
Akhirnya Mereka Sampai Disebuah Toko Pakaian, Rebecca Terlihat Sangat Senang Saat Melihat Beberapa Gaun Malam Yang Dipajang Dikaca
Gadis Itu Segera Mengeluarkan Beberapa Uang Ceko, Yang Jumlahnya Lebih Dari Yang Seharusnya, Sang Supir Bahkan Tidak Dapat Berkata-kata
Sebelum Pria Tua Itu Berbicara, Rebecca Lebih Dulu Berbicara
"Jika Ada Kembaliannya Anda Ambil Saja, Terima Kasih Atas Tumpangan nya" Ucap Rebecca Dalam Bahasa Ceko
Gadis Itu Langsung Keluar Dari Dalam Mobil Setelah Selesai Berbicara
Pria Itu Terdiam, Apa Tadi Gadis Itu Bilang? Tumpang? Bukannya Kau Baru Saja Membayar Jasa Taksi Nona? Yang Mananya Yang Bisa Disebut Menumpang?
Sang Supir Hanya Bisa Menghela Nafas Berat
"Orang Kaya Memang Aneh" Ucapnya Lirih
Lalu Akhirnya Dia pun Pergi
Sedangkan Rebecca, Dia Memasuki Toko Tersebut Dan Langsung Disambut Oleh Para Karyawan Toko
"Apa Ada Yang Anda Inginkan Nona Muda?" Tanya Karyawan Itu Dengan Sopan
"Bawakan Aku Semua Gaun Terbaik Kalian" Ucap Rebecca Tanpa Basa-basi
Karyawan Itu Terdiam Sesaat Sebelum Akhirnya Berlari Pergi, Yang Membuat Rebecca Bertanya-tanya
Tak Lama Kemudian Karyawan Itu Kembali Bersama Beberapa Karyawan Lain Sembari Membawa Satu Gaun Dimasing-masing Tangan Mereka, Hanya Satu Orang Yang Tidak Membawa Apapun
'Pasti Dia Adalah Meneger nya' Batin Rebecca
Mereka Menjejerkan Berbagai Macam Gaun Itu Didepan Rebecca
"Nona Muda, Saya Meneger Toko Ini, Silahkan Dilihat, Apakah Ada Yang Menarik Perhatian Anda" Ucap Sang Meneger Ramah
Rebecca Melihat Beberapa Gaun Itu Dengan Penuh Minat, Dia Pun Mulai Menunjuk
"Aku Ingin Semua Yang Aku Tunjuk Tadi, Dan Aku Ingin Mencobanya Sekarang" Ucap Rebecca Senang
Meneger Itu Juga Tampak Sangat Senang, Merekapun Membantu Rebecca Memakai Semua Gaun Yang Dia Pilih
Karena Dia Adalah Gadis Dengan Tubuh Ramping Yang Indah, Semua Gaun Itu Sangat Pas Dan Cocok Ditubuhnya, Rebecca Terlihat Sangat Cantik Sekarang
Bahkan Para Karyawan dan Sang Meneger Sangat Kagum Melihat Kemolekan Tubuh Rebecca
"Anda Benar-benar Sangat Cantik Nona Muda" Ucap Sang Meneger Memuji Dengan Kagum
Rebecca Juga Tampak Sangat Senang Melihat Semua Gaun Itu
"Baiklah, Bungkus Semuanya" Ucap Rebecca Santai
"Semuanya?" Beo Si Meneger
"Iya, Gaun-gaun Yang Tadi Itu Juga, Bungkus Semuanya, Aku Ingin Membeli Semuanya" Balas Rebecca Tanpa Pikir Panjang
Meneger Toko Itu Terlihat Sangat Senang, Dia Menganggukkan Kepalanya Dan Menyuruh Karyawan Lain Untuk Membungkus Semua Gaun Itu, Sementara Rebecca Menganti Bajunya Kembali
****************
"Anda Ingin Membuat Gaun?" Ucap Sang Meneger Kaget
Bukannya Dia Baru Saja memborong Gaun? Sekarang Ingin Pesan Lagi?
"Iya, Aku Ingin Mengambilnya Satu Hari Sebelum Malam Tahun Baru, Dan Aku Sudah Menggambarnya Sendiri" Ucap Rebecca Yakin
Gadis Itu Lalu Mengambil Sebuah Gambar Gaun Yang Dia Bikin Tadi Malam
Sang Meneger Tampak Kagum Dengan Desain Gaun Itu
"Aku Ingin Gaun Itu, Dan Tidak Boleh Ada Dua Gaun" Artinya Rebecca Tidak Ingin Kalau Desain Gaun Miliknya Dibuat Untuk Orang Lain
"Baik, Akan Segera Kami Kerjakan"
"Baiklah, Terima Kasih Atas Kerja Samanya"
"Iya"
"Aku Akan Datang Satu Hari Sebelum Malam Tahun Baru, Jadi Aku Ingin Gaun Itu Sudah Ada Saat Aku Datang"
"Baik Nona"
"Baiklah, Sampai Jumpa"
"Sampai Jumpa"
Rebecca Segera Pergi dari Sana
Memesan Taksi, Lalu Kembali Kehotel
Dia Pulang Setelah Acara Percobaan Gaun Yang Dia Lakukan Dari Siang Hingga Malam, Bahkan Toko Itu Terpaksa Ditutup Hanya Untuk Melayani Dirinya
"Hari Yang sangat Melelahkan" Gumam Rebecca
***************
Keesokan harinya...
Terlihat Rebecca Yang sedang Bersiap-siap Untuk Pergi Makan Pagi Dilantai Bawah, Sebenarnya Dia Ketiduran Saat Dia Pulang Kehotel, Tapi Saat Dia Sadar, Dia Malah Sudah Berada dikasurnya
Rebecca Hanya Menemukan Secarik Kertas Yang Bertuliskan
"Setelah Bagun, Pergilah Mandi, Dan Turun Untuk Makan, Aku Harus Pergi, Jangan Lupakan Aku
"Setelah Bangun, Pergilah Mandi, Dan Turun Untuk Makan. Aku Harus Pergi, Jangan Lupakan Aku.
^^^Dari Pria Tampanmu.^^^
^^^Louis ❤️"^^^
...****************...
Saat Membaca Tulisannya, Rebecca Rasanya Ingin Pingsan, Louis nya Baru Saja Menggendongnya Kedalam Kamar, Berarti Dia Menemukannya Di Dalam Mobil
Akh... Kenapa Disaat-saat Penting Seperti Itu, Dia Malah Tidur, Benar-benar Sangat Menyebalkan
Rebecca Hanya Bisa Menghela Nafas Panjang
"Baiklah, Semangat Rebecca" Ucapnya
Diapun Akhirnya Keluar Dari Kamarnya, Menguncinya, Lalu Pergi Kelantai Bawah
****************
Sedangkan Disisi Lain
"Bagaimana?"
"Apa Dia Sadar Kalau Dia Baru Saja Keluar Dari Sebuah Bahaya Besar?"
"Sepertinya Tidak Tuan, Jikapun Iya, Nyonya Muda Pasti Akan Menganggapnya Sebagai Hal Sepele, Mengigat Dia Memiliki Gangguan DID Sedang"
"Heh... Sedang? Bukankah Istri Imutku Itu Adalah Pasien Dengan Gangguan DID Yang Berbeda"
"Istriku Memang Sangat Luar Biasa" Lanjut Pria itu lagi
'Ibu Mertua Gila, Suami Gila, Istripun Gila, Mereka Memang Pantas Disebut Sebagai Keluarga Gila' Batin Sang Bawahan
Setelah Itu Terdengar Suara Bariton Yang Tertawa Dengan Sangat Kencang, Yang membuat Semua Orang Yang Berada Disekitarnya Berkeringat Dingin
"William" Panggil Pria Itu
"Iya Tuan" Ucap Wiliam Menjawab
"Bunuh Mereka Semua" Ucap Pria Itu Dengan Senyum Psikopat nya
"Baik Tuan" Ucap Wiliam Lalu Pergi setelah Mendapatkan Izin
Apa Yang Dikatakan Oleh Wiliam Memang Benar, Suami Gila, Istrinya Pun Gila
Satu Orang Dengan Jiwa Psychopath, Dan Satunya Orang Dengan Kepribadian Mengerikan. Mereka Memang Cocok Dunia Dan Akhirnya..
Tapi, Siapakah Yang Baru Saja Memerintahkan Wiliam Itu????....
Jawabnya, Sudah Dapat Dipastikan Bukan?
Pria Yang Merupakan Tuan Bagi Wiliam... Dan Merupakan... Kakak Tampan Milik Rebecca...
Dan Dia, Adalah Orangnya...
****************
FLASHBACK BEBERAPA SAAT YANG LALU
Terlihat Sebuah Mobil Taksi Melaju Dijalan Yang Cukup Sepi. Didalam Mobil, Terdapat Seorang Pria Tua Yang Merupakan Sang Sopir, Dan Seorang Gadis Cantik Yang Merupakan Penumpang
Gadis Manis Itu Tertidur Lelap, Sedangkan Sang Supir Tetap Fokus Pada Jalanan
Mobil Taksi Itu Melaju Dengan Kecepatan Yang Lumayan Cepat, Melesat Dijalanan Yang Sepi dan Senyap
Lalu Tiba-tiba Saja, Sebuah Mobil Lain Muncul Dibelakang Mobil Taksi Tersebut, Lalu Kemudian Mobil Itu Melambung dan Menghentikan Mobilnya Tepat Didepan Mobil Taksi Tersebut
Mobil Taksi Itu Berhenti, Perasaan Aneh Muncul Dihati Sang Supir, Dia Melirik Kearah Belakang, Melihat Kearah Gadis Cantik Yang Merupakan Penumpang Dimobilnya
Dan Gadis Itu Adalah Rebecca, Dia Masih Saja Tertidur Lelap Sedangkan Sang Supir Sudah Panik, Dia Hanya Khawatir Pada Rebecca, Takut Gadis itu diapa-apain Sama Sekelompok Orang Yang baru Saja Keluar Dari Mobil Yang baru saja Mencegat Mobilnya
Dia Ingin Mundur, Tapi Dibelakang dan Disamping Kanan Mobil Sudah Ada Mobil Lain Yang menghalanginya untuk Pergi, Sedangkan Samping Kiri Adalah Jurang Yang Dalam
Pria Tua Itu Tambah Panik
Apa Lagi Saat Orang-orang Itu Mengetuk Pintu Dan Menyuruhnya Untuk Keluar
Akhirnya Dengan Terpaksa Dia Keluar Dari Dalam Mobil, Dan Menatap Mereka
"A-Ada Ini?" Tanyanya
"Kami Hanya Ingin Mengambil Sesuatu Yang Ada Didalam Mobil Anda" Jawab Salah Satunya
"Hah? Di-Dalam Mo-Mo-Mo-Mobil Saya Tidak A-Ada Apapun" Ucap Supir itu
Mereka Semua Tidak Perduli, Dengan Paksa Mereka Mencoba Untuk Membuka Pintu Yang telah Lebih Dulu Dikunci Oleh Supir
Sang Supir Juga Berusaha Menghentikan Mereka, Dan Saat dia Akan Dipukul Oleh Salah Satu Diantara Orang-orang Itu Karena Mengganggu, Sebuah Tangan Kekar Lebih Dulu Memukulnya (Meninjunya Maksudnya)
Lalu datanglah Segerombolan Orang Berbadan Besar, Mereka Menangkap Dan Meninju Sekelompok Orang Yang Berusaha Untuk Mengambil Rebecca
Diantar Mereka, Muncullah Seorang Pria Tampan Yang Berjalan Kearah Mobil Taksi Itu Diikuti Oleh Sang Tangan Kanan
Mereka Berjalan Dengan Santainya, Kearah Sang Supir Taksi Yang Masih Ketakutan
"Terima kasih Sudah Menjaganya" Ucap Pria Tampan Itu Dengan Dingin Setelah Sampai Didepan Sang Supir
Supir Yang Sama, Yang Mengantarkan Rebecca Ketoko Pakaian Tadi Siang
"Itu Tidak Masalah" Ucap Sang Supir, Dia Merasa Kalau Pria Dihadapannya Ini Adalah Pria Baik
Pria Tampan Yang Merupakan Louis Itu Dengan Santainya Merusak Pintu Mobil Taksi Itu, Yang Membuat Pria Tua yang merupakan Pemilik Dari Mobil Itu Menganga Lebar, Saat Menyaksikan Mobil Kesayangan Miliknya Dirusak Dengan Mudahnya
Sedangkan Louis? Dia Tersenyum Hangat Saat Melihat Rebecca Yang Tidur Pulas, Bahkan Tidak Terusik Dengan Suara-suara Yang Dibuat Oleh Mereka
Louis Mengambilnya Dan Menggendongnya Dengan Lembut, Seolah-olah Jika Dia Melakukannya Dengan Kasar, Maka Rebecca Akan Langsung Hancur
Lalu Dia Pergi Dengan Santainya
Berbeda Dengan Sang Atasan, Wiliam Menampilkan Senyum Ramahnya, Mengambil Segepok Uang Ceko Dan Memberikannya Pada Sang Supir
"Terima kasih Sudah Menjaga Nyonya Muda, Ini Uang Ganti Rugi Atas Kerusakan Mobil Anda. Untung Saja Anda Orang Baik, Kalau Anda Meninggalkan Nyonya Muda Tadi, Tuan Akan Langsung Memenggal Kepalaku" Ucap Wiliam, Lalu Diapun Pergi.
Dia Benar-benar Bersyukur Karena Supir Taksi itu tidak Meninggalkan Rebecca Tadi. Kalau Tidak, Louis Akan Mengamuk Dan Memotong Kepalanya, Dia Sudah Yakin Itu Akan Terjadi
Lalu Mereka Semua Meninggalkan Tempat Itu dan Pergi Kehotel tempat Rebecca Tinggal Sekarang
Louis Mengantarkan Istri Imutnya Sampai Kekamarnya, Melepaskan Sepatunya, Lalu Menyelimuti Tubuh Gadis Manis itu
Louis Tersenyum Hangat, Saat Melihat Wajah Cantik Rebecca, Dia Tidak Bisa Berhenti Untuk Tersenyum, Dia Membelai Wajah Cantik itu
Lalu Mulai Mencium Keningnya, Lalu Berpindah Kemata Kirinya, Lalu Berpindah Lagi Kemata Sebelahnya, Kemudian Berakhir Mencium Bibir Manis Rebecca
Perasaan Senang Mengalir Ditubuh Louis, Dia Mengambil Sebuah Kertas Dan Sebuah Pena, Menulis Kata-kata Yang Dia Ingin Sampaikan
Lalu Meletakkannya Diatas Meja
Dia Kembali Mencium Kening Rebecca, Setelah Itu Menatap Wajah Cantik Rebecca Dengan Senang
"Aku Pergi Dulu, Sampai Jumpa Lagi.. My Wife" Ucap Louis, Dan Diapun Beranjak Dari Ranjang
Dan Keluar Dari Kamar Rebecca, Menutup Pintu Dan Pergi
Meninggalkan Keheningan Yang Mendalam Disana...
FLASHBACK OFF
...****************...
......................
......................
......................