
Saat Ini Rebecca Sedang Bersantai Di Depan Perapian Yang Berada Dikamar nya. Gadis Cantik Itu Terlihat Sangat Bosan Sekarang, Dia Juga Tidak Dapat Berenang Dikolam Renang Hotel Dikarenakan Suhu Udara Yang Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Dingin...
Bisa Beku Dia Jadinya
Oleh Karena Itulah, Dia Hanya Bisa Menikmati Waktunya Dengan Duduk Di Kursi dan Menghangatkan Tubuhnya Dengan Menyalakan Perapian
"Apa Yang Harus Ku Lakukan?" Ucapnya Pada Dirinya sendiri
"Bagaimana Kalau Kita Belanja Aja Yah, Kan Aku Belum Punya Perhiasan, Ya Kali Aku Harus Makan Malam Dengan Gaun Tanpa Perhiasan, Bisa Jadi Tontonan Publik Aku nya" Lanjutnya
Gadis Itu Dengan Segera Berlari Kelemari, Membuka Dan Mengobrak-abrik Isi Didalamnya. Gadis Itu Mencari Mantel Hangat Yang Dapat Dia Gunakan Untuk Keluar
Setelah Menemukan Yang Tepat, Dia Mengganti Pakaiannya, Mengambil Tas, Pakai Sepatu
Tunggu! Sepatu Ini Sepertinya Terlalu Jelek? (Selera Gadis Kaya😑)
"Kita Beli Sepatu Juga" Putusnya
Setelah Memasang Sepatunya, Gadis Itu Berlari Keluar, Mengunci Pintu Dan Berjalan Pergi
Sebelum Keluar Dari Hotel, Dia Juga Menyempatkan Diri Untuk Meminta Kamarnya Dirapikan, Gadis Itu Mengeluarkan Segepok Uang Ceko Sisa Dari Membeli Gaun, Lalu Pergi Tanpa Perduli Keterkejutan Sang Resepsionis
Dia Terlihat Sangat Senang Saat Melihat Mobil Taksi Milik Pria Tua Kemarin Yang Sudah Berada Didepan Hotel, Dia Berada Disana Kerena Rebecca Menelponnya dan Memberitahukan Kalau Dia Ingin Memesan Taksi nya Untuk Pergi Berbelanja
(Note: Rebecca Meminta Nomor Telponnya Saat Dia Pertama Kali Mengantarkan Rebecca Ketoko Pakaian)
Gadis itu Dengan Senang Hati Masuk Kedalam Mobil, Dan Merekapun Pergi Dari Sana
****************
Sedangkan Didalam Hotel...
Para Karyawan Hotel Yang Disuruh Untuk Merapikan Kamar Rebecca Tercengang.
Gaun Terbaik Negara Mereka Semuanya Berada Didalam Lemari Rebecca, Alat-alat Canggih, Alat Makeup, Dari Sisir Hingga Parfum Semuanya Adalah Produk Tebaik Negara Ceko
Bahkan Gadis Itu Menggunakan Handuk Yang Terbuat Dari Kain Terbaik Dunia
Hanya Satu Yang Mereka Pikiran
"Orang Yang Sangat Kaya"
Tok
Tok
Tok
Cieet...
Pintu Kamar Rebecca Terbuka Dengan Sendirinya, Menampilkan Seorang Pelayan Tua Yang Menatap Kearah Para Karyawan Itu Dengan Dingin
"Apa Yang Sedang Kalian Lakukan Dikamar Nyonya Muda saya?" Tanyanya Dengan Dingin
Pria Itu Terlihat Sangat Mengerikan Saat Bertanya Dengan Nada Dingin, Ekspresi nya Yang Datar dan Tenang Membuat Semua Karyawan Hotel Itu Ketakutan, Hingga Akhirnya Salah Satu Diantaranya Menjawab Dengan Hati-hati
"Ka-kami, Kami, Kami... Sedang Merapikan Kamar Nona Rebecca Sepeti Yang Beliau Sampai kan Sebelum Pergi Keluar" Jawab Orang Itu Dengan Nada Gugup
Seketika Itu Aura Menakutkan Pelayan Itu Menghilang, Digantikan Oleh Senyum Ramah Yang Hangat
"Begitu Yah, Maaf Kalau Sudah Merepotkan Kalian" Ucapnya Dengan Nada Ramah
"I-Iya, Iya.. Tidak Masalah" Balas Pria Tadi Dengan Nada Canggung
"Baiklah, Perkenalkan. Saya Adalah Na Lan, Pelayan Tua Yang Menjaga Nona Rebecca Atas Perintah Nyonya Besar Saya" Ucap Na Lan Dengan Ramah
"Maaf Karena Sudah Menghambat Pekerjaan Kalian" Ucap Na Lan Lagi
"Tidak Apa-apa, Tidak Apa-apa" Ucap Mereka Serempak
"Saya Hanya Menjalankan Tugas Saya, Dan Jika Terjadi Sesuatu Dengan Nyonya Muda saya, Maka Nyawa Saya Akan Menjadi Taruhannya" Ucap Na Lan Dengan Helaan Nafas Panjang
Suasananya Menjadi Tambah Canggung Akibat Perkataan Na Lan
...****************...
......................
......................
......................