
"kenapa aku memimpikan itu lagi sekarang." ucap,batin Rara
"Siapa pria itu?." ucap Rara.
"kenapa dia menginginkan aku mati?." ucap Rara.
"Sudahlah lebih baik aku segera mandi." ucap Rara yang barusan bermimpi buruk dan membuatnya ngos-ngosan kaget,seluruh tubuhnya berkeringat.
Dia segera beranjak dari kasur secara perlahan karena takut nanti Azaa terbangun yang sedang tidur,dia menuju ke kamar mandi dan mandi.
20 menit kemudian dia telah selesai mandi dia pergi ke lantai bawah untuk pergi ke meja makan bersama dengan yang lainnya,di sana semua sedang ingin makan malam,Rara duduk di sana."Azaa masih tidur Ra?." tanya Kak Yoan.
"Iya tadi habis belajar sama aku,dia ketiduran dan aku juga ikut ketiduran." jawab Rara.
"Teruss juga." ucap Rara yang ingin berbicara.
"Hemm,terus apa?." tanya Kak Sasa.
"Eh gak ada." ucap Rara.
"Oh iya,habis ini Rara izin pulang dahulu Ma,Pa soalnya masih banyak lagi pekerjaan,sama PR yang belum di selesaikan." ucap Rara meminta izin.
"Oh iya." ucap Kak Sasa.
Rara ekspresi datar.
"Rara,kamu jangan terlalu fokus dengan pekerjaan-pekerjaan itu,kamu juga butuh istirahat refreshing biar otak kamu tidak lelah,kesehatan kamu juga harus dijaga." ucap eopa.
"Iya Eopa." jawab Rara mengangguk.
Setelah itu makan malam selesai pada jam 08:00 Rara bersiap ingin pergi pulang,dan dia berpamitan kepada semuanya. Setelah itu pada saat dia sudah berada di luar dan menuju ke motornya,ada suara Kak Naila yang memanggil Rara dari arah belakang.
Rara menoleh."Iya kak kenapa sampe lari-lari begitu?." tanya Rara.
"He..eh..itu..apa..tuh..Kakak mau bicara sebentar sama kamu." ucap Kak Naila.
"Hmmm boleh,memang bicara apa kak?." tanya Rara.
"Hmmm,kamu ini sebenarnya kenapa di meja makan tadi kayak mikirin apa begitu,kayak tidak biasanya?." ucap Kak Naila.
Saat ingin menjawab Rara sangat berhati-hati supaya tidak salah mengucap kata-kata yang bisa menimbulkan sebuah masalah"Gpp kak,cuman mikirin pekerjaan sama tadi aku sempet mimpi yang seremin saja,soalnya mimpi itu berkali-kali datang dan membuatku penasaran kenapa aku mimpi itu lagi." jawab Rara.
"Gak ada yang di sembunyiin dari kita?." ucap Kak Naila.
"Hem okelah kalau begitu." ucap Kak Naila.
"Yaudah Kak aku berangkat dahulu ya takut kemalaman nanti sampe rumahnya." ucap Rara yang juga berpamitan pergi kepada Kak Naila.
"Oke yaudah hati-hati ya di jalan,jaga diri baik-baik jangan aneh-aneh." ucap pesan Kak Naila kepada Rara.
"Siap." jawb Rara.
Setelah itu Rara langsung menaiki motornya dan segera pergi ke rumahnya yang pertama.Sesampainya di rumah dia berjalan masuk."Raja,Neo Kakak pulang." ucap Rara memanggil mereka.
Karena tidak ada jawaban seperti biasa saat mereka mendengar Rara,dia pun mencoba mengecek ke kamar mereka masing-masing.Pada saat ingin mengecek terdengar suara dari arah ruang TV,Rara langsung pergi ke sana dan melihat Neo,dan Raja sedang bermain PS.
Rara merasa jika mereka tak mendengarnya saat dia memanggil tadi dia menjewer kuping mereka berdua secara tiba-tiba."Heeemmmm,enak ya main game terus,fokus saja terus,kakaknya pulang gak disambut,kakaknya panggil gak di dengar." ucap Rara,sembari menjewer kuping mereka Ber 2.
"Eh..te..te..ehh." suara rintih mereka ber 2.
"I..i..ya kak maafin kita." ucap Raja.
Rara langsung melepaskan tangannya dari kuping mereka."Hemm ulangin lagi ya." ucapnya.
"Kakak sih gak bilang dahulu kalau mau pulang." ucap Neo.
"Lagian kakak ke mana saja 3 hari gak pulang kerumah?." ucap Neo.
"Hem Betul,betul,betul." sahut Raja.
"Iya,iya maafin kakak,tidak kasih kabar ke kalian,3 hari kakak ada urusan sebentar dan lupa memberi kabar kalian." ucap Rara.
"oh seperti itu." ucap mereka ber dua.
"Yaudah kalau begitu kakak istirahat dahulu ya,nanti kalian bangunin kakak jam 21:00 pas ya gak boleh lebih." ucap Rara ke pada mereka.
"Hem oke,oke," ucap mereka berdua.
Rara pun pergi ke kamarnya,merebahkan tubuhnya ke kasur,dan dia tertidur.
...Bersambung..........
Untuk selanjutnya mungkin seperti ini dulu ya author lagi tidak bisa bikin yang panjang soalnya biasa lagi sibuk.dan terima kasih,jangan lupa like,komen,subscribe.