
Cerita ini menceritakan tentang seorang anak perempuan yang berumur 14 tahun yang menjalani kehidupannya di sebuah keluarga yang kaya,dan berada.Anak ini bernama Rara Dirgantara Azrea Angelica anak yang genius dia sangat pandai dalam bidang akademik, dan non-akademik.Dia menjalani kehidupannya dengan baik.Keluarganya ada kaitannya dengan sebuah organisasi yang sangat misterius,dan pada usia muda Rara sudah mempunyai posisi yang paling di segani di organisasi tersebut.Kehidupannya berubah pada saat dia bertemu dengan sebuah keluarga.Pada saat itu dia harus menjalani kehidupannya yang penuh dengan kekecewaan,kekerasan,dan dia setiap hari selalu meneteskan air matanya.Dan dia bosan dengan semua yang terjadi padanya,dan memutuskan untuk..
Cerita di awali.
Pagi yang indah cahaya dipagi hari yang menerangi bumi.
Terbangunlah seorang perempuan dari tidurnya.Dia beranjak dari kasur dan berjalan menuju balkon rumahnya.
"Hoaaaaammm,heem Enak sangat tidurku seger." ucap perempuan itu.Dia menuju ke balkon untuk menghirup udara segar 2 menit di balkon dia bergegas mandi,dan berganti pakaian sekolah.
Setelah berlama di dalam kamar dia keluar dan segera menuju ke bawah untuk sarapan pagi.
Sesampainya di meja makan dia duduk bersama ke dua orang laki laki.Banyak makanan yang berada di atas meja.Mereka bertiga pun makan.
"Kak Rara." ucap,salah satu laki laki itu memanggil.
Nama perempuan itu adalah Rara Dirgantara Azrea Angelica anak yang cerdas dan ajaib bahkan di umur 14 tahun dia sudah mendahului anak normal seperti pada umumnya,di usianya dia sudah memegang 6 perusahaan salah satu dari perusahaan tersebut adalah milik mamanya.Tentu saja dia bekerja keras meraih itu semuanya.
Yang berbicara ke Rara adalah dua adik laki lakinya yang bernama Raja Dirgantara Leoca Valley,dan Neo Dirgantara Geza Veronica mereka berdua berusia 13 tahun.
"Bagaimana dengan sekolah kalian?lancar?." ucap Rara kepada mereka berdua.
"Lancar dong kak." jawab Raja.
"Sama." jawab Neo.
"Syukurlah." jawab Rara dengan tersenyum.
Setelah sarapan.Mereka berangkat ke sekolah masing masing.
Rara menuju ke sekolahnya.
Sesampainya dia langsung menuju ke kelas dan langsung meletakkan tas dan duduk.Tetiba ada yang mengajaknya ke kantin "Yo,Rara kekantin temenin aku beli camilan." ucap orang itu,dia adalah Vio Alexander teman perempuannya.
"Ayo." jawabnya.
-DI KANTIN-
Sebelum itu,Rara mempunyai banyak teman dekat salah satunya adalah Vio.Mereka adalah teman dari SD hingga sekarang mereka satu sekolah lagi Di SMP 1 Geoland.
Mereka berbincang-bincang seperti biasa.
Tak berselang lama mereka berbicara tiba tiba ada yang menghampiri mereka dan ikut bergabung dalam pembicaraan mereka."Ngobrol apaan seru banget mana tidak ngajak ajak lagi." ucap,orang itu adalah teman laki laki Rara yang bernama Fiko Van Dekker dia orangnya cengeng tapi terkadang pemberani.
Mereka bertiga ngobrol dengan asik.Sampai bell pun berbunyi.
"Kringgggggg." jam masuk berbunyi.
Rara,Vio,dan Fiko lekas pergi menuju ke kelas.Secara kebetulan mereka satu kelas.
Seperti anak sekolah pada umumnya mereka belajar dan mengikuti Kegiatan belajar mengajar dengan baik.
-Singkat
Jam Sekolah pun berakhir Rara pulang bersama kedua temannya.
Sebelum itu mereka pergi nongkrong ke sebuah Cafe yang terkenal di kotanya.Mereka mengobrol,bercanda,main game,dan si Fiko usilin anak orang.
Tambahan info kalau si Fiko ini usilnya kadang tidak main main.
Beberapa saat Rara melihat ke sekeliling memperhatikan orang orang di sekitarnya.Pandangan dia tertuju ke arah pintu masuk.Dia melihat sebuah keluarga dari arah pintu masuk tersebut.Dia memperhatikan mereka dari jauh.
Rara berkata dalam hati "andaikan seperti itu untuk sesaat.".Entah mengapa dia tiba tiba merasa bahagia dengan melihat mereka.Dia melihat dengan saksama.Dan menyadari jika dia lihat dengan saksama tampak salah dua dari mereka sangat mirip dengannya usianya mereka mungkin tidak beda jauh.Sontak dia kaget dengan itu.
Melihat pemandangan seperti itu dia berbicara dengan suara kecil."Siapa mereka?mengapa ke dua perempuan itu sangat mirip denganku?." ucap dengan raut wajah yang penuh tanya.
Raaa..
Raraaa.
Teriak Vio dengan nada yang sedikit rendah."kenapa?!." tanya Vio dengan kesal karena dia telah memanggil Rara berulang kali tetapi dia tidak dengar.
Sontak kaget mendengarnya."maaf,aku tidak dengar hehe." ucapnya.
"Kebiasaan memang ada apasih kok kamu serius sangat dan dari tadi ngelihat ke arah pintu?!." ucap,tanya Vio yang penasaran dengannya.
Rarapun memalingkan wajahnya dan menoleh ke arah Vio,"G-gak tidak papa hanya teringat sesuatu saja sampai melamun." ucapnya.
"Oh,aku kira ada apa." ucap Vio dengan wajah terheran-heran.
Di keadaan yang lain Fiko terlihat berkaca kaca di matanya.Rara,dan Vio yang melihat Fiko terheran heran seperti mau menangis.Ternyata saat dia sedang usil dia tidak sengaja terjatuh menabrak om om,dan dia di marahin.Mereka berdua tertawa melihat itu dan sedikit meledeknya,"Hahahahahahaa,kasihan dimarahin om om huhuhuhu nangis." ucap mereka berdua.
Fiko pun membalas ledekan mereka dengan beralasan."Mana ada aku gak nangis kok cuman kelilipan saja tadi!." ucap,dengan ekspresi malu.
Mereka tertawa,dan bersenang senang,dan tanpa mereka sadari mereka sudah berada sangat lama di sana bahkan jam sudah menunjukkan lewat pukul 06:15 WIB sore.
mereka menyudahinya,dan bergegas pulang ke rumah masing masing.
Dalam perjalanan ke rumah naik motor.Rara masih kepikiran dengan keluarga yang dia lihat tadi di cafe dan bertanya-tanya mereka siapa.
------Di Rumah-------
Sesampainya di rumah dia pun memparkir motornya di garasi.Dia masuk kedalam rumah dan menucapkan salam.
Dia disambut dengan ke dua adiknya yaitu Raja dan Neo.
Dia duduk sebentar sambil melepas sepatu,dia menuju kekamarnya,dan lekas mandi membersihkan badannya,berganti baju memakai piama.Dia membaringkan badannya ke kasur dengan perasaan yang masih bertanya tanya tentang yang dia lihat."Mereka sangat mirip denganku!siapa mereka?." gumamnya.
"lebih baik aku menyuruh orang buat cari tahu tentang mereka." ucapnya,tertidur.
-Ke esokan paginya
Kebetulan hari ini adalah hari libur Rara bangun sekitar jam 07:20 WIB.Dia bergegas mandi dan bersalin.
Sebelum keluar kamar dan turun ke bawah untuk sarapan pagi dia teringat kejadian kemarin.Dia pun menelepon detektif pribadinya yang bernama Zora untuk menyelidiki orang orang waktu itu."selamat pagi." ucap Zora.
"Iya,selamat pagi juga,saya minta tolong anda selidiki orang-orang ini." ucapnya sembari mengirim foto yang sempat dia ambil kemarin.
"Baik Nona." ucap Zora.
Rara bergegas turun ke bawah untuk sarapan bersama ke dua adiknya yang sedang menunggunya.Di meja makan dia makan dan mengobrol dengan kedua adiknya.
"Seperti biasa." ucap Rara.
"Lancar dong kak lancar lancar saja." ucap Neo.
Mendengar itu batin Rara merasa lega.Rara bergegas ingin berangkat untuk pergi ke taman bermain dan ingin melihat tempat masa kecil di mana dia bahagia bersama teman temannya.Sesampainya di sana dia melihat tempat itu sedikit mengalami perubahan dan ramai sekali anak kecil di sana,dia senyum bahagia dengan itu.
Tak berselang lama ada yang meneleponnya.
Rara mengangkat telepon dan mengucapkan salam."Assalamu'alaikum Eoma." ucapnya ternyata yang meneleponnya adalah eomanya.
"Waalaikumus'salam nak,kamu ada di mana semua pada kumpul di Rumah/mansion utama kamu datang ya!?." ucap eoma.
"Lagi di taman Eoma,Rara segera datang ke sana." ucap Rara.
Dia bergegas pergi dari tempat itu dan pergi menuju Rumah/mansion.Sesampainya dia langsung masuk ke dalam dan tak lupa mengucapkan salam.
...Bersambung.....