The Anti-Hero

The Anti-Hero
Chapter 8 : Time Skip



Di [Akademi]


Seorang remaja berusia sekitar 18 tahun sedang berjalan


Keberadaan remaja tersebut menjadi perhatian karena wajahnya yang tampan serta tubuh yang sempurna


Remaja tersebut tak lain adalah Van


Sudah 3 tahun berlalu semenjak Typhon menjadi bawahan Van


Saat ini Van resmi menjadi siswa akademi tahun ke-4


Ada perbedaan besar saat menjadi siswa tahun 1-3 dengan tahun 4-7


Saat menjadi siswa tahun ke-1 sampai ke-3, siswa akademi akan belajar teori-teori kepahlawanan


Untuk tahun ke-4 sampai ke-7, siswa akademi akan mulai menjalani praktik lapangan dengan menjadi pahlawan magang


Saat ini Van sedang berjalan menuju ruangan kepala akademi untuk mengambil kartu pahlawan magang miliknya


Adapun untuk bawahan Van, saat ini Van memiliki tambahan 5 bawahan


Jadi Van memiliki 7 bawahan dengan 7 skill yang cukup unik



Alice : Telekinesis


Typhon : Boost


Ryu : Dragon Form


Anna : Ice Manipulation


Jin : Stealth


Lucy : Infinite Castle


Bruce : Tamer



[Telekinesis] : Penggunanya mampu mengendalikan suatu objek dengan kekuatan pikiran


[Boost] : Penggunanya mampu menggandakan kekuatannya berkali-kali lipat


[Dragon Form] : Penggunanya mampu berubah menjadi wujud naga timur


[Ice Manipulation] : Penggunanya mampu mengendalikan es dan menciptakan es


[Stealth] : Penggunanya mampu menjadi tak terlihat dan tidak dapat dideteksi


[Infinite Castle] : Penggunanya mampu menciptakan sebuah dimensi khusus dan dapat mengendalikannya serta membawa siapapun ke dalam [Infinite Castle]


[Tamer] : Penggunanya mampu menjinakkan hewan dan monster apapun


Van akhirnya tiba di depan ruang kepala akademi dan mengetuk pintu


"Masuk" suara terdengar dari balik pintu


Van membuka pintu dan melihat seorang pria paruh baya yang merupakan kepala akademi sekaligus pahlawan #3 (peringkat 3) dengan codename [Disaster] dengan [Skill] bernama [Disaster]


[Disaster] : Penggunanya mampu menciptakan bencana alam sesuai kehendaknya


Kepala akademi di depannya adalah guru dari ibunya, namanya adalah Javier


"Yo bocah jenius, tak disangka kau sudah masuk tahun ke-4" ucap kepala akademi


"Lama tak bertemu, kepala" ucap Van dengan datar


"Tak perlu sesopan itu, cukup panggil aku Paman Javier" ucap kepala Akademi


"Baiklah" ucap Van dengan ringan


"Ngomong-ngomong ini kartu pahlawan magang milikmu" ucap Paman Javier sambil melempar kartu tersebut kepada Van


Van meraih kartu tersebut dan menyimpannya di saku celananya


"Ngomong-ngomong, sepertinya 3 hari kemudian akan ada proyek untuk tahun ke-4 untuk ekspedisi ke hutan di luar kota #1" ucap Paman Javier


"Hmmm? Baru beberapa hari semenjak kenaikan tahun ke-4... tetapi langsung melakukan ekspedisi berbahaya ke hutan?" tanya Van dengan heran


"Itu rencana yang memang cukup berbahaya tapi itu berguna untuk menambah pengalaman kalian mengenai dunia luar" ucap Paman Javier


"Begitu" ucap Van dengan santai


"Tak perlu khawatir, kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan ditemani pahlawan dengan peringkat 1000 besar" ucap Paman Javier


"Terserah, selama mereka tak mati maka akan baik-baik saja" ucap Van lalu berjalan keluar dari ruangan kepala sekolah


...3 Hari Kemudian...


Ada yang memiliki wajah bersemangat


Ada yang memiliki wajah takut


Tahun ke-4 dengan 2000 siswa menaiki bus satu per satu


Van yang sedang berada dalam bus menutup matanya dan menghubungi Bruce yang memiliki skill [Tamer]



Bruce yang sedang berada di suatu tempat di kota #1 tiba-tiba mendengar suara Van di benaknya


"Bruce, pergilah ke hutan dan temui aku disana"


"Baik Master" ucap Bruce sambil berlutut


Setelah 30 menit perjalanan, bus akhirnya tiba di pintu masuk kota #1


Para siswa dapat melihat kabut tebal di luar kota dan samar-samar melihat hutan dengan pohon setinggi 10 meter ataupun lebih


"Baiklah semuanya, silahkan kalian dengar kelompok kalian" ucap kepala Akademi


Van mendengar kelompok miliknya dan terdiam saat mendengar kelompoknya


Kelompok yang Ia dapatkan adalah 5 peringkat E dan 3 D


Untungnya ada satu peringkat S yang berada dalam kelompoknya


Tetapi peringkat S itu adalah anak yang sombong karena merasa [Skill] miliknya sangat kuat yaitu [Lightning] yang dapat membuat petir di langit menyambar


Pahlawan yang menemani kelompok Van adalah pahlawan #215 (peringkat 215) yaitu [Barrier Master] dengan skill [Barrier]


[Barrier] : Penggunanya mampu menciptakan sebuah penghalang yang dapat menahan serangan


Kelompok Van berjalan keluar dari kota dan menelusuri hutan


"Perkenalan aku [Barrier Master] yang akan memimpin kalian selama perjalanan ini" ucap [Barrier Master]


"Salam kenal [Barrier Master]" ucap siswa peringatkan D dan E


"Hei pahlawan dimana monster-monster itu? Aku tak sabar ingin membunuh mereka" ucap siswa peringkat S


Ucapan siswa peringkat S membuat [Barrier Master] mengerutkan kening "Nak, namamu?"


"Rover, siswa yang akan menjadi pahlawan #1 di masa depan" ucap siswa peringkat S yang sombong


"Nak, aku tau bahwa [Skill] milikmu kuat namun ada kesenjangan besar untuk dirimu menjadi #1" ucap [Barrier Master]


"Terserahlah, itu impian kalian.... Untuk sekarang, kita akan membangun tenda karena kita akan tinggal di hutan selama 3 hari" ucap [Barrier Master]


"3 hari?! Jangan bercanda? Mana sudi aku tinggal di tenda yang kecil, pengap, dan kotor" ucap Rover


"Nak, ekspedisi ini adalah pengambilan nilai dan aku yang menentukan nilai kalian. Jika kau menolak maka aku akan memberikanmu nilai F" ucap [Barrier Master]


"Tch" kesal Rover


Setelah berjalan menelusuri hutan beberapa menit, kelompok Van akhirnya tiba di pinggir sungai dengan tanah yang datar


"Baiklah, kita akan membangun tenda disini. Disini cukup air untuk kita hidup meskipun mungkin untuk bertemu monster karena disini ada air untuk diminum" ucap [Barrier Master]


"Peringkat D dan E akan membangun tenda bersamaku sedangkan kalian berdua peringkat S akan pergi berburu mencari makanan" ucap [Barrier Master]


Van dan Rover mengangguk dan berlari ke dalam hutan


Saat di dalam hutan, Van bertemu dengan Bruce


Van kemudian berhenti dan menatap Bruce dengan mata menatap bawahannya "Bruce, sudah 1 tahun semenjak kau menjadi bawahanku tapi kau hanya berhasil menjinakkan beberapa monster tingkat C dan satu monster peringkat S"


Bruce yang mendengar jawaban Van seketika berkeringat


"Ta-" ucap Bruce tetapi terpotong saat Bruce merasakan tekanan yang sangat kuat menimpanya


"Ada apa? Apa kau ingin mengelak? Apa kau tahu bagaimana nasibmu jika kau masih tak memiliki skill saat ini?" ucap Van


Bruce mengangkat kepalanya dan melihat mata dingin Van "Maafkan aku Master, aku akan berusaha menangkap monster tingkat tinggi hari ini"


"Berikan aku monster-monster tingkat C yang kau miliki, gunakan monster tingkat S milikmu untuk mencari lebih banyak monster yang dijinakkan"


Bruce lalu berdiri dan pergi memasuki hutan lebih dalam


Adapun Van saat ini berdiri diam menatap daerah Bruce pergi


Konsep yang Ia miliki pada bawahannya adalah menundukkan mereka dengan ketakutan


Dengan ketakutan, mereka tak akan berani memberontak dan menganggap remeh tugas mereka


Van merasakan beberapa monster tingkat C mendekatinya dan tanpa basa-basi, Van langsung membunuh mereka dengan [Telekinesis]