The Beginning Of All

The Beginning Of All
KERABAT JAUH?!!



"Sudah tidur anak ini." ucap Cici.


"Kak Si,gendong tuh bawa ke kamar." ucap Cici.


"Oke sekalian aku juga mau tidur." ucap Kak Si.


Fen Si menggendong Rara dan membawanya kekamar,saat di kamar dia membaringkan tubuh Rara yang sedang tertidur itu dan menyelimutinya,dia juga berbaring di sebelah Rara dan memeluknya dan sebelum tidur dia mencium kening Rara"Tidur nyenyak ya,jangan cepat besar." gumam Kak Si.


"Oh iya besok katanya mereka ke sini." ucap Aabby.


"Iya sih kata Mama begitu." sahut Cindy.


"Yasudah ayo kita tidur,awas saja kalau gak tidur nanti ada setannya." ucap Cici sembari jalan menuju ke kamarnya dengan sedikit di percepat.


"Siapa juga yang takut." ujar Cindy.


Tetiba suasana menjadi hening hanya tertinggal mereka berdua di ruangan itu hawa yang begitu lumayam dingin membuat bulu kuduk merinding dan berdiri,terlihat ada sesosok bayangan yang terlihat dari pantulan kaca jendela.


Cindy,dan Aabby yang melihatnya."Cin,ayo ke kamar." bisik Aabby yang ketakutan.


"Hemm ayo." jawab bisik Cindy dengan anggukan pelan.


Mereka berdiri dan mulai berjalan perlahan menuju ke kemar mereka pada saat itu tetiba ada barang yang jatuh dan membuat mereka kaget dan seketika berlari menuju ke kamar tanpa memedulikan suara itu"AaaaaaaaaaAaaaaaa." teriak mereka.


 


Tibalah besok hari.


Pagi yang indah,sinar matahari yang cerah terdengar suara burung,mereka semua sudah bangun dari tidurnya dan melakukan aktivitas sehari-hari mereka.


Author


BTW beberapa hari ini kalian tidak melihat bagian Rara bersekolah kan,jadi mereka diliburkan 2 hari,untuk hari-hari sebelumnya mereka sekolah cuma tidak dilihatkan bagian-bagian ceritanya.


End Author.


Lanjut.


Waktu itu pukul 07:45.


"Oh iya Pa,Ma katanya Paman Sama Bibi mau datang ke sini?!." ucap Fen Si.


"Katanya mereka lagi menuju ke sini mungkin sebentar lagi mereka datang." ucap Papa.


"Cuma berdua atau sama yang lainnya juga Pa?." tanya Cici.


"Gak tahu Papa gak di kasih tahu soalnya." ucap Papa.


"Memang Papa berapa bersaudara?." tanya Rara.


"Oh itu,10 bersaudara,dan Papa anak nomor 8 dan masih ada adik Papa." ucap Papa dengan senang hati memberi tahu Rara tentang keluarganya.


"Hemmm oke,kalau Mama?." tanya nya lagi.


"Kalau Mama itu dua bersaudara,mama yang paling tua,dan adik Mama laki-laki,paman kamu." jawab Mama.


"Oh begitu,terus yang mau datang ini siapa?." tanyanya lagi


"Kalau yang mau datang ini adik Papa yang ke satu." jawab Mama.


"Oh oke." ucap Rara mengerti,dan mengangguk.


Tak lama kemudian terdengar ketukan,dan Bell dari luar rumah.


"Selamat pagi Kak Wang." ucap orang yang berada di luar.


"Kayaknya mereka sudah datang." ujar Cici.


Papa berjalan ke arah pintu dan membuka"Eh kalian sudah datang ayo masuk." ucap Papa, dan memeluk adiknya itu.


"Halo Kak Yue sudah lama gak bertemu." ucap tante Jiu Jiu dengan gembira sembari memeluk Kakak Iparnya itu.


Mama Yue juga membalas pelukannya dan mereka saling melepas rindu dan setelah itu mereka melepas pelukannya dan mereka semua duduk di ruang kumpul keluarga.


"ini cuma berdua?." tanya Papa.


"Kita empat tadi sama Bao Bao,dan Hwang Jiu." ucap Paman Lao Bao,kita panggil Lao saja ya.


...Bersambung.......