THE ADVENTURES OF THE LUCKY GIRL

THE ADVENTURES OF THE LUCKY GIRL
EPISODE 18 PESTA TAHUN BARU "Terungkap"



Besok Malamnya...


Rebecca Yang Sudah Menjadi Teman Akrab Chef Nicola, Diundang Untuk Mengunjungi Dapur Milik Chef Nicola.


Sedari Tadi, Gadis Itu Terus Saja Tersenyum Polos.


Dia Merasa Begitu Senang, Karena Dulu Dia Hanya Bisa Menonton Dan Mengagumi Chef Idola Nya Dari TV


Namun Sekarang, Rebecca Ikut Bisa Memasak Bersama Chef Nicola Langsung.


Mereka Memasak, Bercanda Tawa, Kadang-kadang Menyanyi, Kadang-kadang Mereka Berdua Menari.


Keduanya Terlihat Seperti Sepasang Saudara Kembar Yang Sedang Menikmati Waktu Bersama-sama, Selayaknya Saudara Kembar Yang Sangat Dekat.


Mungkin Ini Juga Pengaruh Karena Keduanya Sama-sama Merupakan Anak Yatim Piatu. Yang Sangat Berbeda Dari Keduanya Adalah Gender, Rebecca Perempuan, sedangkan Chef Nicola Laki-laki.


Mereka Menyiapkan Semua Hidangan Yang Sudah Dipersiapkan Untuk Menyambut Malam Tahun Baru.


Setelah Semuanya Siap, Sang Chef Menghampiri Rebecca


"Kembalilah Kekamar Mu Dan Bersiaplah, Sebentar Lagi Kita Akan Merayakan Tahun Baru, Jadi Kau Harus Berdandan Dengan Cantik"


Sang Chef Berkata Dengan Senyum Ramahnya


Rebecca Juga Ikut Tersenyum Dan Mengangguk, Lalu Dia Membuka Celemek nya Dan Berlari Keluar


****************


Rebecca Bersiap Untuk Menghadiri Pesta Tahun Baru Direstoran Hotel Tersebut.


Gadis Itu Berdiri, Menatap Pantulan Dirinya Didepan Cermin Dengan Padangan Kosong, Seolah-olah Dia Tidak Memiliki Jiwa.


"Kau Sangat Cantik, Rebecca Pricilia" Ucapnya Pada Dirinya Sendiri Dengan Nada Tenang Yang Terdengar Sedikit Aneh



Gaun Yang Rebecca Gunakan


Gaun Indah Yang Dia Desain Khusus Untuk Dirinya.





Atmosfer Dikamar Gadis Itu Menjadi Sangat Dingin.


Entah Kenapa, Ketika Dia Bercermin, Gadis Itu Lagi-lagi Merasa Sedih, Kenapa Semua Impiannya Seakan Baru Terwujud Ketika Dia Sudah Akan Meninggal.


"Kenapa Hidup Begitu Tidak Adil, Hidup Benar-benar Terasa Tidak Adil" Ucapnya Lirih


Tok...


Tok...


Tok...


Ketukan Pintu Membuat Perhatian Gadis Itu Teralihkan, Dan Seketika Itu Juga Dia Menjadi Ceria Kembali.


Rebecca Berjalan Dengan Riang Kearah Pintu Dan Membukanya, Menampilkan Sang Sahabat Yang Sedang Menunggunya.


"Sudah Siap Nona Rebecca Pricilia"


Silvia Berucap Dengan Nada Penuh Semangat, sembari Mengulurkan Tangannya.


Yang Membuat Rebecca Terkekeh Geli, Dan Menerima Uluran Tangan Itu Dengan Senang Hati


"Tentu Saja, Nona Silvia Flicker"


Keduanya Tertawa Dan Memulai Berjalan Kearah Lift Untuk Turun Kelantai Bawah. Tak Lupa Juga Rebecca Mengunci Pintu Kamarnya Sebelum Pergi


****************


Saat Ini Rebecca, Silvia, Reynard, Dan Ke-3 DPR Amerika Serikat Itu Sedang Menikmati Makan Malam Mereka.


Tiba-tiba saja Reynard Berdiri Sembari Memegang Segelas 'Vodka [1]' Ditangannya.


****************


^^^[1] Vodka adalah sejenis minuman beralkohol berkadar tinggi, bening, dan tidak berwarna, yang biasanya disuling dari gandum yang difermentasi.^^^


****************


"Perhatian Semuanya"


"Aku Ingin Memberitahukan Sesuatu"


Ucapan Reynard Membuat Yang Lain Bingung Dan Bertanya-tanya


"Nona Rebecca Pricilia, Aku Tau Siapa Kau Yang Sebenarnya"


Reynard Menatap Kearah Rebecca Dengan Senyuman Penuh Semangat, Dan Ditanggapi Juga Dengan Senyuman Indah Seorang Rebecca.


"Apa Yang Anda Ketahui Tentang Saya, Tuan Reynard?"


Rebecca Bertanya Dengan Penasaran, Kira-kira Apa Yang Ingin Pria Itu Katakan.


"Kemarin Saya Memerintahkan Asisten Saya Yang Berada Diamerika Untuk Mencari Informasi Tentang Anda, Nona Rebecca"


Rebecca Mengangguk


"Jadi?.."


Senyum Reynard Semakin Melebar


"Dari Hasil Penyelidikan, Ternyata Anda Hanya Seorang Gadis Biasa Yang Dulu Berkerja Sebagai Karyawan Marketing Alat Dapur Di Perusahaan Milik Saya"


"Anda Tidak Sekaya, Sepintar, Atau Bahkan Sehebat Yang Kami Pikirkan"


Mendengar Ucapan Reynard, Tak Membuat Rebecca Tersinggung Atau Apapun, Justru Gadis Itu Malah Tertawa Kecil Melihatnya.


Dia pun Akhirnya Berdiri, Menatap Kearah Sang Sahabat Lalu Tersenyum


"Anda Memang Benar Tuan Reynard. Saya Hanyalah Seorang Anak Yatim Piatu Yang Dibesarkan Disebuah Panti Asuhan Diamerika.


Seperti Yang Anda Ketahui, Jika Seorang Anda Panti Yang Sudah Berusia 18 Tahun, Tapi Belum Diadopsi. Maka Mereka Bisa Keluar Dari Rumah Panti. Aku Juga Begitu, Dulu Aku Bisa Berkerja Di Perusahaan Anda, Karena Kemampuan Ku Yang Bisa Dengan Mudah Menarik Perhatian Semua Pelanggan.


Karena Itu Mereka Mau Menerimaku Disana, Meskipun Aku Saat Itu Masih Berusia 10 Tahun


Dan Baru-baru Saja. Dokter Mendiagnosis Kalau Aku Memiliki Tumor di Otakku, Dan Sisa Hidupku Sudah Tak Lama Lagi. Karena Itu Aku Datang Kesini, Kenegara Ini Dengan Semua Uang Tabunganku, Untuk Melakukan Hal-hal Yang Aku Sukai, Tanpa Ada Lagi Perasaan Khawatir Takut Kehabisan Uang.


Dan Lagi, Selama Kita Saling Mengenal, Aku Tidak Pernah Mengatakan Kalau Aku Adalah Orang Kaya. Dari Awal Kita Bertemu, Aku Tidak Pernah Berharap Akan Dihormati, Ataupun Dianggap Sebagai Orang Penting.


Meskipun Begitu Aku Tetap Sangat Bahagia, Disisa-sisa Hidupku Sekarang Ini, Aku Sudah Tidak Perduli Dengan Tanggapan Orang Lain Tentang Diriku. Yang Terpenting Adalah, Bila Aku Akan Mati, Maka Aku Akan Mati Tanpa Rasa Penyesalan Sedikitpun"


Dengan Tenang Rebecca Berbicara, Wajahnya Yang Sangat Cantik Tersenyum Penuh Kebebasan.


Gadis Itu Menggambil Tasnya Dan Kembali Menatap Mereka Semua


"Kalau Begitu Aku Pamit Untuk Kembali Kekemarku Lebih Dulu, Selamat Malam, Dan Sampai Jumpa Lagi"


Dengan Sopan Rebecca Berjalan Pergi, Kembali Kekamar nya


Meninggalkan Semua Orang Yang Berada Disana. Bahkan Reynard Terdiam Kaku, Tidak Bisa Menjawab


Para DPR Amerika Serikat Mulai Meninggalkan Bangkunya, Merasa Sangat Kecewa Dengan Sikap Reynard Yang Sangat Sombong


Bahkan Wajah Silvia Sudah Memerah Karena Marah, Dia Merasa Sangat Muak Dengan Reynard.


Gadis Itu Bangkit, Lalu Berdiri Disamping Reynard, Dan...


PLAKKK...


Tanpa Rasa Takut Dia Menampar Wajah Reynard


"Kau Pria Bajingan, Tidak Tahu Malu, Dan Sangat Kotor. Mulai Sekarang Aku Tidak Mau Memiliki Hubungan Apapun Dengan mu Lagi, Aku Tidak Mau Menjadi Kekasih mu, Ataupun Menjadi Karyawan Di Perusahaan mu. Mulai Sekarang Aku Keluar, Mengerti!!!"


Silvia Dengan Kejam Memaki-maki Reynard


Lalu Dia Memberikan Cincin Pemberian Pria Itu Untuknya


"Ini Milikmu, Kukembalikan. Dasar Kau Menjijikkan!!!"


Gadis Itu Berlari Pergi Dari Sana, Muak Melihat Wajah Pria Bajingan Itu


Mereka Semua Akhirnya Pergi Meninggalkan Reynard Sendiri Dimeja Itu.


Sedangkan Pria Itu Mulai Meminum Vodka Dengan Cepat, Dan Menggila. Dia Meminumnya Ditengah-tengah Para Tamu Lain Yang Berdansa, Menyambut Malam Tahun Baru


...****************...


......................


......................


......................