The Anti-Hero

The Anti-Hero
Chapter 25 : Psychologist



Seminggu telah berlalu semenjak kejadian di mall Kota #1


Kejadian itu dinamakan [White Tiger Incident] oleh pemerintah setempat


Meski begitu, banyak hal disembunyikan kepada publik, seperti, kemunculan Iblis dan munculnya pemimpin [Darkness] sang pemimpin [Dark Shadow]


Hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan kekhawatiran pada publik


Dan juga, ayah Van juga ikut pusing karena harus mengeluarkan uang lagi untuk pembangunan pusat perbelanjaan


Adapun salah satu pelaku yang terlibat, Van, sedang berjalan di taman Akademi di bawah tatapan kagum, iri, dan benci dari para siswa Akademi


Saat sedang berjalan, Van melihat seorang siswa yang sedang membaca buku tanpa sampul dan duduk di bangku taman


Saat sedang menatap siswa tersebut, Ace datang dengan skill [Light Speed] miliknya


Ace tiba di sebelah Van dan mengayunkan kaki kanannya ke wajah Van


Namun, Van hanya bergeser selangkah ke samping dan berhasil menghindari serangan Ace


Van hanya menendang ringan kaki kiri Ace


Akibatnya, Ace kehilangan keseimbangannya dan terjatuh


"Aww" gumam Ace saat merasakan sakit di punggungnya


sambil berdiri, Ace membersihkan debu yang menempel di seragamnya


"Hei, apa yang kau perhatikan?" ucap Ace sambil melihat ke arah Van memandang


"Hmmm anak itu?" ucap Ace sambil terheran


"Kau mengenalnya?" tanya Van


"Ya, aku mendengarnya dari gosip" balas Ace


"Rumor apa?" tanya Van sekali lagi


"Namanya Luke. Ia adalah salah satu siswa di angkatan kita yang tidak memiliki skill. Akan tetapi, Ia memiliki psikologis yang luar biasa. Ia berhasil mengalahkan seorang siswa dengan skill peringkat S " jawab Ace


Van mengangguk dan lanjut berjalan menuju kelas Akademi, diikuti dengan Ace yang mengikutinya


"Apa kau tertarik dengannya? Sungguh tak biasa kau tertarik dengan sesuatu" ucap sambil sambil berjalan menyusul Van


Van hanya diam berjalan dan menghiraukan Ace yang berisik


...----------------...


Kantin Akademi


Van tiba di kantin untuk mengambil makan siang


Meskipun dirinya sudah tidak membutuhkan makanan karena [Physical] yang Ia dapatkan saat [Shinigami] menjadi bawahannya


Akan tetapi, Van tetap melakukannya agar tetap menjaga citra miliknya


Saat Van sedang berjalan dengan makan siang di tangannya, Ia melihat tidak ada siswa yang duduk di dekat Luke


Van kemudian mengambil inisiatif berjalan ke arahnya dan duduk di meja makan yang sama dengan Luke


Aksi Van menyebabkan banyak diskusi di antara siswa Akademi


Namun menyadari bahwa yang mereka gosipi adalah Van, maka mereka segera berhenti bergosip dan lanjut memakan makan siang mereka


Luke yang sedang makan sambil membaca buku tanpa sampul tiba-tiba merasakan pergerakan di depannya


Ia mengangkat kepalanya dan melihat siswa paling populer, kuat, tampan, dingin, dan 1001 kelebihan lainnya duduk di meja makan yang sama dengannya


Namun, tidak ada perubahan di sorot mata, ekspresi, pergerakan tangan, gerakan kaki dan lainnya, yang menandakan bahwa kualitas psikologis Luke sangat bagus


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Luke


"Untuk apa bertanya? Aku berada di kantin, membawa makan siang, dan duduk di meja makan. Apakah kurang jelas bahwa Aku ingin makan?" balas Van dengan tenang


"Begitu" ucap Luke dengan tenang dan melanjutkan membaca buku


"Membaca buku dark psychology, sepertinya rumor itu benar" ucap Van dengan suara rendah yang hanya bisa didengar oleh Luke


Mendengar ucapan Van, mata Luke menunjukkan sorot terkejut dan segera menutup buku tanpa sampul yang Ia baca


Sorot mata terkejut Luke segera menghilang dan kembali tenang seperti semula


Akan tetapi, Luke terus menatap Van dengan tegas selama belasan menit


"Untuk apa membaca buku seperti itu? Apa tujuanmu? Apa yang akan kau lakukan?" ucap Van dan memakan suapan terakhir dari makanannya


"Jika kau ingin tahu lebih dalam, datanglah ke gudang saat malam" ucap Van dan bangkit berdiri dengan piring kosong bekas makan siangnya


Luke menatap kepergian Van dengan matanya yang tenang, tetapi dalam pikirannya telah penuh dengan berbagai macam analisis


...----------------...


Malam hari


Van yang sedang duduk di dalam gudang tiba-tiba merasakan pergerakan


"Akhirnya kau sudah tiba" ucap Van sambil menatap salah satu sudut ruangan


"Katakan alasanmu mendekatiku" suara Luke terdengar di sudut ruangan yang diselimuti kegelapan malam


"Aku hanya tertarik padamu, seseorang tanpa skill masih berusaha dengan keras untuk melawan dunia yang kejam ini. Apa alasannya?" jawab Van


Saat Van sedang berbicara, sebuah pisau buah terbang ke arahnya


Berkat skill [Physical], kulit Van merupakan salah satu material terkeras di dunia


Saat pisau buah tersebut mengenai kulit Van, pisau buah tersebut langsung hancur berkeping-keping


Van tetap tak bergeming dan melihat Luke masih berputar-putar di dalam gudang sambil melempar belasan pisau buah


Akan tetapi, usahanya gagal dan semua pisau buah langsung hancur saat mengenai kulit Van


"Percuma saja, seseorang tanpa skill tidak akan pernah bisa mengalahkan seseorang dengan skill. Meski bisa, itu hanyalah keberuntungan. Itulah hukum dunia saat ini" suara Van bergema di gudang Akademi


Sesaat setelahnya, Luke muncul di depan Van dengan sebuah pisau buah di tangannya


Luke berlari secepat mungkin dan mengayunkan pisau buah tersebut ke arah leher Van


Saat semakin dekat, Luke tiba-tiba merasakan krisis di hatinya


Di sisi Van, Van mengaktifkan [Telekinesis] saat melihat Luke semakin dekat


Saat [Telekinesis] aktif, Luke tiba-tiba berhenti bergerak seperti patung


Wajah Luke penuh dengan keterkejutan dan menatap Van dengan tak percaya


Setahunya, Van memiliki 2 skill, yaitu [Decay] dan [Immortality] yang cukup mengesankan untuk memiliki 2 skill


Tetapi skill yang Van gunakan padanya tidak berhubungan dengan kedua skill tersebut


Artinya, Van memiliki 3 skill, atau bahkan lebih


Van kemudian berjalan ke arah Luke yang masih tidak bergerak


"Ada apa? Terkejut? Bukankah dunia ini tidak adil bagimu? Seseorang masih bisa memiliki 2 skill atau lebih, sedangkan dirimu tidak memiliki skill apa pun" ucap Van


Mendengar ucapan Van, Luke menggertakkan giginya


Sosok Van kemudian diselimuti kegelapan


Hal ini membuat Luke kebingungan dengan apa yang terjadi


Saat kabut hitam menghilang, Luke melihat sosok Van lainnya, yaitu [Darkness] sang pemimpin [Dark Shadow] dan penjahat paling dicari


Luke tidak bisa mempertahankan kemampuan psikologisnya untuk tetap tenang dan gemetar ketakutan saat melihat sosok di depannya


[Darkness] meraih sebuah pedang yang Ia ambil dari [Infinite Castle] dan meletakkannya di leher Luke


"Luke, katakan keinginanmu padaku! Lawan dunia ini dan bergabung dengan [Dark Shadow]....


Atau...


Mati....."


Mendengar ucapan [Darkness], Luke terdiam selama beberapa menit


Luke membulatkan tekadnya dan menatap [Darkness] di depannya dengan tegas


"Aku memilih bergabung" ucap Luke dengan tegas


[Darkness] mengangguk dan melukai dirinya sendiri


Lalu meletakkan darahnya di dahi Luke


...[Bawahan #9 - Luke - Illusion]...


[Illusion] : Kemampuan untuk menciptakan ilusi dalam pikiran seseorang, menciptakan ilusi di lingkungan, dan mengendalikan 5 panca indra mahluk hidup