The Beginning Of All

The Beginning Of All
Di Mansion



Semua sudah berkumpul di sana,ternyata Eoma sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 65 tahun semua bahagia di sana dan bersenang-senang mereka ngobrol dan sebagainya.


-Selang Beberapa Jam


Waktu sudah menunjukkan pukul 05:45 WIB sore dan perayaan ulang tahunya pun  berakhir ,tak Lupa Rara memberikan kado Eomanya berupa Baju,cincin,kalung,dan sepatu.


Dia izin berpamitan kepada semua orang di sana termasuk Eomanya untuk Pulang.


Rara sudah berada di luar rumah dan ingin pergi ke arah Motornya,akan tetapi tiba-tiba ada yang menelponya.


Dia mengangkatnya dan ternyata yang menelponya adalah detektif yang dia suruhnya.Zora memberi kabar kalau,"Non,Setelah kami selidiki orang-orang yang anda  maksud adalah Keluarga yang Berasal dari luar negeri kami kurang pasti dengan nama keluarga tersebut,tetapi setelah saya perhatikan kedua perempuan itu sangatlah mirip dengan nona." ucap Zora.


Setelah mendengarkan penjelasan Zora diapun mengucapkan terima kasih,"Terima kasih,sisanya sudah saya transfer."ucap Rara,mengakhiri pembicaraan tersebut karena takut ada yang mendengarnya dan dia bergegas menaiki motornya dan langsung pergi ke arah rumah.Saat di perjalanan dia merasa jika ada yang mengikutinya dan dia melirik ke Spion kaca motornya,dan benar saja ada banyak orang yang mengikutinya,rupanya mereka mengejarnya dengan maksud mencelakainya.


Dia pun mempercepat laju motornya karena tahu mereka menginginkan dirinya,akan tetapi ada satu motor yang berhasil menyeimbangi dirinya,motor tersebut langsung menyerempet motornya dan pada saat itu Rara terjatuh.


"Brakkkk.".


Dan badannya terguling dan terbentur tiang jalan.Tubuhnya penuh dengan luka tetapi luka itu tidak parah.Dia segera bangkit berdiri melawan mereka,dan berkelahi melawan mereka.Mereka berjumlah 10 orang tapi dia tidak gentar karena dia juga jago beladiri,akan tetapi dia sedikit kewalahan karena kondisi tubuhnya yang sekarang penuh luka lecet Rara sedikit merasa pusing dan pandangannya mulai memudar,dia jatuh.


Tiba-tiba dia merasa kalau orang yang dia lawan tumbang satu per satu.Dia merasa jika ada yang membantunya dan ada orang yang mengangkat tubuhnya dengan samar dia sedikit mengenali muka orang misterius tersebut.Orang itu tampaknya sedang berbicara kepadanya tetapi dia tak bisa mendengarkan orng tersebut dan dia pingsan di dalam gendongan orng itu.


POV


-Di Sebuah Rumah Orng Misterius.


Rara terbangun dari tempat tidur di dalam kamar yang sangat asing baginya dengan keadaan kepala pusing dengan luka yang sudah di Obati.Dia melihat keadaan sekitarnya dengan wajah bingung,"di mana aku?kenapa aku ada di sini?." ucapnya.Dia sadar akan hal yang terjadi padanya.Dia lekas beranjak bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajanya.Rara keluar dari kamar mandi.Pandangan dia tertuju dengan baju yang ada di sofa samping tempat tidur tersebut.


Dia berpikir kalau baju tersebut ada di atas sofa karena sengaja di letakkan dia bergumam,"Baju?apakah itu disiapkan untukku?." ucapnya.baju itu terlihat simpel dan tidak ribet.Dia pun mengambilnya dan berganti pakaiannya dengan baju itu.


Dia keluar kamar dan kaget dengan keadaan sekitar yang begitu terlihat mewah dan luas,dan dia segera menuju ke lantai bawah dengn maksud untuk memastikan jika dia berada di tempat yang aman.Sesampainya di lantai bawah dia berjalan ke arah ruang yang sepertinya itu adalah ruang keluarga.Di sana tidak terlihat siapa pun,akan tetapi dia kaget tiba-tiba ada yang berbicara "Kamu sudah bangun?!." ucap orang itu.Suara tersebut berasal dari dapur ruang makan.Dia pun Kaget sekagetnya.


Ternyata mereka adalah orang yang dilihat Rara waktu di Cafe.Mereka sedang berkumpul di meja makan.Dia bertanya,"Saya sedang berada di mana?siapa kalian?." ucapnya.Mendengar pertanyaan itu salah satu dari mereka menjawab,"Kamu sekarang berada di rumah kami di kota Bali,perkenalkan nama saya Wang ju kamu bisa memanggilku Paman Wang dan Istri Paman yaitu Ju Jing Yue dan ke empat putri Paman yaitu Zhao cini,Deng fen si,Cindy,dan Aabby.".Rara baru tahu nama mereka dan mengetahui jika nama perempuan yang mirip dengannya adalah Aabby dan Cindy.


Rara pun izin ke mereka untuk pulang kerumah,"Om,Tante saya izin pulang ya soalnya takut orang rumah pada mencari saya." ucap Rara.Mereka pun menawarkan Rara untuk sarapan terlebih dahulu,"Makan dahulu ya!kan kamu belum makan." ucap Zhao.Mendengar tawaran itu Rara pun menolak secara sopan dengan beralasan,"Maaf,tetapi saya sudah kenyang!." ucapnya,setelah mengatakan itu perutnya berbunyi


"Krlrgggrg.".


Mendengar itu jadi malu karena suara perutnya.Karena tidak ada pilihan lain perut juga keroncongan terpaksa pun menerima tawaran mereka.


Saat di meja makan Rara merasa canggung tak seperti biasa,dia merasa aneh dengan perasaannya saat ini,dia pun melanjutkan


makan malam dengan mereka.Sesekali melirik ke arah mereka entah mengapa dia merasakan hal yang membuat dia begitu bahagia ketika kumpul bersama mereka,dia baru sadar akan suatu hal,dia bertanya kepada Paman Wang,"Paman Wang,kalau boleh tahu apakah paman yang menyelamatkan saya?." ucapnya.


Rara sedikit kaget mendengarnya karena bisa nya dia pingsan di rumah orang yang tidak dia kenal sebelumnya.


Beberapa saat kemudian Rara menanyakan baju yang dia pakai kepada 4 perempuan itu "Kalau boleh saya tahu ini baju yang saya pakai milik siapa?." ucapnya


"Itu punyaku pakailah." jawab Aabby.


"Baik." ucap Rara.


Selang Beberapa lama kemudian makan malam sudah berakhir Rara berkata,"Yaudah Tante saya mau pulang dahulu ya takut kalau pulang kemaleman?!.".Tante Yue sebenarnya ingin dia menginap di rumahnya sambil menunggu sepeda motor yang dipakai Rara udh diperbaiki."Nama kamu siapa nak?." ucap Yue yang menanyakan nama Rara.


"Nama saya Rara Dirgantara Azrea Angelica,bisa di panggil Rara." ucapnya.


"Rara tante boleh minta satu permintaan sama kamu?." ucap Yue.


"Permintaan apa tante?asalkan itu bisa saya lakukan." ucap Rara.


"Apa kamu mau menginap di sini sembari menunggu motor kamu sudah di perbaikin,dan tante khawatir kalau kamu kenapa di jalan begini,kamu bisa minta izin ke orang tua kamu untuk menginap di sini?!." ucap.


Rara memikirkan tawaran itu.Setelah beberapa saat dia menyetujuinya lagian dia juga ingin mengetahui lebih dalam tentang keluarga ini."Baik tante saya akan menginap di sini." jawabnya sembari tersenyum.


Fen si menawarkan Rara untuk tidur 1 kamar dengannya,"Rara apakah kamu mau tidur di kamar denganku?." ucapnya."hmmmm,baiklah oke." jawabnya.Dia pun pergi ke ruang tv untuk menonton karena handphone dia lagi di cas.Tetiba ada suara ketukan pintu di luar,setelah di bukan ternyata ada beberapa teman Zhou ci main ke rumah.


Mereka pun masuk dan langsung duduk di depan ruang tv dan berpapasan dengan Rara,dan datanglah Aabby dan Cindy ke ruangan tv.Lantas teman-teman Zhou ci pun kaget melihat pemandangan Itu karena setahu mereka adik Kembar Zhou ci cuman ada 2,dan yang ada di depan mereka itu adalah Rara yang kebetulan sangat mirip dengan adik kembar itu.


Mereka bertanya-tanya,"Ne Zhou ci,siapa anak itu kenapa adikmu menjadi 3 kembar?!." ucap mereka. Zhou  ci pun menjawab"Entahlah." ucapnya.


Selang beberapa waktu,jam tidur pundatang,Rara yang sedang di dalam kamar Fen si pun menunggu Kak Fen si datang ke kamar,tak menunggu waktu lama dia datang.Dia berniat ingin meminjam piama ke kak Fen si "Kak Fen si,apakah kakak punya baju tidur?.".Fen si menjawab"Ada!,apa ukuran itu pas denganmu?.".


"Mungkin." jawab Rara.


Fen si kemudian mengambilkan baju tidurnya "Ini ada coba kamu pake!.".Rara pun mencobanya tetapi dia kesulitan memakai bajunya karena tubuh dia masih sakit untuk leluasa bergerak.Fen si yang melihatnya merasa kesulitan memakai baju membantu Rara memakaikannya.


Setelah Selesai mereka tidur di kasur.Rara tidur dengan nyenyak karena dia lelah dan badannya belum sepenuhnya pulih.Fen si yang melihatnya tidur dengan nyenyak pun tersenyum melihatnya,"Anak ini begitu imut wangi,dan cantik apakah kau itu dia?!!." ucap batin Fen si.Dia pun mencium kening Rara dengan lembut dan mengelus elusnya.Mereka berdua pun tidur dengan nyenyak.


-Keesokan Paginya.


Fen si terbangun dari tidurnya dia tidak melihat Rara di sampingnya,"Mungkin dia sudah di bawah." ucapnya,dia beranjak dari kasurnya dan pergi ke kamar mandi untuk Mandi.


Setelah itu di keadaan Rara dia berada di dapur bersama Tante Yue,dan yang lainnya.


......Bersambung..........