The Beginning Of All

The Beginning Of All
AKHRINYA!!!



Rara segera menuju ke rumah Papa Wang.Sesampainya di sana dia tidak langsung masuk ke dalam rumahnya,dia menyiapkan dirinya untuk bertemu mereka,setelah beberapa detik dia berdiri di depan pintu dia sudah siap dengan dirinya.


Dia mengetuk pintu "Tok,tok,tok...,Permisi." ucapnya sembari mengetuk pintu.Tak lama kemudian ada yang membuka pintu dia adalah Aabby "Oh Rara,masuk-masuk silakan masuk." ucapnya menyambut kedatangan Rara.


Rara sedikit lama merespon Aabby tak lama kemudian dia masuk "Oh iya,terima kasih." dengan tersenyum lembut.


Aabby juga membalas senyuman Rara.Rarapun duduk di Sofa dengan TV bersama juga dengan Aabby,dan Fen Si yang lagi menonton TV.


Tak lama kemudian Tante Yue yang berada di dapur menawarkan Rara untuk makan "Nak Rara,kamu habis dari mana sayang?." ucap Tante Yue dari dapur yang sedang membersihkan meja makan bertanya kepada Rara.


"Iya,Tante terima kasih saya sudah kenyang." jawab Rara sambil tersenyum.


"jadi,tumben kamu dateng ke sini?." tanya Fen Si.


"E...eh ini Pa...Eh..mm maksudnya Paman Wang ada di rumah." ucap Rara yang hampir keceplosan menyebut Paman Wang dengan sebutan Papa.


"Oh,Papa dia tadi katanya keluar sebentar mungkin bentar lagi pulang." jawab Aabby.


"Oh baiklah." ucap Rara.


Fen Si yang merasa jika sikap Rara aneh dan merasa ada yang disembunyikan oleh Rara.Dia bertanya sesuatu kepadanya "Ra,memang ada apa kamu mencari Papa?." tanyanya.


Dengan santai Rara menjawabnya "Aku hanya ingin mengobrol sebentar." ucapnya.


"Oeuh,mengobrol apa?." tanya Fen Si lagi.


"Adadeh sesuatu." ucapnya Rara.


Jawaban yang Rara berikan membuat Fen Si penasaran dengan apa yang sebenarnya Papa dan Rara ingin bicarakan.


Tak lama kemudian ada yang membuka pintu masuk dari luar,ternyata itu adalah Wang dia sudah pulang.dia masuk "Udah pulang Sayang." ucap Tante Yue dengan senyuman lembut menyambut suami tercintanya.


"Udah Sayang." bales ucap Wang kepada Yue .


Kemudian Wang melihat Rara yang sedang duduk di sofa bersama Aabby dan Fen Si,"Lho nak,kamu udah sedari tadi di sini nunggu Pa...paman?." ucapnya.


"Enggak paman,baru saja Rara datang." jawab Rara.


"Oh yaudah paman bersih-bersih dahulu yah tunggu paman!." ucap Papa Wang menyuruh Rara menunggunya sekejap.


"Baik paman." jawab Rara.


Setelah beberapa saat Tante Yue yang sudah menyelesaikan pekerjaan di dapur dia menghampiri Rara dan ikut nimbrung di sana dia duduk di samping Rara "Nak,kamu ada urusan apa yang mau dibicarakan sama Paman?." tanya nya.


"Ada kok m...tante,nanti tante bakal tahu sendiri." ucap Rara.


Tak tahu mengapa Fen Si yang sedari tadi duduk di sana dia beranjak berdiri dan pergi meninggalkan mereka bertiga di sana menuju kamarnya.Rara yang melihatnya merasa aneh dengan tingkah Fen Si.


Setelah tak lama Rara menunggu,akhirnya Paman Wang selesai berbersih dan berjalan ke arah ruang TV dan menghampiri Rara,Yue dan Aabby.Dan pada saat itu Paman Wang memulai pembicaraan yang serius.


"Jadi apa kalian sudah siap?." ucap Wang.


Rara mengangguk.


"Maksudnya apa Pah?." tanya Aabby.


Yue hanya bingung menyaksikannya.


"Jadi sebenarnya ada yang Papa ingin bicarakan dengan kalian semua." ucap Wang.


"Bicarain?apa?." ucap Yue yang penasaran.


Aabby 1in.


Rara keringat dingin dan deg-deg dan suasana yang canggung serius hanya bisa menerima apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Sebenarnya Ma,Aabby........Rara adalah anak kandung kita yang kita cari-cari selama ini..Papa memang sempat menyelidiki identitas Rara pada waktu kita bertemu dengannya..dan juga dia sangat mirip denganmu Aabby dan itu sudah menjadi bukti dan fakta jika dia adalah saudara/anak kandung keluarga kita." ucap Wang yang memberitahukan Fakta besar ini.


Tante Yue terkejut sekaligus dengan Aabby,mereka sebenarnya sudah firasat dan mereka juga beranggapan kemungkinan beesar Rara adalah anak itu,Tante Yue sudah yakin sedari Awal jika Rara adalah anaknya.Dengan menangis bahagia Yue memeluk anaknya yang sekarang ada di depan matanya itu "Tante sudah yakin jika kamu adalah anak tante,begitu mirip...hiikkss." ucapnya dengan menangis tersedu-sedu.


"K..a..kalian.." ucap Rara sembari membalas pelukan Mamanya itu.


Papa Wang melihat itu juga terharu bahagia.Aabby yang juga melihatnya langsung memeluk Rara juga sambil menangis tersedu-sedu.Suasana di sana dipenuhi dengan Rasa bahagia dan terharu tangisan mereka yang akhirnya berkumpul kembali sampai-sampai waktu yang lumayan lama.Setelah beberapa lama kemudian suasana kembali normal setelah itu "Sayang,mulai sekarang rumah ini adalah rumahmu juga kamu juga bisa tinggal di sini bersama kita dan bangun komunikasi dengan baik bersama kakak-kakakmu dan eratkan tali persaudaraan kita." ucap Mama Yue kepada Rara.


"Iya,Ra kamu akan mengenal orang-orang di rumah ini dengan baik." ucap Aabby dengan senang hati dan bahagia.


"Nanti kamu bisa sekamar dengan Kak Fen Si juga." ucap Papa Wang.


"Iya Pa,Ma ,Kak,nanti aku atur." jawab Rara dengan tersenyum lembut.


Setelah Hari yang berbahagia ini,Papa Wang dan Mama Yue pergi keluar sebentar karena ingin membeli sesuatu.Tinggallah di rumah itu hanya Rara,Aabby,Cindy,Fen Si,dan Cici.Dikarenakan Rara yang lelah seharian dia banyak kegiatan mulai dari Sekolah,smpai menangis tadi dia mengantuk dan dia meminta sesuatu kepada Aabby "Kak Aabby,apakah aku boleh tidur dipangkuanmu?." pintanya ke Aabby.


Dikarenakan permintaan pertama kali adiknya itu Aabby meng iyakannya "Boleh,sini." ucapnya dengan tersenyum lembut.


Rara membaringkan tubuhnya di kursi serta meletakkan kepalanya di paha Aabby,dia tertidur lelap dengan Aabby yang meng elus-elus kepala Rara "Rara,sudah besar,aku ingin mendengar cerita hidupmu semasa tidak bersama kami." ucapnya dalam hati.


 


-Sore Pukul 05:50 WIB.


Rara terbangun dari tidurnya dia melihat jika dia masih berada di pangkuan Aabby yang sedang tertidur juga,dia pun bangun dan melihat wajah kakanya itu yang mirip denganya lelah,dia mencium pipi Aabby sebagai tanda kasih sayangnya kepada Kakaknya itu.


Tak lama kemudian datang Papa Wang dan Mama Yue yang tadi keluar,mereka membawa barang belanjaan yang banyak.


"Iya,Ma." ucap Rara.


Aabby yang tidur tadi seketika terbangun dan melihat Papa Mama sudah pulang "Hoaaamm....Papa Mama...sudah pulang!." ucap Aabby yang masih dalam keadaan ngantuk.


"Iya sayang." ucap Papa Wang.


"Mama mau masak buat makan malam sekaligus perayaan kembalinya adik kamu,mau ikut memasak juga?." ucap Mama Yue menanyai Aabby.


"Ha..enggg..tidak dahulu Ma..Aku masih ngantuk." ucap Aabby sedang mengantuk.


"Yaudah kamu tidur lagi saja,nanti kalau sudah siap aku bangunin kamu." ucap Rara menyuruh Aabby tidur kembali.


Papa Wang dan Mama Yue hanya bisa geleng-geleng kepala dan memaklumi nya.


Mama Yue dan Rara menuju ke dapur untuk memasak dan Paman Wang yang sedang menunggu masakan selesai sambil bekerja di Ruang TV.


 


-Setelah selesai masak dan di meja makan.


Mama Yue dan Rara telah selesai memasak dan telah menyiapkannya semu ke atas meja makan.Rara yang tak lupa membangunkan Kakaknya tang tidur sekaligus memanggil kakak-kakaknya yang tidak kunjung keluar dari kamarnya itu "Kak,Bangun masakannnya udah selesai." dengan bicara lembut dia membangunkan kakaknya itu.


"Ha...hemm...oke aku bangun." ucap Aabby.


"Hoaaaaamm.".


Setelah Kakaknya bangun Rara segera menuju ke atas untuk memanggil yang lain,dia menuju ke kamar Cindy dan mengetuk pintu kamarnya "Tok..tok...tok kak Cindy ini aku Rara,sama Mama Papa kamu disuruh ke bawah buat makan." ucap Rara.


"Iya,baik bentar lagi aku turun." jawab Cindy yang ada di dalam kamarnya.


Selanjutnya dia pergi kekamar Cici sama seperti Cindy dia memanggilnya.


Dia beralih pada kamar Fen Si,Pada saat di kamar itu Rara sedikit Ragu untuk mengetuk pintu kamarnya karena setelah dia melihat Fen Si yang tadi tiba pergi gitu saja dia merasa ada yang salah pada dirinya.tetapi pada saat itu pintu kamar Fen Si terbuka terlihat jika dia keluar dari kamarnya yang berhadapan dengan Rara yang berdiri di depan pintu kamarnya itu.


"Ra,mengapa kamu ada di depan kamar aku?." tanya Fen Si.


Rara yang melihat nya langsung menjawab "Engg...tadi mau manggil kamu buat makan malam sama Mama di bawah." jawab Rara.


"Ouh,yaudah kalau begitu ayo kita ke meja makan!." ajak Fen Si sembari menggandeng tangan Rara dan mengajaknya turun ke bawah.


Singkat Mereka semua telah berada di meja makan semua dengan sebagai Papa Wang yang menjadi kepala keluarga dia duduk di kursi utama dan di sampingnya Mama Yue dan Fen Si dan Aabby dan Cindy bersebelahan dan Cici,Rara yang bersebelahan.


Sebelum makan mereka membaca doa dan terlihat jika ada perbedaan di antara Rara dan keluarganya.


Setelah mereka berdo'a mereka mulai makan dan memulai pembicaraan obrolan yang asyik.


"Makan yang banyak Sayang banyak soalnya." ucap Mama Yue.


"Iya Ma." ucap mereka yang ada di sana.


Rara yang ikut berkata itu langsung membuat 3 sodara lain terkejut "Ma?maksudnya?." ucap mereka bertiga kaget.


"Iya kan gak salah." ucap Rara.


"Sebentar,maksudnya." ucap Cindy.


"Iya kan bener,kalau Rara adalah adik kalian sekaligus anak Papa Mama,dia berhak dong panggil gitu." jawab Papa Wang.


"Adik!." ucap Cici yang kaget.


"Ouh jadi suara tangisan tadi karena kalian?!." ucap Fen Si.


"Heheh,iyah." ucap Rara sedikit terkekeh.


"Beneran ini gak mimpi tetapi juga kau ni memang sedari awal aku sudah yakin kamu ni adik kita,pantes." ucap Fen Si.


"Yeay,akhirnya kamu balik lagi sama kita." ucap Cindy yang semangat dan bahagia.


"Syukurlah." sahut Cici.


Mereka di sana tersenyum bahagia begitu pula dengan Papa Wang dan Mama Yue yang sudah lama tidak melihat keluarga yang utuh.Mereka melanjutkan makan malam sampai selesai.setelah selesai Rara membantu Mamanya mencuci dan mebersihkan dapur dia mencuci piring.


Setelah selesai dia duduk di Sofa depan TV bersama Kakak-kakaknya itu dan mereka nonton TV bersama sampai waktu sudah menunjukkan pukul 19:40 WIB setelah lewat beberapa menit tetiba dari luar ada yang mengetuk pintu dan terdengar ada seseorang yang memanggil nama Cici,Cici langsung membuka pintu dan ternyata itu adalah 3 orang teman Cici.dia mempersilahkan Teman temannya itu untuk masuk dan duduk bersamanya.Di keadaan lain Papa Wang dan Mama Yue sudah dikamar dan mungkin mereka sudah bersiap tidur.


Fen Si yang sudah merasa ngantuk dia beranjak pergi ke kamarnya,Rara yang juga sudah mengantuk itu mengikuti Fen Si kekamarnya.Saat setelah berada di depan kamarnya Fen Si Berbalik padan dan menanyai Rara "Kenapa kamu mengikutiku sampai ke kamar?." tanyanya.


"Aku juga mengantuk jadi aku ingin tidur juga,dan kata Papa Mama juga aku bisa tidur sekamar denganmu." jawab Rara sambil mengucek-ucek matanya.


"Sekamar?." ucap Fen Si.


"Hooaaaa...iyah." jawab Rara yang sudah ngantuk berat.


"Ooohh,oke masuklah." ucap Fen Si membolehkan Rara tidur satu kamar dengannya.


Seperti biasa Rara meminjam baju tidur sementara kepda kakanya itu,dia lekas berganti dan membaringkan tubuhnya kekasur dan segera tidur.


Fen Si juga sama dia berada di samping Rara dan pada saat itu Fen Si memeluk Rara "Akhirnya kamu kembali kakak kangen rindu berat kepadamu." ucapnya dalm hati.dan mereka pun tidur dengan lelap.


...Bersambung..........