
"Halo om Tante!." ucap Lao Bao,dan Hwang Jiu.
Lala berlari ke arah Fen si,dan memeluknya."Kak Fen,aku kangen." ucapnya kepada Fen.
"Adik kecil sudah besar saja." ucap kak Fen.
"Jangan panggil aku adik kecil lagi,aku sudah besar." ucapnya,cemberut.
Fen hanya tertawa kecil."Juju,apa kabar?." ucapnya.
"Baik." ucapnya.
Mama Yue,dan tante Ji pergi ke kamar yang sudah di sediakan oleh keluarganya.Pada siang hari kedua ibu itu sedang memasak makan siang nanti.
Pada saat makan mereka membicarakan hal yang lucu,dan saling bertanya-tanya.Setelah selesai makan siang,di lanjutkan dengan papa,dan paman pergi ke ruang kerja.Mama Yue,dan tante Ji pergi keluar entah kemana.
Yang lainnya ada yang sedang menonton tv.Rara sedang berada di halaman belakang yang sedang duduk di pinggiran kolam.
POV Fiona.
Terlihat Fiona yang sedang berjalan di sebuah mall,dan membawa barang belanjaannya.Pada saat itu Fiona melihat seorang laki-laki sedang berjalan dengan di temani seorang wanita.
Tampaknya Fiona mengenali laki-laki tersebut,dan dia mengikuti mereka."Sepertinya mereka menuju ke toilet." ucap batin Fiona.
Kedua orang itu memasuki toilet,dan menutup pintu toiletnya.Fiona mendekat ke toilet itu.Dia menguping,dan terdengar suara yang aneh dari dalam.Fiona yang mendengarnya seketika langsung pergi meninggalkan area toilet.
Fiona menuju ke tempat parkir,dan masuk ke dalam mobilnya."Sialan,berani-beraninya dia." ucap Fiona,dengan ekspresi marah.
Dia pergi dari mall tersebut,dan dia menuju ke rumah Fiko.Sesampainya di rumah Fiko,dia langsung masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu."FIKO!!." teriaknya,memanggil Fiko.
Fiko yang mendengar teriak Fiona terlihat sedang turun dari tangga dan menghampiri Fiona yang terduduk di ruang tamu."Apa-apaan si teriak teriak gak jelas." ucapnya.
"Sini Ko duduk." ucap Fiona,menyuruh Fiko duduk.
"Apaan?." tanya Fiko.
"Aku tadi di mall sedang berbelanja." ucap Fiona
"Terus," ucap Fiko.
"Aku ketemu sama itu laki-laki sialan sedang jalan sama cewe sialan itu juga." ucap Fiona,menceritakan kejadian tadi.
"Oh,De-." ucap Fiko yang di hentikan oleh Fiona.
"Sudah,kamu jangan sebut nama dia jijik aku dengarnya." ucap Fiona.
"Mereka ngapain?." tanya Fiko.
"Aku mengikuti mereka yang menuju ke toilet,dan mereka melakukan hal yang tak senonoh itu di toilet." ucapnya.
"Brengsek,beraninya dia menghianati Rara teman kita sampai sejauh ini." ucap Fiko,terlihat kesal."Bagaimana sekarang?atau kita kasih tahu langsung ke pada Rara." ucapnya.
"Kamu tahukan,kalau Rara tidak akan percaya sama kita." ucap Fiona."Dan kamu tahu sendiri kan semanipulatifnya mulut si sialan itu." ucapnya.
"Kita bikin rencana aja supaya Rara benar-benar akan percaya sama kita." ucap Fiko,memberi saran.
"Apa rencananya." tanya Fiona.
Mereka merencanakan sesuatu,dan setelah pembicaraan itu Fiona berpamitan pulang.Saat di perjalanan Fiona yang sedang menyetir,dia merasa ada yang diam-diam mengikutinya."Hm,betul aja kali ini posisi aku benar-benar berbahaya." ucapnya,dengan tersenyum tipis."Aku ingin tahu seberapa mampu kalian berani mengikutiku." ucapnya.
POV kediaman Fiona.
"Itu anak kemana sih." ucap seseorang,kakak Fiona bernama Vino Alexander.
...Bersambung.....