
Van bersama yang lainnya turun dari bus
Van menatap pada tembok setinggi 50 meter
Tembok setinggi 50 meter itu berfungsi untuk melindungi kota dari serangan monster di luar kota
Dan juga dilindungi oleh perisai tak terlihat untuk melindungi kota dari serangan udara
Van berbalik ke [Aula Kebangkitan] yang dimiliki oleh setiap kota agar semua orang bisa membangkang [Skill]
[Aula Kebangkitan] sangatlah megah dengan luas 10 kilometer dengan sebuah layar sebesar ratusan meter berada di tengah aula dan cukup untuk menampung banyak orang
Van dan teman-teman sekolahnya memasuki [Aula Kebangkitan] dan melihat anak-anak dari sekolah lain juga ada
Kebangkitan [Skill] adalah suatu peristiwa yang dilakukan setahun sekali
Oleh karena itu, seluruh orang berusia 15 tahun terutama siswa-siswi pergi untuk membangkitkan [Skill]
Kedatangan Van dan teman-temannya menjadi pusat perhatian karena sekolah Van adalah sekolah yang terkenal
Apalagi kedatangan Van cukup menarik perhatian
Seorang anak dari pahlawan nomor 1
Serta ketampanan yang sangat tampan
Ketampanan dan pesona Van telah menyebar di dalam kota maupun di kota-kota lain
Kota yang saat ini Van tempati adalah kota #1 yang merupakan kota terbaik nomor satu di dunia
Van yang baru tiba di [Aula Kebangkitan] langsung berjalan ke pojok aula dan bersandar di dinding
Van menutup matanya sambil berpikir untuk rencananya kedepannya
...1 Jam Kemudian...
[Aula Kebangkitan] yang awalnya hanya terisi setengah mulai menjadi sesak karena kerumunan
Kerumunan mulai diam saat beberapa sosok pahlawan yang menempati kota #1 muncul
Van juga dapat melihat Ayahnya berada disana
"Hei lihat, bukankah itu pahlawan #1 (peringkat 1) - [Elemental Master]?!!"
"Ya kau benar, aku adalah penggemarnya, aku ingin menjadi seperti Ia di masa depan"
"Hei itu pahlawan #7 (peringkat 7) - [Exploder]!"
...----------------...
Ayah Van sekaligus pahlawan #1 (peringkat 1) maju dan memulai pidatonya
Ayah Van juga menatap Van yang berada di pojokan dan tersenyum padanya
Namun Van hanya membalas dengan anggukan datar
"Selamat siang wahai para pahlawan masa depan
.....
....
....
Pidato dari Ayahnya membuat Van menjadi bosan dan melanjutkan menutup matanya
Selama 30 menit, pidato terus berlangsung dan semua orang mendengarkan dengan seksama
Kecuali Van, yang menyusun rencananya untuk masa depan
"Baiklah, sekian pidato dariku... dengan ini... Ucapara Kebangkitan resmi dimulai!"
Ayah Van kemudian mundur dari panggung dan seorang penilai muncul
"Baiklah, nama yang ku panggil silahkan maju" ucap penilai
"Aaron dari Sekolah East Mid"
Seorang pria yang terlihat seperti wibu kemudian naik ke panggung dan meletakkan tangannya ke sebuah bola kaca
Bola kaca yang disentuh oleh Aaron kemudian bercahaya dan tubuh Aaron juga ikut bercahaya
Serangkaian teks muncul di layar di tengah aula
[Aaron - Fire (F)]
Aaron yang melihat layar terkejut, terjatuh dan bergumam
"Ke-kenapa?" gumam Aaron putus asa
"Semangat Aaron, walau peringkat F namun kau masih memiliki peluang untuk menjadi pahlawan" ucap Ayah Van menyemangati Aaron
"Ya, terima kasih Tuan [Elemental Master]!!! Aku akan berusaha agar menjadi pahlawan" jawab Aaron
Van yang mendengarnya hanya menghina dari dalam hatinya
Seseorang dengan [Skill] peringkat F mustahil untuk menjadi pahlawan
Kalaupun berhasil, dalam waktu 1 bulan nasibnya hanya akan berujung pada kematian atau cedera berat
"Selanjutnya, Arin dari sekolah Haghway" ucap penilai
Seorang wanita dari kerumunan kemudian naik ke atas panggung dan meletakkan tangannya di atas bola kaca
Namun bola kaca sama sekali tidak bersinar
"Arin terdeteksi tidak memiliki [Skill]" ucap penilai
Arin yang mendengarnya berdiri mematung seolah tak percaya dengan hasilnya
"Pa-pak.... pasti ada yang salah dengan alatnya" ucap Arin
"Maaf nak, tetapi itulah kenyataannya" balas penilai
Arin kemudian berjalan menuruni panggung dengan tangis di wajahnya
...----------------...
Entah sudah berapa banyak orang yang telah naik ke atas panggung
Ada yang membangkitkan [Skill] yang bagus tetapi ada juga yang membangkitkan [Skill] yang jelek
Bahkan ada beberapa yang tidak membangkitkan [Skill]
Saat ini adalah giliran Van dan Van bersiap untuk menaiki panggung
"Van Black dari sekolah First Middle" ucap penilai
Van kemudian berjalan menuju panggung dan setiap orang memberikan jalan bagi Van
Lagi pula identitas anak pahlawan nomor satu bukan cuma omong kosong
Van yang telah tiba di atas panggung dapat merasakan tatapan dari banyak pahlawan
Terutama ayahnya yang menatapnya dengan penuh harap
Adapun pahlawan lain menatapnya dengan rasa ingin tahu
Van meletakkan tangannya di atas bola kaca
Bola kaca kemudian bersinar dan rangkaian teks muncul di layar [Aula Kebangkitan]
[Van Black - Immortality (SSS) - Decay (SSS)]
Kebangkitan Van yang berhasil membangkitkan 2 [Skill] sekaligus membuat seluruh aula terguncang
Bahkan ayahnya menatap Van dengan tak percaya
Tahukah anda? Kebangkitan 2 skill ataupun skill yang kedua merupakan hal langkah dengan persentase 0,000000001%
Dapat dibayangkan betapa langkanya kejadian seperti ini dapat terjadi
Van kemudian bergumam "Status" dan sebuah layar hologram muncul sebagai fungsi dari [Skill System]
...[STATUS]...
[Nama : Van Black]
[Ras : Manusia]
[Skill :
- Immortality (SSS)
- Decay (SSS)]
[Immortality (SSS) : Memberikan pengguna keabadian tanpa dipengaruhi umur, penyakit, dan regenerasi tak terbatas]
[Decay (SSS) : Memberikan pengguna kemampuan untuk mengubah apapun yang disentuhnya menjadi debu]
Van yang melihat skill-skill miliknya cukup terkagum
Apalagi setelah mendapat bawahan, Ia juga akan mendapat [Skill] baru yang dimiliki bawahannya
...----------------...
Akhirnya, upacara Kebangkitan selesai dan semua orang pulang dari [Aula Kebangkitan]
Ada yang pulang dengan wajah bahagia
Ada yang pulang dengan wajah normal seperti biasa
Ada yang pulang dengan wajah sedih
Ada yang pulang dengan harapan yang baru
Ada yang pulang dengan tujuan yang baru
Ada yang pulang dengan harapan yang hancur
Van juga berniat untuk pergi dari [Aula Kebangkitan]
Saat berjalan keluar, Van bertemu dengan ayahnya dan pahlawan-pahlawan lain
"Hei nak, lama tak bertemu, sudah seminggu kan? Aku tak menyangka bahwa kau bisa membangkitkan 2 Skill SSS" ucap Ayah Van sambil menepuk pundak Van dan tertawa bahagia
Sedangkan Van hanya menatap ayahnya dengan datar
"Baiklah bocah dingin, cepatlah pulang dan nikmati liburanmu selama 1 minggu. Akademi akan dimulai minggu depan" ucap Ayah Van
Van kemudian mengangguk dan pergi keluar dari [Aula Perjamuan]
"Wow Vander! Anakmu sungguh dingin" ucap pahlawan lain
"Yah begitulah" ucap Ayah Van, Vander, menatap Van dengan senyum di wajahnya
"Sikapnya tak beda jauh dengan Ibunya" gumam Vander
...----------------...
Van akhirnya tiba di rumahnya
Van menatap rumahnya atau lebih tepatnya disebut mansion
Sebuah bangunan yang sangat mewah dengan fasilitas lengkap
Yang paling menyenangkan adalah hanya Ia, Ayahnya dan Ibunya di rumah
Untuk ayahnya, Ia akan sibuk karena Ia adalah pemimpin kota #1 sedangkan Ibunya sibuk mengurus bisnis
Agar keberadaan sebuah kota tetap terjaga, pemimpin kota haruslah seorang pahlawan
Dan ayahnya adalah pahlawan nomor satu dan pemimpin kota #1
Jadi dapat dibayangkan betapa sibuknya Ayahnya setiap hari
Van saat ini sedang berbaring di kasur sambil memikirkan apa yang harus Ia lakukan di dunia ini
Van menutup matanya dan berpikir keras
Setelah beberapa menit, Van membuka matanya dan sebuah senyum tipis muncul di wajahnya yang dingin
Van kemudian mengenakan sebuah pakaian lengan panjang hitam, celana training hitam, blazer hitam panjang hingga lutut dengan penutup kepala, dan kain hitam yang menutup bagian bawah mata hingga leher
Catatan : dengan baju kaos lengan panjang hitam serta penutup kepala, dan kain hitam yang menutup wajah mulai dibawah mata hingga leher
Van kemudian keluar dari mansion lalu berjalan-jalan di sekitar kota dengan melompati dari atap ke atap
Tahukah anda, kekuatan fisik manusia di dunia ini sangatlah berbeda
Seorang remaja bahkan dapat mengalahkan atlet MMA di dunia sebelumnya hanya mengandalkan kekuatan kasarnya
Kekuatan ini berasal dari evolusi manusia untuk bertahan hidup
Adapun Van, kekuatan fisiknya saat ini bahkan dapat dianggap mengerikan karena pemilik tubuh ini telah berlatih fisik sejak kecil
Saat Van sedang menjelajahi kota, Ia mendengar suara teriakan dari gang
"AHHHH" teriakan perempuan terdengar
Van kemudian melompat dari atap dan berlari ke arah gang
Saat tiba, Van melihat seorang pahlawan mencoba untuk melecehkan seorang wanita
Van mengenal pahlawan tersebut
Pahlawan itu adalah pahlawan yang Ia lihat saat berada di [Aula Kebangkitan]
Namun sepertinya Ia bukan pahlawan yang terkenal
Van kemudian berjalan menuju pahlawan tersebut dengan wajah datar
"Memang tak ada keadilan sepenuhnya di dunia ini
Manusia yang kotor hanya membuat dunia yang awalnya kotor semakin kotor
Sampah seperti kalian lebih baik tak pernah ada di dunia ini
Jika tak ada keadilan yang benar di dunia, maka aku yang akan menjadi keadilan yang mengadili kalian manusia kotor" ucap Van sambil mendekati pahlawan tersebut
Suara Van bergema di gang yang membuat pahlawan tersebut dan wanita itu berbalik
"Siapa kau?" tanya pahlawan tersebut sambil mendekati Van
"Seseorang yang akan mati sepertimu tidak perlu bertanya lebih jauh" ucap Van sambil berjalan perlahan-lahan
Pahlawan yang mendengar jawaban Van menjadi kesal dan sebuah cakar tumbuh dari tangannya
Pahlawan tersebut berlari ke arah Van dengan cakar di tangannya yang bersiap untuk menyerang
Namun Van tak menghindar dan hanya menerima serangan tersebut
Cakar pahlawan akhirnya mendarat di dada Van dan tertanam jauh di dalam
Aksi Van membuat pahlawan dan wanita tersebut terkejut dan bertanya-tanya
"Kena kau" ucap Van
Van kemudian menyentuh tangan pahlawan tersebut
Dengan tangan sebagai pusatnya, tubuh pahlawan tersebut mulai hancur menjadi debu
Sedangkan luka di dada Van mulai sembuh dalam sekejap mata
'Sungguh menyenangkan memiliki [Immortality] dan [Decay]' pikir Van
Van kemudian menatap wanita tersebut yang membuat wanita tersebut sontak ketakutan
Suara teriakan wanita tersebut tak hanya terdengar oleh Van namun didengar oleh pahlawan lainnya
Para pahlawan akhirnya tiba dan melihat Van serta wanita dengan pakaian yang tersobek
Para pahlawan langsung mengira bahwa Van melecehkan wanita tersebut dan berniat menangkap Van
"Hei berhenti, jangan bergerak"
"Kalian pahlawan, ingat namaku [Darkness]... Pemimpin organisasi [Dark Shadow]" ucap Van sebelum melompat ke atap dan menghilang
"Hei, apa kau melihat seperti apa rupanya?"
"Tidak, seluruh tubuhnya tertutup hanya menyisakan bagian matanya yang berwarna biru"
"Lupakan tentang itu, segera bantu wanita itu dulu"
"Hei nona, apa kau tak apa?"