
Rara tertidur selama 1 jam pada pukul 21:00 Raja membangunkan Kakaknya."Kakak bangun." ucap Raja."Hmmm iya." ucap Rara.
Rara bangun sebelum itu dia berdiam diri untuk mengumpulkan raga,setelah itu dia berdiri,dan berbicara kepada Neo,dan Raja."Kalian berdua,Kakak ada urusan sebentar kalian jaga rumah baik-baik ya nanti kalau kakak balik sampai ada yang berbeda awas saja kalian." ucap Rara,ke pada adiknya.
"Memang kakak mau ke mana sih?kok tiap hari sibuk mulu." ucap Neo.
"Pekerjaan Neo,Raja." ucap Rara 😌.
"Hmmm baiklah mau berapa lama?." tanya Raja.
"Mungkin 2 hari kakak akan pulang." jawab Rara.
"Oh oke siap kak." ucap Neo.
Setelah itu Rara berangkat dari rumah,sebenarnya dia buru-buru pulang ke rumah Mama,Papanya karena takut mereka khawatir bukan untuk urusan pekerjaan.
Setelah itu di keadaan rumah Yue,dan Wang,Fen Si dan Cici masih belum tidur mereka menunggu Rara yang tidak pulang-pulang di ruang tamu."ke mana sih tu anak,katanya pergi sebentar nyatanya lama." ucap Fen Si.
"Bikin orang khawatir saja,awas saja nanti kalau pulang aku marahin itu anak." ucap Fen Si.
"Mungkinkah dia tidak pulang." ucap Cici.
"Aku tidak tahu." ucap Fen Si.
Sementara itu Aabby,dan Cindy sudah tidur.Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu depan.
Cici dengan segera menuju pintu dan membuka pintu berharap Rara yang pulang,dan benar Rara telah sampai di rumah,pada saat itu Cici langsung menarik tangan Rara,dan membawanya ke ruang tamu."Eh." ucap Rara.
Rara duduk di sofa yang berhadapan dengan Fen Si,dan Cici yang berada di sofa samping.
"Kenapa malam!." ucap Fen Si.
Rara diam saja.
"Jawab!kenapa pulangnya malam?!." ucap Fen Si.
"Katanya sebentar." ucap Cici.
"Dari tadi pagi kamu perginya." ucap Fen Si.
Rara diam saja tidak menjawab mereka berdua karena Rara merasa takut melihat wajah kakaknya itu terlihat sedang marah.
"Tadi aku berkunjung ke rumah oma,setelah itu pada jam delapan,aku pergi ke rumahku,habis itu aku tidur sebentar di rumah,terus jam sembilan aku ke sini,begitu." jawab Rara.
"Beneran,gak aneh-aneh kan?." ucap Cici.
"Iya bener kak,ngapain juga bohong." ucap Rara.
Suasana hening dan mencekam Rara merasa gugup di sana.
"Pfffftttt...hahahahhahaha." suara ketawa Fen Si dan Cici.
"Hahaha,mukamu tegang banget sih hahahaa." ucap Cici.
"Iya hahaa gak usah tegang-tegang becanda doang." ucap Fen Si.
😐😑 "Aku kira beneran marah." ucap Rara.
"Sedikit sih,lagian juga kita khawatir sama kamu kalau ada apa-apa kan juga nanti bisa bikin Mama,Papa khawatir." ucap Cici.
Rara tersenyum.
"Oh iya kak Mama,Papa belum pulang?." tanya Rara.
"Katanya mereka pulangnya jam 23:00 nanti." jawab Kak Cici.
"Oh oke." ucap Rara.
"Ya sudah ayo istirahat sudah malam gak baik begadang." ucap Kak Fen Si sembari berdiri dari duduknya ingin beranjak pergi menuju ke kamar.
"Gak menunggu Mama,Papa dahulu kak?." ucap Rara.
"Sudah tidak papa mereka pulangnya malam jadi kita tidur duluan saja,tapi kalau kamu mau nunggu juga boleh." ucap Cici.
"Ya sudah mau tidur saja aku lelah soalnya." ucap Rara.Mereka segera menuju ke kamar masing-masing dan tidur.
Saat di kamar Rara segera berganti baju dan dia merebahkan tubuhnya ke kasur sama halnya seperti Kak Fen Si.Dan Mereka berdua tidur di sana.
Saat sebelum tidur Rara,dia sempat berpikir dia harus memilih siapa di antara kedua ini."Sulit bagiku untuk memilih salah satu dari mereka,aku tidak tahu kedepannya seperti apa,semoga baik-baik saja,dan juga bukan waktunya untuk memberi tahu siapa pun saat ini." ucap dalam Hati Rara dan dia tertidur.
...Bersambung........