The Anti-Hero

The Anti-Hero
Chapter 22 : Magang II



Melihat kelompok gangster dengan jubah harimau, Van langsung mengenal kelompok tersebut


[White Tiger]


Kelompok penjahat dunia bawah yang tidak besar, tetapi tidak bisa dibilang kecil


Kelompok ini dipimpin oleh seorang penjahat dengan codename [Taiga]


Selain pahlawan, beberapa penjahat tingkat tinggi juga memiliki codename yang bermaksud mendaftarkan mereka sebagai penjahat kelas kakap


Van melihat beberapa penjahat dari organisasi [White Tiger] mengikuti [Shinigami] dengan diam-diam


[Shinigami] tentu saja merasakan seseorang mengikutinya dan berjalan menjauh dari kerumunan


Setelah beberapa langkah, [Shinigami] memasuki toko senjata di pasar gelap


Penjahat dari organisasi [White Tiger] juga mengikuti [Shinigami] memasuki toko senjata


Beberapa menit kemudian, seekor ular raksasa sebesar 10 meter keluar dari toko senjata


Ular tersebut mengamuk dan menyerang toko-toko di sekitarnya


Tetapi Van tidak fokus pada ular tersebut, melainkan pada toko senjata yang telah hancur


Kemudian [Shinigami] bangkit dari reruntuhan dengan seperempat topengnya hancur yang menunjukkan mata biru yang indah


[Shinigami] membersihkan debu di pakaiannya dan berjalan ke arah Van


"Ayo pergi" ucap [Shinigami] dengan nada suara datar dan tanpa emosi


Emosi suara yang sama sekali berbeda saat [Shinigami] berbicara pada Van pertama kalinya


"Apa ada yang salah?" tanya Van dengan penasaran sambil melihat tangan [Shinigami] yang terkepal dengan erat dan bergetar


"Nak, terkadang ada waktunya untuk tidak ikut campur dengan urusan pribadi seseorang" suara [Shinigami] dari balik topeng


"Baiklah"


...----------------...


Van dan [Shinigami] akhirnya tiba di sebuah hotel di pinggiran kota yang terletak di daerah kumuh dengan kasus kejahatan yang tinggi


[Shinigami] kemudian memberikan sebuah kunci kamar pada Van


"Nak, jangan mati" ucap [Shinigami] dan masuk ke kamarnya


Van sedikit kebingungan saat mendengar ucapan [Shinigami]


Van kemudian membuka pintu kamarnya dengan kunci kamar dan melangkah masuk


Setelah berjalan beberapa langkah, Van merasakan sensasi gatal di kakinya


Van kemudian menoleh dan melihat belasan paku sepanjang 7 cm menancap dalam di kakinya


Tetapi Van mengabaikannya dan lanjut berjalan


Luka akibat paku perlahan menutup dan mendorong paku keluar dari dagingnya


Van melepas pakaiannya dan memperlihatkan tubuh sempurna yang penuh kekuatan tanpa kekurangan apa pun


Van masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower


Saat shower menyala, air berwarna hitam keluar dan Van dengan refleks menghindar


Van melihat cairan hitam tersebut melelehkan lantai di bawahnya dan terdapat beberapa serangga dan cacing di dalam cairan tersebut


"Untung saja menghindar, jika tidak aku harus mandi berkali-kali untuk menghilangkan baunya" gumam Van


Van menjentikkan jarinya dan tubuhnya perlahan menghilang di kamar mandi


Van tiba istana pribadi miliknya di [Infinite Castle] dan bergumam "Siapkan pemandian dan makan malam"


Van berjalan selama beberapa menit dan akhirnya tiba di pemandian istana


Yaitu sebuah bak mandi seluas lautan dengan air yang hangat


Van kemudian berendam dan menutup matanya, mencoba menikmati hangatnya air


Setelah setengah jam berendam, Van bangkit dari bak mandi dan memakai pakaiannya


Van berjalan ke arah ruang makan dan disambut dengan berbagai jenis makanan mewah


Van bangun di kasurnya yang sangat empuk dan meregangkan badannya


Kemudian mengenakan pakaiannya dan menjentikkan jarinya


Van tiba kembali di kamar hotel dan disambut dengan ketukan di pintu hotel


Van berjalan ke arah pintu, mengabaikan semua jebakan yang disiapkan oleh pihak hotel untuk tamu


"Ikut aku" ucap [Shinigami] dan turun ke lobby hotel


Van mengikut [Shinigami] dari belakang dan sampai di lobby hotel


Saat tiba, beberapa orang yang bekerja di hotel sedikit terkejut bahwa mereka berdua masih hidup setelah tinggal semalam di dalam hotel


Seolah terbiasa, [Shinigami] berjalan keluar dari hotel dan Van tetap mengikutinya


Saat berada di depan pintu keluar, Van menyentuh dinding hotel dan mengaktifkan [Decay]


Dengan Van sebagai pusatnya, dinding hotel perlahan hancur menjadi debu


Setelah beberapa detik, seluruh hotel termasuk orang-orang di dalamnya lenyap menjadi debu


"Nampaknya kau terbiasa membunuh" ucap [Shinigami]


"Seperti biasa, banyak bajingan mengincarku karena aku anak pahlawan #1" ucap Van dengan tenang


[Shinigami] berjalan dengan tenang sambil memdengar ucapan Van


"Ngomong-ngomong mengapa daerah penuh kejahatan seperti ini masih bertahan? Bukankah pahlawan biasa mengatasinya?" tanya Van


"Jika pahlawan berfokus menyerang daerah ini, maka penjahat atau ras lain dapat dengan mudah menyerang kota


Selain itu, bukan hanya pahlawan saja yang kuat, tetapi ada penjahat atau mahluk ras lain yang sangat kuat. Dan mereka mendukung berdirinya tempat ini, sehingga sulit untuk disingkirkan" ucap [Shinigami]


"Begitu...."


"Bersiaplah untuk bekerja keras, ada penangkapan organisasi dunia bawah di kota #2 hari ini, sehingga banyak pahlawan yang pergi dan kota #1 akan terasa kosong" jelas [Shinigami]


"Jadi maksudmu adalah, para penjahat akan bertindak hari ini karena kurangnya pahlawan?" tanya Van


[Shinigami] mengangguk sebagai tanggapan atas pertanyaan Van


*DING *DING *DING


Suara alarm bergema di seluruh kota #1 bahkan Van dan [Shinigami] yang berada di pinggiran kota masih dapat mendengarnya


...[PERHATIAN KEPADA SELURUH WARGA KOTA #1!]...


...[MASUK KE RUMAH ANDA, KUNCI PINTU DAN JENDELA, DIAM DAN JANGAN PERNAH MEMBUKA PINTU UNTUK SIAPAPUN!]...


...[TELAH TERJADI WABAH ZOMBIE DI DAERAH PUSAT PERBELANJAAN (MALL) DAN DIHARAPKAN WARGA SEKITAR UNTUK MELAKUKAN EVAKUASI]...


"Sepertinya yang kau ucapkan itu benar" ucap Van dan menoleh ke arah [Shinigami]


Van menyadari bahwa [Shinigami] telah menghilang dan muncul ratusan meter jauhnya


Van kemudian meraih [Hero Fruit] dari [Infinite Castle] dan tanpa ragu menggigitnya


Kemudian sensasi panas yang membakar terasa di dalam tubuh Van


Rasa panas tersebut sudah cukup untuk membuat Van berkeringat dan kelelahan


Kemudian kesadaran Van terasa tertarik oleh sesuatu dan pikirannya menjadi jernih


Rasa panas perlahan menurun dan energi asing masuk ke dalam tubuh Van


Van perlahan membuka matanya dan melihat banyak bercak darah muncul di sekitarnya


Bahkan pakaian miliknya telah basah karena darah dan beberapa tetes darah menetes dari pakaiannya


Tanpa Van sadari bahwa tubuhnya tidak dapat menahan dampak [Hero Fruit] yang menyebabkan tubuhnya hancur dan meledak


Untungnya [Immortality] membuat Van kembali meregenerasi dan mengabaikan efek samping [Hero Fruit]


Van mengepalkan tinjunya dan merasakan tinjunya dipenuhi dengan kekuatan yang lebih kuat


"Sepertinya meningkat 250x" gumam Van


Van kemudian melangkah ringan dan Ia muncul puluhan meter jauhnya


"Nampaknya aku bisa makan [Hero Fruit] setiap hari" gumam Van dan berlari ke arah pusat perbelanjaan (mall)


Dalam beberapa menit, Van tiba di pusat perbelanjaan (mall) kota #1 yang sudah kacau karena wabah zombie yang tiba-tiba


Van yang penuh dengan darah menarik perhatian zombie dan semua zombie langsung berlari ke arahnya


Van langsung mengaktifkan [Decay] dan menyentuh tanah di sekitarnya


Dalam sekejap, baik itu tanah, manusia yang akan berubah menjadi zombi, maupun para zombie langsung hancur menjadi debu


Van menganalisis sekitarnya dengan tenang dan memasang wajah datar ketika melihat adegan berdarah di depannya


"Sepertinya para pahlawan ada di dalam pusat perbelanjaan" ucap Van ketika melihat tembok di sekitar retak