THE ADVENTURES OF THE LUCKY GIRL

THE ADVENTURES OF THE LUCKY GIRL
EPISODE 15 MAKAN MALAM YANG ISTIMEWA



Setelah Selesai SPA, Rebecca Menikmati Tidur Santai Didekat Kolam Berenang Dan Sebuah Masker Wajah Dan Mentimun Dimatanya.


Tiba-tiba saja Silvia Datang Menghampiri Gadis Itu Dan Ikut Duduk Disebelahnya


"Hai, Namamu Siapa?"


Silvia Berkata Dengan Nada Canggung


"Rebecca, Namaku Rebecca Pricilia"


Rebecca Menjawab Dengan Santainya


"Namaku Silvia Flicker, Aku Baru Berumur 20 Tahun"


"Aku Juga, Tahun Ini Aku Sudah Berumur 20 Tahun"


Setelah Semuanya Itu, Keadaan Kembali Canggung


"Aku... Aku Sebenarnya Tidak Ingin Menjadi Selingkuhan Reynard. Tapi Aku Terpaksa Karena Reynard Mengancam Akan Memecat Ku Kalau Aku Menolak. Aku Takut Bila Nanti Aku Kehilangan Pekerjaan, Aku Akan Kesulitan Untuk Mencari Pekerjaan Baru, Karena Aku Cuman Lulus SMA"


Silvia Mulai Terisak-isak, Yang Membuat Rebecca Melepas Kedua Mentimun Dimatanya Dan Membuangnya Ketong Sampah Didekatnya


"Kalau Begitu Kuliah Saja. Mulailah Dari Awal Sampai Lulus, Dengan Uang Yang Sudah Reynard Berikan Kepada mu, Pasti Sudah Cukup Untukmu Memulai Kuliahmu. Maka Dengan Begitu, Masalah Hidupmu Akan Terselesaikan"


"Kau Tidak Perlu Menjadi Wanita Simpanan Pria Hidung Belang Kayak Reynard, Dan Kau Harus Mulai Mencari Pria Yang Mencintai Mu Setulus Hatinya"


Rebecca Menasehatinya Dengan Santai. Dia Melepaskan Masker Wajahnya, Dan Mulai Menyantap Buah-Buahan Yang Sudah Dihidangkan Diatas Meja.


Kalimat Rebecca Barusan Membuat Hati Silvia Tenang, Dia Merasa Lega Karena Bisa Mencurahkan Isi Hatinya Kepada Seseorang Yang Mengerti Akan Situasi Yang Sedang Dia Hadapi.


Dia Sangat Nyaman Curhat Pada Rebecca.


Keduanya Pun Akhirnya Mulai Berbincang-bincang Dengan Santai Tanpa Ada Sedikitpun Kecanggungan.


Terkadang Mereka Tertawa Terbahak-bahak Saat Membicarakan Tentang Hal-hal Konyol Yang Pernah Mereka Hadapi.


Mungkin Bisa Dibilang, Silvia Flicker Merupakan Teman Kedua Rebecca Didunia Ini.


Keduanya Menikmati Waktu Bersama-sama, Sampai Akhirnya Kembali Kekamar Masing-masing


****************


Malam Harinya...


Rebecca Pricilia, Nama Indah Seorang Gadis Cantik Yang Sekarang Sudah Berumur 20 Tahun.


Gadis Manis Itu Sedang Duduk Menatap Dirinya Sendiri Didepan Cermin Besar Yang Menampilkan Dirinya Sendiri, Dari Atas Kepala Sampai Kakinya



Gaun Rebecca




Gadis Itu Tersenyum Senang.


"Apa Yang Hubby Katakan Memang Benar. Aku Sangat Cantik"


Rebecca Tersenyum Mendengar Ucapan Dirinya Sendiri. Dia Seketika Menjadi Gadis Narsis, Dengan Kepercayaan Diri Yang Sangat, Sangat, Sangat, Sangat Tinggi


"Jika Hubby Melihat ku, Dia Pasti Akan Sangat Terpesona"


Gadis Cantik itu Segera Teringat Kalau Dia Harus Pergi


Dengan Tergesa-gesa Dia Berlari Keluar Menuju Kearah Restoran Hotel yang Berada Di Lantai Bawah Hotel


****************


"Selamat Malam Nona Rebecca"


Seseorang Diantara 3 DPR Amerika Serikat Itu Menyapa Rebecca Dengan Ramah


"Selamat Malam Juga Tuan"


Rebecca Tersenyum Dan Membalasnya Dengan Halus


Gadis Cantik Itu Terlihat Sangat Sopan Dan Anggun. Senyuman nya Yang Manis Membuat Semua Mata Yang Tertuju Pada Dirinya Terpesona Dan Kagum


Sang Dewan Juga Terlihat Sangat Terpesona Melihat Kecantikan Dan Keanggunan Rebecca.


"'Pri [1]', Kau Sudah Datang"


"'Vivi [2]'"


Rebecca Terpekik Senang saat Melihat Sahabat Barunya Datang. Gadis Itu Segera Mendekati Silva Dan Memeluknya.


****************


^^^[1] Pri Adalah Panggilan Sayang Rebecca Dari Silvia. Pri Diambil Dari Nama Belakangnya Yaitu Pricilia.^^^


^^^[2] Vivi Adalah Panggilan Sayang Rebecca Untuk Silvia.^^^


****************


Kedua Sahabat Itu Berpelukan Dengan Erat, Dan Reynard pun Datang


"Ayo Kita Duduk"


Reynard Berbicara Pada Silvia Dan Sang DPR Dengan Cepat. Dia Menyatukan Kedua Alisnya Heran, Saat Melihat Silvia Dan Rebecca Berpelukan Dengan Erat, Seolah-olah Mereka Berdua Adalah Sepasang Kakak Adik


Namun Dia Tidak Memperdulikannya Dan Langsung Pergi Setelah Memberitahu Apa Yang Dia Ingin Beritahu.


Silvia Hanya Mengangguk, Dan Langsung Menggenggam Tangan Rebecca


"Ayo Ikut Duduk Makan Dengan Kami. Reynard Dan Yang Lain Pasti Senang" Undangnya Dengan Senang


Rebecca Tersenyum Dan menganggukkan Kepalanya. Memutuskan Untuk Mengikuti Keinginan Sahabatnya


Baru saja Mereka Akan Pergi, Tiba-tiba Saja Muncul seorang Pelayan


"Nona Rebecca"


Panggilnya Dengan Tergesa-gesa


"Iya. Ada Apa Yah?"


Rebecca Kembali Tersenyum, Dan Menunggu Pelayan Itu Berbicara


"Tuan Nicola Mengatakan Kalau Malam Ini Dirinya Sudah Menyiapkan Meja Makan Khusus Untuk Anda"


Pelayan Itu Menyampaikan Pesan Sang Chef Nicola Dengan Wajah Gugupnya. Apa Lagi Saat Harus Berhadapan Dengan Rebecca Yang Sangat Cantik Ini.


Rebecca Segera Tersenyum Senang. Dia Mengalihkan Perhatiannya Pada Silvia Dan Sang DPR


"Vivi, Bagaimana Kalau Kalian Ikut Denganku Saja Kemeja Yang Sudah Disiapkan Oleh Tuan Nicola"


Rebecca Balik Mengajak Dengan Senang.


Silvia Dan Sang DPR Saling Menatap Lalu Menganggukkan Kepalanya. Setuju Dengan Ajakan Rebecca


Akhirnya Mereka Semua Pindah Kemeja Rebecca, Meninggalkan Reynard Sendiri Dimeja Miliknya.


Alis Pria itu Berkerut Saat Dia Melihat Mereka Semua Pindah Kemeja Rebecca, Meninggalkan Dirinya Sendiri


Akhirnya Pria Itu Berdiri Dan Membawa Bangkunya Menuju Kearah Meja Rebecca.


Pria Itu Duduk Dan Ikut Bergabung Dengan Obrolan Mereka


Sampai Akhirnya Chef Nicola Datang Bersama Beberapa Pembantunya, Dan Menghidangkan Makanan Yang Telah Dia Masak.


"Apa Yang Akan Kau Lakukan Besok, Pri?" Tanya Silvia Disela-sela Makannya


"Aku Ingin Pergi Untuk Terjun Payung. Saat Aku Jalan-jalan Beberapa Hari Yang Lalu, Aku Melihat Beberapa Orang Yang Sedang Terjun Payung, Jadi Aku Juga Ingin Mencobanya"


Rebecca Berseru Dengan Semangat


Ucapannya Membuat Semua Orang Tertarik, Dan Tentunya Kecuali Reynard. Dia Kesal Kenapa Malah Rebecca Yang Menjadi Pusat Perhatian, Padahal Tujuan Dia Ngajakin Para DPR kesinikan Buat Ngelancarin Bisnisnya.


"Besok, Aku Juga Akan Pergi Untuk Terjun Payung"


Tak Mau Kalah, Reynard Juga Ikut-ikutan Ingin Pergi Terjun Payung.


Rebecca Hanya Tersenyum Menanggapi, Lalu Melanjutkan Makannya Sembari Bercanda Tawa Dengan Silvia.


Rebecca Juga Sangat Menikmati Makan Malam Istimewa Ini.


...****************...


......................


......................


......................