
Rebecca Duduk Dikursi Dengan Sebuah Laptop Ditangannya. Jari Jemarinya Mengetik Keyboard Laptop Didepannya Dengan Sangat Lincah Dan Cepat, Ditambah Dengan Mata Indahnya Yang Menatap Kearah Laptop Itu Dengan Teliti, Menambah Poin Kepintarannya.
Sementara Yang Lain Menonton Dari Belakangnya. Ada Juga Yang Memantau Situasi Dibawah Sana.
"Mereka Bertambah Gila"
Chef Nicola Berkomentar Dengan Jijik, Melihat Tingkah Dari Para Wartawan Dan Reporter Yang Berdatangan Satu Persatu
Dia Yakin Sekali, Kalau Saat Ini Banyak Diantara Mereka Yang Merusak Hotel Untuk Mengancam Para Meneger Hotel Agar Para Meneger Itu Menyerahkan Ketiga Pelaku Utama Yang Terlibat Dalam Kejadian Tadi Malam (Rebecca, Reynard, Dan Si Pelayan Wanita)
"Sebenarnya Mereka Semua Itu Orang Atau Apa? Bisa-bisanya Mereka Semua Menerobos Masuk Kedalam Hotel Sedangkan Para Penjaga Yang Berada Diluar Merupakan Para Polis"
Silvia Memijat Keningnya, Merasa Sangat Takjub Dengan Para Wartawan Dan Reporter Yang Semakin Menggila Itu.
"Untung Aja Aku Sudah Menyewa Seorang Pelayan Untuk Menjaga Kamarku, Kalau Tidak, Kamarku Pasti Sudah Hancur"
Silvia Berkata Dengan Wajah Lega, Yang Disambut Dengan Anggukkan Kepala Oleh Reynard, Dan Yang Lain (-Rebecca)
Ucapan Silvia Membuat Rebecca Terhenti Sejenak, Lalu Kemudian Kembali Melanjutkan Kegiatannya. Sembari Mengigat Pertemuannya Dengan Na Lan
Pelayan Tua Yang Dia Temui Saat Kembali Kekamarnya Tadi Malam
FLASHBACK ON
Tadi Malam...
Tap...
Tap...
Tap...
Suara Langkah Kaki Bergema Di lorong Kamar Hotel.
Langkah Kaki Itu Terdengar Sangat Stabil Dan Penuh Irama, Langkah Yang Tegas Dan Anggun.
"Hais... Vivi Benar-benar Sangat Mengerikan Saat Marah"
Rebecca Bergumam Dengan Cemberut Sepanjang Perjalanannya Menuju Ke Kamarnya
Gadis Itu Berjalan Dengan Cepat Namun Sangat Anggun.
Hingga Dia Melihat Seorang Pria Paruh Baya Yang Sedang Berdiri Disamping Pintu Kamarnya.
Dengan Balutan Pakaian Khas Kepala Pelayan Terhormat, Dan Postur Tubuhnya Yang Sangat Tegap dan Terlatih.
Dia Kelihatan Sangat Sehat Untuk Bisa Dibilang Sangat tua.
Menyadari Kalau Seseorang Sedang Memandanginya, Pria Paruh Baya Itu Melirik Kearah Rebecca Yang Terus Saja Memandang Kearahnya.
Akhirnya Pria Itu Tersenyum. Dengan Langkah Kaki Yang Tegas, Pria itu Menghampiri Rebecca, Orang Yang Sudah Dia Tunggu Sedari Tadi.
Disertai Dengan Kaki Kiri Sedikit Di Mundurkan, Dan Kakikan Ditekuk Sedikit
Terlihat Sangat Sopan Dan Hormat
"Selamat Malam, Nyonya Muda. Senang Rasanya Karena Akhirnya Saya Bisa Bertemu Dengan Nyonya Muda" Pria Itu Membungkuk Dengan Hormatnya.
Punggungnya Yang Tegap Dan Auranya Dipenuhi Oleh Rasa Hormat Yang Sangat Besar.
Jika Orang Lain Mengalami Hal Ini, Mereka Mungkin Akan Kaget, Dan Merasa Aneh Melihat Seseorang Yang Tiba-tiba Datang Dan Memberi Hormat Kepadanya. Namun Bagi Rebecca Yang Sudah Mengikuti Berbagai Kisah Dan Mitos Dari Dalam Sejarah, Tau Kalau Pria itu Memang Sudah Menunggu Kedatangannya, Dan Yang Dia Lakukan Adalah Cara Seorang Pelayan Memberi Hormat Kepada Tuannya.
'Biasanya, Informasi Yang Pertama Kali Masuk Dalam Pikiran Manusia Adalah Penampilan. Misalanya Ganteng, Manis, Cantik, Ataupun Sebaliknya. Sederhananya, Seperti Kesan Pertama. Setelah Itu, Mereka Mulai Menilai Dari Sisi Dalam Lewat Cara Bicara Dan Gelagatnya (Misalnya, Orang Yang Sedang Berbincang Dengan Kita). Mungkinkah Mereka Ramah, Agresif, Sungkan, Sombong... Namun Tetap Saja, Penilaian Itu Masih Dangkal Diluar Kulit Saja.
Aku Sudah Terbiasa Menilai Depan Dan Belakang Seseorang. Dan Untuk Pertama Kalinya Aku Menemukan Orang Seperti Dia, Yang Sangat Bermartabat Meskipun Dia Sudah Sangat Tua Seperti Ini. Hehh! Benar-benar Sangat Mengagumkan' Batin Rebecca.
Rebecca Dengan Sopan Berkata
"Selamat Malam Juga, Tuan. Senang Bisa Berjumpa" Rebecca Membalasnya Dengan Ramah
Dia Tersenyum Ceria Lalu Kemudian Menjadi Kaku Setelah Mengoreksi Semua Perkataan Pria Itu Tadi
'Nyonya Muda? Dia Salah Orang Yah?' Batin Rebecca Kaku.
Sekarang Dia Merubah Tatapan Kagumnya Menjadi Tatapan Penuh Tanya.
Pria itu Juga Menyadarinya Dan Segera Menjawab
"Perkenalkan Nyonya Muda. Saya Na Lan, Pelayan Tua Yang Diutus Oleh Tuan Muda Louis Untuk Menjaga Anda"
Na Lan Segera Menjelaskan Dengan Cepat
'Tuan Muda Louis? Maksudnya Hubby Yah?'
"Anda Tidak Salah Orangkan?" Rebecca Tersenyum Dan Bertanya Dengan Polosnya.
Yang Membuat Na Lan Merasa Gemes
"Tidak Nyonya, Saya Tidak Salah Orang. Anda Adalah Nyonya Muda Saya, Dan Anda Adalah Nyonya Muda Keluarga Besar Cullen, Sekaligus Istri Dari Tuan Muda Louis. Beliau Adalah Orang Yang Sekarang Memimpin Keluarga Cullen"
Na Lan Menjelaskan Dengan Senyum Misterius Diwajahnya
...****************...
......................
......................
......................