THE ADVENTURES OF THE LUCKY GIRL

THE ADVENTURES OF THE LUCKY GIRL
EPISODE 14 BERMAIN SKI DAN MENIKMATI SPA



Menteri Yang Hangat Telah Menyinari Salju Yang Dingin. Dengan Warna Yang Cerah Secerah Wajah Cantik Rebecca Yang Tersenyum Bahagia


Karena Apa?..


Karena Hari Ini Adalah Hari Yang Spesial...


Hari... Bermain… SKIIIIIIIIII...


Salah Satu Diantara Ribuan Harapan Kecil Rebecca Yang Dia Tulis Dibuku Harapan Miliknya Adalah Dapat Bermain Ski, Setidaknya Satu Kali Dalam Hidupnya.


Dan Hari Ini Adalah Waktunya Untuk Mewujudkan Harapan Miliknya itu.


Tak Lupa Juga Dia Berfoto dan Mengirimkan Foto itu Kepada Hubby Nya Tersayang, Louis Aldric Cullen.


Dan Yang Paling Penting, Menyewa Seorang Pelatih Untuk Mengajarkannya Cara Bermain Ski. Iyah Itu Adalah Hal Yang Paling Penting


Karena Dia Belum Pernah Bermain Ski, Jadi Butuh Pelatih Untuk Mengajarkannya Cara Bermain Ski.


Gadis Itu Terlihat Sangat Senang dan Penuh Semangat Saat Membawa Papan Ski Miliknya Yang Dia Sewa, Menuju Kearah Sang Pelatih Yang Sedang Menunggunya.


Merekapun Memulai Latihan Dengan Diawali Dengan Langkah-langkah Untuk Memasang Papan Ski, Lalu Dilanjutkan Dengan Cara Bermain Ski.


Beberapa Kali Rebecca Terjatuh, Namun Gadis itu Malah Tertawa.


Hingga...


"Eh... Eh... Eh... Coach, COACH TOLONGGG"


Rebecca Berteriak Panik Saat Papan Skinya Mulai Berseluncur Ditempat Para Pemain Ski Profesional.


Sang Pelatih Pun Tersentak Kaget Dan Mulai Mengejar Rebecca Yang Melaju kencang.


"HEI... HENTIKAN PAPANYA... NONA KAU INGAT YANG KU AJARKAN... HEI!!"


Sang Instruktur Berteriak Kencang, Memberikan Arahan Kepada Rebecca Agar Gadis Itu Menghentikan Papan Skinya. Hingga Akhirnya Pelatih Tersebut Terjatuh...


Namun, Rebecca Yang Sedang Panik Tidak Dapat Berpikir Jernih, Dan Hanya Bisa Berteriak Kencang Karena Ketakutan.


"AAAAAAAAA.... AWAS... AWAS... AWAS..."


Teriakannya Membuat Semua Pemain Ski Yang Lain Menyingkirkan Dari Tempatnya, Takut Tertabrak Oleh Rebecca Yang Melaju Dengan Gilanya.


Sedangkan Rebecca Terus Meluncur Hingga Melawati Reynard Yang Saat Itu Sedang Bermain Ski Juga, Dan Membuat Mereka Kaget.


Karena Penasaran, Reynard Mencoba Untuk Mengejar Rebecca Yang Masih Saja Meluncur Dengan Gilanya.


Sedangkan Rebecca Mulai Bisa Mengendalikan Papan Skinya.


'Gila. Kenapa Bermain Ski Sesusah Ini Yah' Batin Gadis Itu Berteriak Histeris.


Nafasnya Mulai Naik Turun Karena Panik


'Yang Paling Penting.... BAGAIMANA CARA MENGHENTIKAN PAPAN SKI INIIIIII????!!!... YA TUHAN, BAGAIMANA BISA AKU MELUPAKAN CARA MENGHENTIKAN PAPAN SKI INIIIIII???!!!...' Batin Rebecca.


Lalu Reynard Muncul Disampingnya Dan Mulai Menertawakan Rebecca.


"Aku... Aku Tidak Bisa Berhenti!!"


Rebecca Menarik Tangan Pria Itu Dan Naik Diatas Ski Reynard, Yang Membuat Pria Itu Juga Berteriak Histeris


"Menyingkir Dari Skiku!!"


Reynard Berteriak Kencang


"Huaaaa... Ohh... Ibu... Ibu... Ibuku!!"


Teriakan Reynard Malah Membuat Rebecca Tambah Panik. Dan Mereka Berdua Meluncur Bebas Kebawah


"Dasar Sialan!!" Teriak Reynard Kesal.


Dan Dia Kembali Berdiri Dan Mengejar Rebecca, Yang Masih Saja Meluncur Bebas Dan Berhasil Mengejarnya


"OHHH TUHANNNN"


Rebecca Berteriak Dengan Panik Saat Melihat Kalau Mereka Sudah Sampai Diujung. Begitu pun Dengan Reynard. Pria itu Tidak Sempat Menghentikan Papan Skinya, Hingga Akhirnya Keduanya Meluncur Bebas Diudara


Rebecca Jatuh Dengan Baik Diatas Meja Makan Orang, Sedangkan Reynard Terjatuh Dengan Tidak Elit Diatas Tanah Yang Tertutup Salju Dan Terguling-guling.


Semua Orang Bertepuk Tangan Saat Melihat Rebecca Yang Jatuh Tapi Masih Berdiri Dengan Tegak


(Maksudnya Dia Jatuh Berdiri, Tidak Seperti Reynard Yang Jatuh Terguling-guling)


Sedangkan Rebecca Hanya Tertawa Terbahak-bahak Seolah-olah Dia Sudah Melupakan Kejadian Beberapa Detik Yang Lalu. Beda Lagi Dengan Reynard Yang Kesal Setengah Mati Dibuatnya.


****************


Setelah Puas Bermain Ski. Rebecca Pergi Memanjangkan Dirinya Ketempat SPA.


Untuk Pertama Kali nya Dalam Hidupnya, Rebecca Bisa Menikmati SPA Bintang 5 Dinegara Ceko. Disana Diapun Menikmati Bagaimana Nikmatnya Pijatan SPA Mewah Bintang 5.


Dia Benar-benar Sangat Menikmatinya


"HEI.... APAKAH KAU TIDAK BISA LEMBUT SEDIKIT"


Teriak Seorang Wanita Lain Membuat Wajah Rebecca Menjadi Bengkok. Dia Baru Saja menikmati Ketenangan, Kenapa Selalu Ada Orang Yang Menggangu Ketenangannya? KENAPA??!!!


Akhirnya Gadis Itu Bangkit Dan Menatap Kearah Sang Wanita Yang Ternyata Adalah Silvia, Selingkuhan Dari Reynard


'Tadi Bertemu Dengan Pria Baj*n*an, Sekarang Malah Bertemu Dengan Perempuan Gila!!!' Batin Rebecca Kesal.


Kerena Kasihan, Gadis Itu Segera Memperbaiki Jubahnya, Dan Berjalan Kearah Silvia Yang Masih Saja Memaki-maki Salah Satu Terapis Hanya Karena Pijatannya Terlalu Keras.


"HEIII!!!!"


Dengan Keras Gadis Itu Berteriak dan Memukul Meja Dekatnya.


Kelakuannya Membuat Silva Terdiam, Sedangkan Yang Lain Menatap Kearah Mereka Dengan Rasa Ingin Tahu


"Apa Kau Tidak Bisa Diam? Kenapa Kau Harus Menyalakan Orang Lain? Meskipun Dia Salah Juga Kau Tidak Perlu Memaki-makinya Kan? Kau Itu Hanya Tau Menyuruh, Memaki-makinya, Sedangkan Dia Sudah Sangat Bekerja Keras Hanya Untuk Membuatmu Menikmati Pijatan. Kau Pikir Cari Uang Itu Mudah? Kalau Uang Didapatkan Dengan Mudah, Maka Dia Tidak Perlu Memijat mu Lagi"


"Lebih Baik Kau Memberitahu Kepada nya Baik-baik Dari Pada Kau Meneriakinya. Kau Mengerti??!!!"


"Lagi Pula Teriakan Mu Membuat Semua Orang Terganggu. Kalau Bukan Karena Aku Masih Menghormati Terapis Ini Yang Sedang Mencari Uang, Dan Takut Membuatnya Jadi Dalam Masalah. Aku Sudah Membuang Mu Keluar Dari Tempat Ini Sedari Tadi. Kau Mengerti?!!"


"Lain Kali Kau Jangan Berkata-kata Kasar Lagi, Dan Kau Harus Lebih Menghargai Orang Lain"


Silvia Terdiam Kaku, Tidak Berani Membalas Dan Hanya Bisa Menahan Malunya. Karena Rebecca Yang Sangat Cantik dan Terlihat Sangat Kaya, Dia Takut Membuat Gadis itu Marah Dan Mengganggu nya.


"Anda Tenang Saja, Dan Teruskan Pekerjaan Anda. Nanti Kalau Dia Ribut Lagi, Aku Benar-benar Akan Menendangnya Keluar Dari Tempat ini"


Rebecca Berucap Dengan Nada Ramah Pada Sang Terapis Yang Baru Saja Dimarahi Oleh Silvia. Lalu Dia Menatap Kearah Silvia Dengan Tajam Lalu Kembali Ketempatnya.


"Mengganggu Saja" Ucap Rebecca Kesal, Dan Dengan Sengaja Membesarkan Suaranya.


Semua Terapis Disana Tersenyum Senang Saat Melihat Rebecca Yang Maju Membantu Mereka Tanpa Takut. Mereka Sangat Senang Dan Mengganggap Rebecca Sebagai Pahlawan Mereka.


...****************...


......................


......................


......................