The Anti-Hero

The Anti-Hero
Chapter 21 : Magang II



Di pinggiran kota


Van sedang berjalan di pinggiran kota dengan santai


Meskipun hanya berjalan biasa, Van dapat mencium berbagai macam bau yang menyengat


Bau darah


Bau kotoran


Bau uang


Dan bau-bau lainnya yang jarang muncul di kota dalam kondisi yang menyengat


Saat Van sedang berjalan, Van tiba-tiba dicegat oleh sekelompok preman


"Heh siswa akademi? Apa yang Ia lakukan disini?"


"Entahlah, tapi siapa yang peduli. Mereka dijual mahal di pasar gelap"


Saat mereka sedang berdiskusi, Van muncul di depan mereka


Sebelum mereka bereaksi, Van sudah menyentuh tubuh mereka dan mengaktifkan [Decay]


Dalam sekejap, tubuh para preman langsung hancur menjadi debu


Van kemudian melanjutkan perjalanannya, seolah-olah yang Ia lakukan tadi hanyalah membunuh seekor nyamuk


Setelah berjalan selama setengah jam, Van tiba di sebuah gudang besar yang sudah tua


Van mengeluarkan peta yang ada di dalam surat sebelumnya dan mencocokkan posisinya "Sepertinya sudah benar"


Van kemudian mengetuk pintu gudang yang besarnya 10x lipat dari dirinya


Pintu terbuka oleh beberapa orang yang berpakaian seperti preman


Pada orang-orang tersebut, Van bisa mencium bau mesiu dan darah yang menyengat


"Bukan [Shinigami]" gumam Van


"Hah anak-anak?"


"Nak, kenapa kau bisa nyasar?"


"Apakah ini tempat pahlawan [Shinigami]?" tanya Van


Mendengar kata [Shinigami] membuat mata mereka menegang


Mereka dengan cepat meraih pistol di sakunya dan mengarahkannya ke kepala Van


Saat mereka akan menarik pelatuknya, sebuah siluet muncul di depan Van dan para penjahat


Bahkan Van sangat terkejut dengan kemunculannya karena kecepatan yang sangat cepat


'Kebugaran fisiknya... telah melampaui manusia' pikir Van


Sosok siluet hitam yang bergerak sangat cepat akhirnya dapat dilihat


Sosok dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya hingga tidak diketahui warna kulitnya, dan sebuah topeng dewa Shinigami dari mitologi Jepang menutupi wajahnya


Van yang melihatnya sekilas langsung mengetahui bahwa sosok di depannya adalah pahlawan #2 [Shinigami], seorang pahlawan tanpa skill dengan kebugaran fisik yang menakutkan


"Pelajaran pertama, selalu waspada" ucap [Shinigami]


[Shinigami] mengepalkan tinjunya dan meninju udara


Namun dibalik tinju sederhana itu, terdapat kekuatan yang sangat mengerikan


Udara seperti terkena gempa ringan dan hembusan angin yang mengerikan langsung menerpa gudang tua


Akibatnya, gudang yang terbuat dari besi langsung hancur dan terbang ke langit


[Shinigami] membersihkan debu di pakaiannya dan berbalik


Ia tertegun sejenak saat melihat Van yang terluka dengan lubang peluru yang sangat banyak di tubuhnya


Luka peluru di tubuh Van terlihat sangat parah, tiba-tiba beregenerasi dan Van terlihat seperti tidak terkena serangan apa pun


Van tidak dapat melihat ekspresi [Shinigami] yang berada di balik topeng


Namun, suara [Shinigami] terdengar dari balik topeng "Sepertinya kau bukan siswa akademi yang biasa. Ikut aku"


[Shinigami] berjalan ke suatu arah dan Van mengikutinya dalam diam


Setelah perjalanan beberapa menit, mereka tiba di sebuah bar yang sederhana


Saat membuka gubuk tersebut, Van melihat seorang bartender dan beberapa orang yang sedang menikmati bir


[Shinigami] dan Van berjalan mendekati bartender lalu [Shinigami] memberi $100 kepada bartender


"Apa itu pahlawan" ucap [Shinigami]


Bartender yang mendengar pesan [Shinigami] langsung mengambil $100 dan mengangguk


Bartender berjalan ke rak anggur dan mengangkat sebotol anggur


Rak anggur perlahan tenggelam ke dalam tanah, dan di balik rak anggur terdapat sebuah tangga menuju ke bawah tanah


[Shinigami] dan Van saling menatap sejenak lalu berjalan menuruni tangga


Mereka berdua menelusuri tangga di tengah terowongan yang gelap


Setelah beberapa menit menelusuri tangga di terowongan gelap, mereka melihat sedikit sinar cahaya


Saat masuk lebih dalam, mereka mendengar suara keributan dan melihat pasar yang sangat ramai


"Selamat datang di pasar gelap" ucap [Shinigami]


"Masuk ke kandang musuh seperti ini. Apa kau tak takut ketahuan? Lagi lupa kostum pahlawanmu terlihat sangat mencolok" tanya Van dengan santai meskipun Ia telah mengaktifkan [Decay] dan siap mengubah tempat ini menjadi debu jika terjadi sesuatu yang salah


"Tak perlu khawatir, banyak orang menyembunyikan identitasnya di pasar gelap dengan menggunakan topeng. Topeng seperti milikku merupakan topeng yang umum digunakan di pasar gelap" ucap santai [Shinigami]


[Shinigami] dan Van berjalan lebih dalam ke pasar gelap


Selama perjalan, Van melihat berbagai hal yang sulit ditemukan di pasar umum tetapi merupakan produk yang mudah dijumpai di pasar gelap


Saat tiba di bagian terdalam pasar gelap, Van melihat beberapa hal yang bahkan sedikit mustahil untuk ditemukan di dunia luar


Seperti gigi taring naga


Darah vampire


Bahkan [Hero Fruit] yang Ia dambakan ada walaupun sedikit mahal


[Hero Fruit] : Buah yang konon katanya adalah buah yang ditanam oleh pahlawan dahulu kala. Mahluk hidup yang memakannya harus memiliki jiwa pahlawan untuk mendapatkan efeknya. Efek [Hero Fruit] adalah meningkatkan kekuatan fisik dan mental sebesar ratusan kali lipat


Tanpa ragu, Van menghubungi bawahannya untuk membeli [Hero Fruit] sebanyak-banyaknya


Jika perlu, buat saja kekacauan dan curi [Hero Fruit] sebanyak-banyaknya


[Shinigami] kemudian berhenti dan memberi isyarat pada Van lalu berbelok ke kiri


Van yang melihat isyarat tersebut langsung mengerti dan berbelok ke kanan


Van kemudian menghampiri salah satu pedagang dan bertanya "Pak, berapa harga buah ini?"


"Hanya $100.000 saja" ucap pak pedagang saat melihat buah yang ditunjuk oleh Van


"Hmm kenapa murah? Aku kira bahwa [Hero Fruit] ini adalah buah yang langka" ucap Van


"Meskipun langka dan sangat kuat, tetapi buah ini memerlukan syarat yang sangat ketat untuk memperoleh hasilnya


Seseorang perlu untuk memiliki jiwa yang murni dan hati penuh kepahlawanan. Tentu saja para pembeli di pasar gelap tidak akan memiliki jiwa kepahlawanan sehingga buah ini tidak laku"


"Begitu.. Berikan aku satu" ucap Van sambil melempar sebuah koin emas


Van kemudian mengambil satu buah [Hero Fruit] dan sang pedagang mengambil koin emas yang dilempar oleh Van


"Nak semoga kau tetap hidup!" ucap sang pedagang


Van berbalik dan melihat beberapa preman dengan jubah dari kulit harimau putih