginning Of All
HARI 17 AGUSTUS



Singkat Bulan telah berganti yang awalnya bulan Mei,dan sekarang bulan Agustus tanggal 17.Pada umumnya pastinya ada Karnaval dimana pada tanggal itu semua memperingati Hari kemerdekaan Indonesia.Seperti pada tema yang sudah di bicarakan 3 bulan yang lalu.Tema Dayak sudah di tetapkan untuk Karnaval kali ini di kelompoknya.


Rara sudah memesan seorang ahli perias dan kostum juga telah disiapkan,Rara segera pergi ke Salon untuk merias dirinya."Pa,Ma kan hari ini aku ada acara 17 agustusan jadi aku mau izin buat pergi ke salon sebentar ya sama itu,kalian tidak mau lihat Karnaval?." ucap Rara.


"Oh iya Ma kan hari ini tanggal 17 agustus." ucap sahut Aabby.


"Acaranya lewat depan rumah kita tidak?." tanya Aabby.


"Lewat kok." jawab Rara.


"Kamu di urutan berapa?." tanya Papa.


"Kalau tidak salah di urutan 18 lupa lupa inget soalnya." ucap Rara.


"Memang temanya apa punya kelompok kamu?." tanya Mama.


"Ada nanti kalian lihat." jawab Rara sambil tersenyum riang..


"Ya sudah hati-hati ya." ucap Mama,Papa.


"Oke Ma." ucap Rara.


 


KARNAVAL.


 


Rara beranjak pergi dari rumah dan menuju ke salon.Singkat cerita karnaval sudah di mulai banyak sekali penjual dan para masyarakat yang menonton di sana,acara sangat meriah ada berbagai macam tema budaya,dan berbagai hal lainnya.Dimulai dari urutan ke 1 sampai 40.


Tibalah urutan ke 18 di mana Rara terletak dibagian tengah barisan tengah,tampangnya memakai baju dayak sangat cantik,dan menarik perhatian,dan di sana ada penampilan di mana akan adanya pedang yang disayatkan ke tubuh tidak mempan,dan berbagai gerakan,dan jogetan lainnya.


"Ma,Pa,kalian itu Rara." ucap Cindy.


Aabby dan lainnya melambai-lambai ke arah Rara.Mama,Papa dan lainnya menghampiri Rara untuk berfoto dengannya sebagai kenang-kenangan."Cantik sekali adik kakak." ucap Fen Si.


"Iya,keren sangat kamu." ucap Cici.


Aabby fokus melihat-lihat kostum yang digunakan oleh Rara dan Cindy yang melongo melihat kecantikan Rara yang sangat Cantik.


"kamu tidak lelah?." ucap Fen Si.


"Enggak,malah senang kalau kayak begini." ujar Rara.


"Nanti kamu pulangnya di jemput Papa ya." ucap Mama.


"Iya Ma nanti aku share lock tempatnya." jawabnya.


Setelah itu mereka kembali ke pinggir karena sudah waktunya terus berjalan,"aku senang dan bahagia hari ini." ucap dalam hatinya Rara.


Setelah itu acara Karnaval sudah berakhir sampai jam 18:00 Sore.Papa menjemput Rara yang sudah mengirimkan tempatnya,dia pun berangkat.


setelah berlama-lama kemudian Papa dan Rara sudah sampai di rumah dan mereka masuk dan sudah di sambut dengan yang lain"Eh Rara." ucap Cindy.


"Lelah badan pegel-pegel." jawabnya.


"Sayang,kamu bersih-bersih dahulu nanti langsung makan habis itu istirahat."ucap Mama yang ada di dapur.


Mereka semua duduk terkecuali Rara dia bergegas pergi kekamar dan membersihkan dirinya.


Tak lama kemudian dia selesai bebersih dan segera turun ke bawah dan menuju ke dapur,duduk dan makan dengan yang lain,setelah selesai makan Rara menuju ke ruang tv "Hadehh,lelah sangat." ucap keluhnya sembari menggerak-gerakkan dan memijat tubuhnya.


Fen Si,dan lainnya juga ikut duduk di ruang tv."Mama,Papa tidur dahulu ya kalian jangan tidur larut malam." ujar Papa.


"Iya Pa." ucap mereka.


"Dan Fen Si,Cici kalian pijatin itu adiknya kasihan pegel-pegel semua badannya." ucap Mama.


"Iya nih aduh sakit sangat kayaknya tidak bisa gerak aku." ucap Rara tiba-tiba.


Mama Papa hanya bisa tertawa melihat tingkah laku Rara dan mereka menuju ke kamarnya.


"Aduh..aduh..." ucap Rara.


"Krakk." bunyi tulang sendi Rara.


"Nih anak bener-bener ya." ucap Fen Si dan Cici sambil geleng-geleng kepala.


"Sini kakak pijitin." ucap Fen Si.


"Gak,gak becanda doang." ucap Rara.


"Sudah sini." ucap Cici.


"Beneran?." tanya Rara memastikan.


"Enggak."


"Ya iyalah." ucap Cici.


Rara duduk di samping Cici dan menghadap ke samping dan meluruskan kakinya,dan mereka berdua mulai memijat bagian tubuh Rara,dengan Cici memijat kaki adiknya itu,dan Fen Si memijat pundak dan kepala.


"Wah,enak sangat punya Kakak dua orang nih serasa seperti surga dunia." ucap Rara yang merasa enakan.


"Surga dunia surga dunia." ucap Fen Si.


"Heem,enak ya." ucap Aabby dengan tertawa kekeh.


"begitu dong jadi kakak tuh harus manjain adeknya." ucap Aabby tawa terkekeh.


"Oke aku manjain." ucap Cici 😑.


Tak tersadar Rara ketiduran dan bersandar ke tubuh Fen Si.


...Bersambung.......