The Anti-Hero

The Anti-Hero
Chapter 15 : [Academy Tournament] II



Setelah pertarungan antara tahun ke-7 selesai, [Beauty] kembali muncul di arena yang telah selesai direnovasi dalam waktu singkat


"Bagaimana semuanya? Apa kalian masih semangat?"


"YAAAA"


"Baguslah, kalau begitu untuk menambah api di semangat itu. Mari kita lanjutkan ke pertarungan selanjutnya!"


"YAAAA"


Setelah itu, siswa tahun ke-4 yang berjumlah 2000 siswa mulai memasuki arena. Tetapi dibandingkan siswa tahun ke-7 yang penuh kepercayaan diri, siswa tahun ke-4 saat ini penuh dengan emosi negatif karena gemetar melihat pertarungan tahun ke-7


[Beauty] yang melihat kondisi tahun ke-4 hanya bisa terdiam sejenak. [Beauty] kemudian mendekati seorang siswa yang penuh semangat juang


"Hai siswa, bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya [Beauty]


Van yang melihat siapa yang [Beauty] wawancarai sedikit terdiam sejenak sebelum kembali berjalan


"TENTU SAJA BERSEMANGAT! AKAN KU KALAHKAN SEMUA SENIOR-SENIOR PERSETAN ITU! I'M GONNA FCK ALL OF THEM!" ucap Ace


Pahlawan #35, [Yellow Laser] yang berada di tribun penonton langsung menepuk dahinya ketika mendengar jawaban anaknya, Ace


[Beauty] yang mendengar jawaban Ace seketika tersenyum canggung


Adapun senior yang berada di bangku siswa, mereka saat ini mencoba menahan emosi dengan tangan yang penuh dengan pembuluh darah yang menonjol


Untungnya, jawaban Ace berhasil membangkitkan sedikit semangat juang tahun ke-4


"Baiklah, tak perlu berlama-lama lagi. Pertarungan rookie tahun ini, dimulai!" ucap [Beauty] dan melompat keluar panggung


Ace yang bersemangat langsung berubah menjadi kilatan cahaya dan menendang wajah siswa di sebelahnya


Siswa yang terkena tendangan Ace langsung terlempar dan menabrak siswa lainnya


Karena tendangan berkecepatan cahaya, siswa yang ditendang dan siswa yang terkena tabrakan langsung keluar dari arena


Rover di sisi lain langsung mengeluarkan kemampuan maksimalnya


Langit pagi yang awalnya masih terang perlahan menjadi gelap dan suara berkecamuk listrik seperti jeritan dari neraka terdengar di langit


Beberapa detik kemudian, ratusan petir ungu menyambar arena dan mengeliminasi ratusan siswa akademi sekaligus


Van juga tak ikut diam. Van menyentuh arena di bawahnya dan mengaktifkan [Decay]


Tanah di bawah Van mulai hancur menjadi debu dan mulai menyebar sebuah ratusan meter


Dengan Van sebagai pusatnya, ratusan meter arena hancur menjadi debu dan ratusan siswa langsung tereleminasi


Paman Javier yang keluar seperempat arena hancur karena skill Van langsung terdiam dan menatap Ayah Van di sebelahnya dengan mata membara


Merasakan mata temannya, Ayah Van berpura-pura tidak melihat dan menikmati pertandingan


Saat Van membersihkan debu di tubuhnya, sebuah batu berkecepatan cahaya menembus kepalanya


Untungnya dengan [Immortality], luka tersebut tidak membuat Van mati dan mulai beregenerasi


Van berbalik dan melihat Ace tersenyum kepadanya


Sedetik kemudian, sosok Ace menghilang dan muncul di depan Van dalam sekejap


Ace mengayunkan kakinya dengan kecepatan cahaya. Tetapi Van berhasil menahan tendangan Ace


Retakan muncul di tanah di bawah Van. Van dengan ekspresi datar mengaktifkan [Decay] dan berniat menyentuh kaki Ace


Ace yang merasakan bahaya langsung berubah menjadi kilatan cahaya dan muncul puluhan meter jauhnya


Saat Ace sedang mengomel kepada Van, sebuah petir menyambar Ace


Ace yang tidak siap langsung terkena sambaran petir. Seluruh tubuhnya mengalami kejang dan mati rasa selama beberapa detik


Ace berbalik dan melihat Rover yang berada di tengah arena sedang tersenyum kepadanya


Ace berubah menjadi kilatan cahaya dan muncul di depan Rover dalam sekejap


Rover terkejut ketika melihat Ace muncul di depannya dalam sekejap dan memasang posisi bertahan


Tetapi Ace mengayunkan kakinya dengan kecepatan cahaya. Untungnya Rover berhasil menghindar tendangan Ace


Tanpa mereka berdua sadari, sosok Van muncul di depan mereka berdua dan melakukan 540° kick kepada Ace dan menendang wajah Rover dengan lututnya


Ace terkena tendangan Van dan terhempas sejauh puluhan meter. Ia memegang pipinya yang berdarah dan menatap Van "Fck kakinya terbuat dari apa?! Sungguh menyakitkan"


Sedangkan Rover yang terkena serangan Van mengalami patah tulang hidung dan mimisan ringan. Rover langsung menggunakan skillnya dan petir menyambar ke arah Van


Tetapi Van memukul petir tersebut dan petir yang menyambarnya lenyap


Saat Van sedang sibuk mengurus Ace dan Rover, sebuah peluru meluncur ke arahnya. Van meraih peluru tersebut dengan tangan kosong dan mengepalkan tangannya


Van membuka tangannya dan darah menetes disertai dengan peluru yang telah hancur menjadi debu


Van berbalik dan melihat seorang siswa dengan sniper di tangannya. Siswa itu menatap Van dengan tak percaya dan berlari ke kerumunan siswa, berusaha menghindari Van


Sebelum Van berhasil mengejar siswa yang menyerangnya, sebuah petir menyambar siswa tersebut


Van berbalik dan melihat Rover menatap kesal siswa yang mengganggu pertarungannya


Dari belakang Van, Ace muncul dan mengayunkan kakinya dengan kecepatan cahaya. Van dengan refleks menunduk dan berhasil menghindari tendangan Ace


Saat Van sedang bertarung dengan Ace, sebuah petir menyambar di atas mereka berdua


Karena tak memperhatikannya, Van dan Ace terkena sambaran petir. Van mengalami luka bakar ringan sedangkan Ace mengalami luka bakar di beberapa bagian


Luka bakar di tubuh Van langsung sembuh dalam sekejap. Van menendang Ace dan membuatnya terlempar belasan meter ke belakang


Mengabaikan Ace, Van berlari ke arah Rover yang berada puluhan meter jauhnya


Belasan petir mencoba menyambar Van, tetapi Van selalu berhasil menghindari semua petir yang akan menyambarnya


Setelah sedikit usaha, Van akhirnya tiba di depan Rover. Van memukul wajah Rover dengan sedikit tenaga dan membuatnya terlempar ke udara setinggi beberapa meter


Van melompat dan mengayunkan kakinya dari atas ke bawah. Ayunan kaki Van berhasil mengenai perut Rover dan membuatnya terhempas ke bawah dengan cepat


Rover yang menabrak arena menyebabkan debu bertebaran di udara dan membentuk asap


Sosok Van perlahan berjalan keluar dari balik asap. Saat keluar dari asap, Van mengangkat kepalanya. Van melihat siswa laki-laki setinggi 3 meter dengan badan dipenuhi otot


Siswa itu tersenyum pada Van yang lebih pendek darinya dan mencoba memukulnya. Van juga ikut memukul tinju siswa raksasa tersebut


Akibat pertemuan 2 tinju yang saling bertabrakan, Van termundur beberapa langkah sedangkan siswa raksasa tersebut terhempas beberapa meter ke belakang


Siswa raksasa tersebut mulai bangun perlahan dan menepuk pipinya. Siswa raksasa itu berlari menuju Van dengan tangan terkepal


*PRITTT


Saat tinju siswa raksasa tersebut hampir mengenai Van, suara sirine berbunyi menandakan pertandingan telah berakhir


Van dengan sigap bergerak menyamping dan meraih tangan siswa raksasa tersebut. Van kemudian melempar siswa raksasa itu ke tanah


Mengabaikan siswa raksasa, Van menatap 8 siswa selain dirinya dan siswa raksasa yang tersisa di arena