The Anti-Hero

The Anti-Hero
Chapter 16 : Vampire Attack I



Van mengabaikan siswa raksasa dan menatap 8 siswa lain di arena. Dari 8 siswa, terdapat Ace dan Rover sedangkan Van tidak mengenal 6 siswa lainnya dan tidak ingin tahu


Van kemudian pergi dari arena dengan tenang, karena semua staff mencoba menahan Ace yang masih menyerang siswa lain karena ingin menjadi satu-satunya pemenang


"SIALAN! LEPASKAN AKU! AKU YANG AKAN MENJADI NOMOR 1!"


Suara Ace terdengar dari belakang saat Van berjalan keluar dari [Colosseum]


"Uhh baiklah semuanya, kita akan kembali dalam 30 menit! Jadi mari beristirahat dan mengisi tenaga untuk menantikan pertarungan berikutnya! Dan tersedia banyak stand makanan di luar [Colosseum]....."


Suara [Beauty] juga bergema di seluruh [Colosseum], memberitahu waktu istirahat


Saat berjalan di [Colosseum], Van tidak sengaja berpapasan dengan seseorang dengan 2 siswa tahun ke-7 yang lolos pertandingan sebelumnya, siswa yang hanya berdiam di ujung arena dan siswa yang dapat menjadi tak terlihat


Van dan siswa tahun ke-7 yang sebelumnya berdiri di ujung arena hanya saling menatap sementara sebelum berpisah


Van berjalan keluar dari [Colosseum] sedangkan siswa tahun ke-7 berjalan ke tribun penonton di [Colosseum]


Siswi perempuan yang dapat menjadi tak terlihat menatap siswa di sebelahnya dan bertanya dengan penasaran "Bagaimana menurutmu tentang Ia?"


"Kuat, sangat kuat" ucap siswa yang berdiri diam di ujung arena


Van berjalan menuju asrama miliknya. Saat membuka pintu kamarnya, Van dengan cepat menutup pintu kamar


Di dalam kamar, terdapat 7 sosok yang berjubah hitam yang berlutut pada Van


Van menatap 7 sosok di depannya dan perlahan berbicara "Persiapkan dirimu. Hari ini, [Dark Shadow] akan menunjukkan diri pada publik"


"Baik" ucap 7 sosok tersebut dan menghilang dari tempatnya


Setelah itu, terdengar suara ketukan di pintu. "A.I. (artificial intelligence) buka pintunya"


Kemudian pintu logam setebal 15 cm perlahan terbuka dan 2 orang masuk ke dalam kamar Van


"Hoho anakku, sepertinya Javier itu memberimu fasilitas yang bagus" Ayah Van masuk dan tersenyum pada Van


Sedangkan Ibu Van menatap sekeliling dan mengangguk puas


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Van dengan ringan


"Tak ada, hanya ingin memberimu selamat" ucap Ayah Van


"Kalau begitu, kuterima selamatmu. Silahkan keluar sekarang"


Ibu Van yang mendengar jawaban Van mengangguk sedikit. Meletakkan kartu bank di atas meja dan berjalan keluar dari kamar


Adapun Ayah Van, Ia menatap istrinya yang berjalan keluar dan menatap putranya yang tidak berbakti "Hei sungguh kau mengusir kami"


Van mengangguk sebagai tanggapan


Ayah Van yang melihat tanggapan Van ingin mengucapkan sesuatu seperti mengumpat, tetapi tidak jadi dan berjalan keluar dari kamar


Sedangkan Van yang tersisa seorang diri di kamar, berjalan menuju jendela. Ia melihat akademi yang ramai melalui jendela


Saat mengamati, tiba-tiba sebuah ledak besar terjadi di [Colosseum]


Van melihat banyak orang-orang keluar dari [Colosseum] dengan terburu-buru


Van kemudian mengambil pakaian khas [Darkness] miliknya dan sebuah topeng milik [Dark Shadow] untuk menutupi wajahnya



Van membuka jendela dan melompat keluar. Dengan kecepatan yang sangat cepat, Van berlari menuju [Colosseum]


Saat tiba di [Colosseum], Van langsung bersembunyi di daerah gelap dan dihampiri oleh 7 sosok berjubah hitam yang mengenakan topeng yang sama dengan milik Van


Van melihat sebuah lubang besar tercipta di arena. Di lubang besar tersebut, terdapat 153 sosok berjubah merah dengan kulit pucat dan mata merah


"Vampire, sepertinya ada 1 Viscount dan 2 Baron sedangkan sisanya Vampire bawahan" gumam Van


Kemudian belasan sosok juga muncul di tengah arena, tepat di depan para Vampire


Itulah para pahlawan yang dipimpin oleh Ayah Van, Vander sang [Elemental Master]


"Vampire.... Apa yang kalian lakukan disini?!" ucap Ayah Van dengan suara berat disertai aura yang mengerikan


Viscount Vampire meletakkan tangan di dadanya dan membungkukkan badan 45° "Perkenalkan, kami adalah bangsawan Vampire. Kami datang kesini atas perintah Yang Mulia Raja Edwardo von Vampiriogown untuk membunuh benih masa depan umat manusia"


"Tch raja gila itu mulai beraksi lagi" ucap Paman Javier, kesal dengan kegilaan Raja Vampire


"Sayang sekali, kalian tidak bisa pergi dan mati" ucap Viscount Vampire dan menjentikkan jarinya


Kemudian 12 manusia muncul di setiap sisi luar [Colosseum] dengan sebuah portal


Mereka membentuk segel aneh dan sebuah penghalang muncul menyelimuti keseluruhan [Colosseum]


"Kalian pergilah keluar, lindungi masyarakat. Kami [Dark Shadow] melindungi masyarakat dan membersihkan masyarakat yang kotor" ucap Van sambil menatap arena dengan fokus


7 bawahan Van mengangguk sebagai tanggapan dan mulai bergerak keluar [Colosseum]


Tepat sebelum penghalang menutup [Colosseum], 7 bawahan Van keluar dari [Colosseum] tanpa disadari oleh seorang pun


[Elemental Master] melihat penghalang menutupi [Colosseum] dan menjadi kesal


"Para pahlawan manusia, lebih baik khawatirkan dirimu sendiri. Lagipula, manusia di luar akan dibunuh oleh organisasi [Red Blood]" ucap salah seorang Baron Vampire


[Elemental Master] yang mendengarnya seketika menjadi kesal. Sebuah bola api berwarna ungu seukuran bola basket muncul di tangannya


[Elemental Master] melempar bola api ungu tersebut ke arah para Vampire


Tetapi sebuah gumpalan darah muncul di udara dan menahan bola api ungu tersebut


"Hanya seperti itu serangan Pahlawan #1?" ucap seorang Baron Vampire lainnya dengan nada menghina


Mendengar hinaan tersebut, [Elemental Master] mengepalkan tinjunya


Dari segala arah, ratusan bola api ungu sebesar mobil muncul


Tak hanya itu, sebuah tornado mini muncul di tangan [Elemental Master]


Dengan ratusan api ungu, suhu udara tidak baik melainkan turun dan samar-samar salju perlahan turun


"[Elemental Master] bukanlah sekedar nama" ucap [Elemental Master]


Setelah itu, ratusan bola api seukuran mobil meluncur ke arah para Vampire


Tornado di tangan [Elemental Master] membesar setinggi puluhan meter dan menuju para Vampire


Suhu yang menurun perlahan langsung menurun secara drastis dan membekukan udara


Van menatap Ayahnya di kejauhan dan mengepalkan tinjunya "Masih belum, perlu mencari bawahan lebih banyak lagi"


Ayahnya, seorang Pahlawan #1 dengan codename [Elemental Master] memiliki skill [Elemental]


[Elemental] : Pengguna mampu mengendalikan elemen apapun selama pengguna mampu. Konon, dapat mengendalikan ruang dan waktu, kematian dan sebagainya jika penggunanya mampu


Di sisi lain, serangan [Elemental Master] menyerang para Vampire


Para Vampire langsung membentuk perisai dari darah tetapi masih belum cukup


Akhirnya serangan tersebut berhasil menembus perisai darah dan menimbulkan debu beterbangan yang membentuk asap


Saat asap memudar, terlihat para Vampire terluka terutama para Vampire bawahan


Tetapi dalam beberapa detik, luka tersebut langsung sembuh dan terlihat seolah-olah tidak pernah terluka


Paman Javier a.k.a [Disaster] mengepalkan tinjunya dan membentuk sebuah gelembung putih diselimuti api dan guntur


[Disaster] : Skill yang membuat pengguna menjadi perwujudan bencana seperti gempa bumi, tsunami, kebakaran, badai petir, tornado dan bencana-bencana lainnya


Saat [Disaster] bersiap menyerang. Sebuah tawa yang keras terdengar dan bergema di seluruh [Colosseum] yang sunyi


"HAHAHAHA"


*Plok


*Plok


*Plok


Suara tepuk tangan terdengar dan sebuah sosok berjubah hitam dengan topeng muncul dari pintu masuk [Colosseum]


Sosok tersebut, tepatnya Van, berjalan perlahan dan suara langkah kakinya bergema di [Colosseum]


Baik dari pihak pahlawan maupun vampire menjadi waspada dengan kemunculan sosok ketiga


"Siapa kau?" tanya [Elemental Master] dengan waspada