The Anti-Hero

The Anti-Hero
Chapter 20 : Magang I



Van menatap Ayahnya yang masih berlumuran darah meskipun lukanya telah menutup


"Dan kau masih hidup?" tanya Van dengan datar


Ucapan Van membuat Ayah Van terdiam sejenak


Sang Ayah menatap anaknya sejenak dengan tatapan aneh


Apa kau ingin melihat Ayahmu mati?


Ayah Van kemudian menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepada anaknya


"Meskipun serangan ini telah berakhir, tetaplah waspada. Aku juga ingin pamit kepadamu karena ada urusan di kantor" ucap Ayah Van dan berbalik ke arah pintu


"Kau akan menerima banyak surat untuk magang nanti. Ingatlah untuk memilihku!" suara Ayah Van terdengar setelah Ia keluar dari pintu


...----------------...


3 hari kemudian


Cuti selama 3 hari diberikan kepada siswa untuk memulihkan diri baik dari luka fisik maupun luka psikologis


Selama 3 hari, pihak akademi membuang banyak uang untuk memulihkan seluruh fasilitas yang rusak


Meskipun setengah akademi hancur karena serangan [Red Blood] dan para vampire


Lapangan olahraga yang masih utuh kemudian dijadikan tempat untuk mengumpulkan siswa akademi tahun ke-4 sampai tahun ke-7


Meskipun cuti selama 3 hari bisa meredakan ketegangan akibat insiden


Akan tetapi, masih terlihat trauma di wajah setengah siswa yang berkumpul di lapangan


Di sebuah podium, Paman Javier atau yang dikenal sebagai Pahlawan #3 [Disaster] sedang berdiri dan menatap semua siswa


Ia hanya bisa menghela napas ketika melihat semua siswa yang masih memiliki jejak kelelahan


Beliau juga menatap tangan kanannya yang diselimuti perban karena menggunakan kekuatannya secara berlebihan


"Selamat pagi semuanya, Aku tahu bahwa kalian masih kelelahan karena insiden yang kemarin!


Meskipun karena kejadian 3 hari yang lalu menyebabkan kita kehilangan siswa-siswa yang kita hormati


Namun kita tidak boleh berduka terlalu lama! Kita harus berkembang menjadi lebih kuat untuk membalas dendam dan menghormati teman-teman kita yang mati!


Jadi, tinggalkan penyesalan kalian dan jadilah kuat!"


Pidato Paman Javier berhasil membuat wajah siswa-siswa menjadi lebih baik


Paman Javier pun tersenyum ketika melihat wajah siswa akademi yang menjadi lebih baik dari sebelumnya


"Kegiatan kita selanjutnya adalah program magang selama 1 bulan sambil menunggu akademi puluh kembali. Kalian akan melakukan magang di salah satu pahlawan


Silahkan kalian gunakan kesempatan ini untuk belajar apa arti menjadi pahlawan dan gunakan kesempatan ini untuk belajar menjadi lebih kuat"


Setelah Paman Javier selesai, para siswa akademi akhirnya kembali bersemangat dan suasana yang suram kembali menjadi ceria


"Hei, kira-kira siapa pahlawan yang akan memilihku?"


"Aku harap aku dapat magang dengan pahlawan #1"


"Baiklah semuanya, kembalilah ke asrama kalian. Surat-surat undangan magang dari para pahlawan telah ada di pos surat masing-masing kamar"


Setelah itu, para siswa yang berkerumun langsung berpecah ke masing-masing arah


Semuanya berlari dengan sangat cepat dan tak sabar untuk melihat surat undangan magang dari para pahlawan


Sedangkan Van hanya berjalan perlahan menuju asramanya


Selama perjalanan, Van melihat bagian-bagian akademi yang rusak parah


Dalam hati, Van yakin bahwa akan banyak uang yang keluar selama ini


Setelah setengah jam perjalanan, Van akhirnya tiba di kamar asrama miliknya


Van menemukan bahwa kotak surat miliknya kosong dan pintu kamarnya terbuka perlahan


Saat membuka pintu asrama, Van melihat surat yang sangat banyak


Dengan mata yang teliti, Van memperkirakan bahwa terdapat sekitar 99 juta surat


Dengan jumlah pahlawan di dunia yang mencapai 100 juta, Van yakin bahwa hampir seluruh pahlawan mengirim surat undangan magang kepadanya


Dan yang tidak mengirim surat kepadanya kemungkinan besar hanya pahlawan yang menjadi pendatang baru


...[Baik. Siswa Van]...


Kemudian semua surat undangan dibuang dan menyisakan surat undangan pahlawan #2


"Dapat" gumam Van


Sejak lama, Van telah menentukan pilihan magangnya


Yaitu pahlawan #2 [Shinigami]


Sejauh ini tidak ada yang pernah melihat wajahnya karena [Shinigami] berurusan dengan dunia bawah


Selama ini [Shinigami] hidup mengembara dari kota ke kota dan informasinya sangat dirahasiakan


Jika pahlawan lain bekerja untuk melindungi masyarakat dari penjahat, mengalahkan monster, atau melawan ras lain


Maka [Shinigami] berbeda, [Shinigami] adalah mesin pembunuh yang khusus membunuh manusia


[Shinigami] membunuh manusia yang berpotensi mengancam kedamaian dunia


Biasanya, [Shinigami] tidak mengirimkan permintaan magang karena tidak ingin terjadi suatu masalah selama prosesnya


Akan tetapi, Van yakin bahwa [Shinigami] akan menerima magang kali ini karena Van melihatnya di podium penonton saat [Academy Tournament]


Dan ada satu hal yang Van ketahui, tetapi orang lain tidak ketahui


Yaitu, [Shinigami] tidak memiliki [Skill]


Selama ini [Shinigami] bertarung dengan mengandalkan fisik, kecerdasan, pengalaman, dan instingnya


Informasi ini Van ketahui dari database pahlawan ketika Ia berkunjung ke kantor Ayahnya saat kecil


"Kebetulan [Dark Shadow] belum memiliki intel" gumam Van


Van kemudian membuka amplop surat undangan yang berisikan sebuah peta


Van yang cerdas sejak kecil telah menghafal segala macam pengetahuan, termasuk peta dunia


Sekilas melihat, Van yakin bahwa ini adalah peta denah Kota #1


Terdapat lambang [X] di peta yang berada di daerah pinggiran kota


Van kemudian menggulung peta itu dan meletakkannya di [Infinite Castle]


Van keluar dari kamar asrama dan melapor ke bagian administrasi akademi bahwa Ia akan melakukan magang di pahlawan #2


Staff administrasi yang mendengarnya sedikit terkejut


Ia menyangka bahwa Van akan melakukan magang di Ayahnya, sang pahlawan #1


Tetapi kenyataan berbeda dengan ekspektasi


...----------------...


Di sisi lain, Ayah Van sedang laporan-laporan investigasi mengenai serangan di akademi


*TOK


*TOK


*TOK


Suara ketukan pintu terdengar dan Ayah Van meletakkan laporan investigasi di meja


"Masuk" ucapnya


Pintu terbuka dan seorang pekerja laki-laki yang terlihat seperti sekretaris masuk ke kantor


"Tuan, ini teh yang Anda inginkan" ucap sekretaris tersebut


"Ahh terima kasih. Ngomong-ngomong apakah ada kabar mengenai anakku?" tanya Ayah Van sambil menyeruput teh yang disajikan


"Ada, Tuan. Tuan Muda Van nampaknya melakukan magang di pahlawan #2 [Shinigami]" lapor sekretaris


*PFFFTTTTT


Ayah Van langsung menyemburkan teh yang diminumnya ketika mendengar laporan sekretaris


"What?! Ia mengabaikan Ayahnya sendiri?!" ucap Ayah Van tak percaya


"VAN" suara teriakan Ayah Van terdengar di seluruh Kantor Pusat Pahlawan dan Kota #1