
POV Fiko.
Terlihat Fiko yang sedang berada di sebuah taman,dan dia sedang bermain ayunan."Huh,hidup gini gini aja,uang aku punya,cakep udah,baik udah yang belum tinggal pasangan nih haim." ucap Fiko,mengeluh.
Di saat dia sedang meratapi nasibnya,tak lama kemudian dari arah jauh terlihat wanita yang sangat cantik,putih,tinggi,dan terlihat dia sedang duduk,seumuran dengan Fiko.Lantas Fiko yang melihatnya langsung bersemangat lagi untuk hidup dan dia langsung menghampiri wanita itu.
Fiko berlari ke arahnya.Dengan nafas yang tidak teratur dia berbicara kepada wanita itu.
"Permisi." ucap Fiko.
"Iya,kenapa sepertinya kamu habis berlari." ucap wanita itu.
"Kenalin nama aku Fiko." ucapnya dengan tersenyum.
"i-iya,aku Gracia." ucap wanita itu yang bernama Gracia.
"Oh iya,ngomong-ngomong kamu ngapain disini sendirian?." ucap Fiko,bertanya kepada Gracia.
"Ini lagi menemani adik aku main,dan kamu ada urusan apa di sini?." ucap Gracia,dengan bertanya.
"Gak ada urusan apa-apa kok,tadi cuma main ayunan terus liat kamu jadi aku samperin." ucap Fiko.
"Wow." ucap Gracia sembari menunjuk dirinya.
Fiko mengangguk."Oh iya boleh aku temenin gak?." tanya Fiko.
"Hmm,boleh." ucap Gracia menerima tawaran Fiko.
Fiko duduk di samping Gracia."Gadis ini sopan,baik,ramah,dan dia terlihat lembut,anggun." ucap Fiko di dalam lubuk hatinya.
"Aku pikir dia cocok denganku." ucapnya lagi.
...----------------...
POV keadaan Fiona.
"Hahaha,Fiona Fiona lo tuh ya gausah macam-macam sama gua,gak seberapa kekuatan lo." ucap seseorang.
"Kalo lo sampai berani cerita sama orang lain,mati lo di tanganku." ucapnya lagi.
"Ayo pergi,tinggalin aja di sini,kalian berdua jaga dia jangan sampai lepas,atau kabur." ucap orang itu kepada bawahannya.
Di saat orang itu berjalan menuju pintur keluar Fiona yang sedari tadi tidak merespon apa yang di ucapkan orang itu langsung berkata,"Heii,mau kabur?." ucapnya dengan nada mengejek.
Orang itu terdiam dan menghentikan langkah kakinya."Rara mungkin tidak percaya sama omongan tentang lo,tapi apakah lo pernah percaya sama dirimu sendiri,jika dia masih peduli sama lo?." ucap Fiona lagi,dan lagi.
"Dan lo juga tahukan,jika lo seperti ini dia bakalan benci sama lo,dan mungkin lihat muka lo aja dia gak mau,ataukah jangan-jangan lo itu memang orang yang udah buat dia celaka,DAVIN MARGAHAKTA CLAVIER!!??." ucap Fiona dengan Senyum tipis.
Seseorang itu yang bernama Davin,dia langsung terdiam,dan tak lama kemudian dia langsung pergi dari sana."Penyesalan tidak datang dari awal Davin." ucap nya dalam pikirannya.
...----------------...
POV di keadaan Fiko.
Nampaknya Fiko,dan Gracia mulai dekat dan mereka saling tertawa dan bercanda begitu pula dengan adik laki-laki Gracia bernama Gracee.Di tengah-tengah kegembiraan itu Fiko mempunyai pikiran ingin menembak Gracia untuk menjadi pacarnya.
"Gracia." ucap Fiko.
"Iya,ada apa Fiko." jawab Gracia.
Dengan hati yang gugup,Fiko takut jika Gracia akan menolaknya.Dia tidak yakin ingin menembak Gracia.Dia berusaha mengumpulkan niat dengan sepenuh hati.
"Hem,kamu gak papa?." tanya Gracia.
"Eh,itu sebenernya.." ucap Fiko,gugup.
Bersambung...