
Sangking Fokusnya, Silvia Sampai Tak Menyadari Kalau Reynard Sedang Mengawasinya Sedari Tadi.
Wajah Pria Itu Terlihat Sangat Datar Dan Dalam. Sangat Berbeda Dengan Sebelumnya, Dimana Dia Selalu Berwajah Sombong Nan Arogan.
"Selesai"
Rebecca Meregangkan Otot Nya Yang Terasa Kaku Karena Terlalu Lama Duduk. Sementara Reynard Bangkit Dan Mulai Mengecek Semua Hasil Editan Rebecca. Menatap Dan Menelitinya Dengan Sangat Hati-hati, Takut Ada Yang Kentara.
Setelah Puas Dia Menatap Kearah Rebecca Dengan Senyum Puas.
"Kerja Bagus"
Rebecca Memberikan Dua Jempolnya Kehadapan Reynard
Kemudian Mulai Berceloteh Ria, Membanggakan Diri Nya Sendiri.
"Sudah, Sudah, Aku Akan Turun Mengurus Sisanya"
Silvia Menggambil Laptop Itu Dan Mulai Berjalan Pergi.
"Tunggu Dulu, Aku Ingin Ikut"
Langkah Silvia Terhenti. Dia Berbalik Dan Menatap Kearah Reynard Yang Ingin Ikut Turun
"Why?!"
"Aku Ingin Mengambil Sesuatu Dikamarku" Reynard Mengangkat Bahunya, Acuh Tak Acuh
Silvia Juga Tak Banyak Komen Dan Langsung Beranjak Pergi Dari Sana, Diikuti Dengan Reynard Yang Berjalan Santai Dibelakangnya.
Mereka Pergi Meninggalkan Rebecca Dan Yang Lain Dalam Keheningan Suasana.
****************
"Apa Kau Tahu? Kalau Kau Sedang Diintai Oleh Seseorang Yang Sangat Berkuasa?"
Silvia Terhenti Sejenak, Lalu Kemudian Kembali Melanjutkan Perjalanannya.
"Lalu Kenapa?"
"Tidak, Aku Hanya Merasa Kasihan Padamu"
Silvia Tersenyum Sinis Mendengar Ucapan Reynard Yang Memang Terdengar Manis, Namun Sangat Memuakkan.
"Kau Tak Perlu Mengasihani Ku. Kasihanilah Saja Dirimu Sendiri"
Reynard Terkekeh Kecil
"Aku Tak Pernah Mengasihani Diriku Sendiri. Tak Pernah Sekalipun"
Giliran Silvia Yang Terkekeh Geli.
"Bercanda. Tapi Aku Sangat Penasaran, Kenapa Kau Memaksaku Untuk Menjadi Selingkuhan mu? Pada Hal Jika Dipikir-pikir, Wanita Cantik Yang Ada Di Perusahaanmu Sangat Banyak, Bahkan Rebecca Yang Sangat Cantik pun Ada Disana. Kenapa Kau Malah Memilihku? "
Reynard Tersenyum Tipis Dan Mulai Berbicara.
"Aku Hanya Ingin Melindungi Perusahaan Ku Saja"
Alis Silvia Berkerut Bingung
"Melindungi? Melindungi Dari Apa?"
Sudut Bibir Reynard Terangkat, Memamerkan Sebuah Seringai Licik Khas Dirinya.
"Menurutmu?"
Silvia Terdiam. Keterdiamannya Itu Malah Membuat Reynard Tertawa Terbahak-bahak.
Dengan Senyum Anehnya Reynard Mendekat Kearah Silvia Dan Berbisik Disamping Telinganya
"Melindunginya Dari Ancaman Nona Muda Ariana Morid Yang Sangat Mengerikan"
Mata Silvia Terbelak Kaget. Langkahnya Terhenti. Tubuhnya Menegang Kaku, Dan Kepalanya Tertunduk, Lalu Terdiam.
Berbeda Dengan Silvia, Reynard Hanya Tersenyum Sinis, Dan Tetap Melanjutkan Langkahnya.
"...Sejak Kapan?"
Setelah Beberapa Detik Terdiam Kaku, Akhirnya Silvia Berbicara. Yang Membuat Reynard Berhenti Melangkah Dan Berbalik Menatapnya
"Huh?..."
Wajah Silvia Terangkat Keatas. Menatap Tajam Kearah Reynard Yang Sedang Kebingungan
"Sejak Kapan Kau Menyadarinya? Aku Rasa, Aku Tidak Pernah Menunjukkan Gerakan Yang Aneh, Atau Mencolok. Kita Bahkan Tidak Pernah Bertemu. Tapi Kenapa? Kenapa Kau Bisa Tau Siapa Aku? Kenapa Kau Bisa Tau Identitas Ku? Identitas Yang Telah Ku Hapus Dari Hidupku"
"Kapan? Dan Bagaimana Cara Mu Mengetahuinya?"
Silvia Berkata Dengan Panik.
Dia Tidak Tau, Dan Tak Pernah Sadar Kalau Reynard Yang Memaksanya Untuk Menjadi Selingkuhannya Sebenarnya Sudah Tau Siapa Dia Dan Sedang Mengintainya. Sedangkan Dia Malah Dengan Bodohnya Mengikuti Keinginannya.
Reynard Sendiri Juga Tampak Tak Perduli. Ekspresinya Datar, Sorot Matanya Sangat Dingin, Dan Tampak Sangat Kejam.
"Sebenarnya Kita Pernah Bertemu, Namun Kau Tidak Memperhatikannya"
Reynard Menjawab Pertanyaan Dari Silvia Dengan Nada Dingin. Tak Ada Kelembutan, Ataupun Kehangatan Didalam Nadanya.
Namun Jawaban Itu Cukup Membuat Silvia Terkejut
"...Kapan? Dan Dimana?"
"Saat Kau Pertama Kalinya Disewa Oleh Seorang Mafia"
Silvia Terdiam, Dan Mencoba Mengingat-ingat
"Di Nevada, 2 Tahun Yang Lalu"
Seketika itu Juga Netra Silvia Melebar. Tangannya Terangkat, Dan Menunjuk Kearah Reynard
"Kau Adalah... Pria Itu?"
"...Iya, Itu Aku"
"Ha.. Hah... Hahaha... Hahahaha"
Silvia Tertawa Terbahak-bahak. Namun Dia Juga Menangis
"Tak Kusangka, Orang Yang Sudah Membuatku Menjadi Seperti Ini Ada Dihadapanku" Ucap Silvia Disela-sela Tawanya.
Dan Lorong Panjang Yang Sangat Sepi Itulah, Suara Tawanya Yang Mengerikan Bergema Keseluruh Penjuru.
...****************...
......................
......................
......................