THE ADVENTURES OF THE LUCKY GIRL

THE ADVENTURES OF THE LUCKY GIRL
EPISODE 8 FLASHBACK 18 TAHUN YANG LALU



Ini Adalah Flashback Saat Rebecca Didiagnosis Memilik Gangguan DID (dissociative Identity Disorder) Dengan Kondisi Aneh Ditubuhnya


****************


18 Tahun Yang Lalu...


Sebuah Perampok Terjadi Dipanti Asuhan Alenkingn Akibat Kelalaian Seorang Scurity, Perampok Terjadi 2 Minggu Setelah Kejadian Rebecca Menyerang Seorang Anak Panti Sampai Hampir Mati.


Sekarang Para Polisi Mengepung Rumah Panti, Mereka Ingin Memaksa Masuk, Tapi Takut Karena Semua Anak Panti Termasuk Ibu Sarah Ditawan Oleh Para Perampok. Para Polisi Itu Takut, Jika Mereka Memaksa Masuk, Perampok Itu Akan Menghabisi Nyawa Para Anak Panti Dan Ibu Sarah


Mereka Terpaksa Hanya Bisa Menunggu Para Sniper(1) Yang Disewa Oleh Kepolisian


(1)Sniper, atau penembak runduk, adalah seorang prajurit infanteri yang secara khusus terlatih sebagai mempunyai kemampuan membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan.


Meskipun Demikian, Para Sniper Itu Juga Harus Berhati-hati Dalam Menjalankan Tugasnya


Bagaimana Tidak, Panti Asuhan Alenking (Royal Cullen Kingdom) Adalah Panti Asuhan Dengan Keamanan Tingkat Tinggi, Semua Orang Tau Bagaimana Hebatnya Keamanan Yang Dibangun Oleh Cullen Kingdom, Sekarang Keamanan Itu Jebol. Artinya, Sekolompok Orang Yang Sedang Merampok Itu Bukanlah Orang Biasa, Karena Tidak Mungkin Perampok Biasa Dapat Menembus Keamanan Yang Dibangun Oleh Cullen Kingdom.


Sedangkan Didalam Panti, semua Anak Panti Kecuali Rebecca Menangis Kencang, Yang Membuat Para Perampok Itu Jengkel


"DIAMLAH" Teriak Salah Satu Diantaranya


Bukannya Diam, Tangisan Mereka (-Rebecca) Malah Tambah Kencang


"DIAM ATAU KU TEMBAK" Ucap Seorang Pria yang memegang Pistol


Anak Panti Terdiam, Sedangkan Rebecca Memandangi Pistol Yang Dipegang Oleh Pria Itu Dengan Kagum, Binar-binar Kekaguman Tercetak Jelas Diwajahnya, Sampai-sampai Membuat Pria Yang Memegang Pistol Itu Menatapnya Tak Percaya


Dia Itu Masih Anak Kecilkan?


Anak Kecil Mana Coba Yang Menatap Kagum Pada Benda Berbahaya Itu


Akhirnya Pria Itu Mendekat Kearah Sang Ketua Dan Berbicara Kepadanya


"Ketua, Aku Rasa Gadis Itu Tidak Biasa" Ucapnya Sambil Menunjuk Kearah Rebecca Yamg Masih Menatap Kagum Pistol Miliknya


Ketua Itu Pun Dapat Melihat Binar Kekaguman Di Mata Rebecca, Dia Tersenyum Smirk, Dia Mendekat Kearah Rebecca Yang Berada Disamping Ibu Sarah


"Aku Ingin Tau, Apakah Kau Gadis Biasa, Atau Gadis Yang Tidak Biasa" Ucapnya Dengan Nada Dingin


Dengan Kejam Dia Menarik Tangan Ibu Sarah Dengan Kasarnya, Lalu Menampar Ibu Sarah Yang Terus Saja Memberontak. Tamparan Itu Membuat Semua Anak Panti Terdiam Karena Takut, Bahkan Tidak Ada Yang Berani Menangis


"LEPASKAN IBU SARAH" Teriak Rebecca Marah


Dia Bahkan Berdiri Dengan Tegak, Matanya Yang Indah Bersinar Terang, Gadis Yang Baru Berusia 2 Tahun Itu Dengan Berani nya Menghadap Kearah Seorang Pria Dewasa Yang Memegang Sebuah Benda Tajam


Kelakuannya Itu Sangatlah Tidak Normal Untuk Anak Seusianya, Bahkan Sniper Yang Berada Diatas Sebuah Pohon Terlihat Sangat Terkejut, Beda Lagi Dengan Sang Ketua Perampok Yang Menyeringai Kesetanan, Dia Nampak Puas Saat Melihat Keberanian Rebecca


Kemudian Dia Mulai Menggores Kulit Putih Ibu Sarah Dengan Sebuah Belati Kecil, Yang Membuat Kulit Putih Milik Ibu Sarah Mengeluarkan Darah


Melihat Itu Membuat Amarah Rebecca Memuncak, Gadis Berlari Kearah Sang Ketua Dan Menendang Juniornya (Telur Pecah Guys🤣)


Yang Membuat Pria itu Melepaskan Tangan Ibu Sarah Yang Dia Genggam Dengan Kuat, Pria Itu Juga Terlihat Sangat Kesakitan, Bahkan Dia Berteriak Dengan Sangat Kencang


Yang Membuat Polisi Diluar Panik Seketika, Takut Terjadi Sesuatu Pada Para Anak Panti. Sedangkan Anak-anak Panti? Mereka Tertawa Terbahak-bahak Melihat Pria Itu Kesakitan


Beda Lagi Dengan Rebecca Yang Langsung Memeluk Erat Ibu Sarah, Dia Sangat Takut Melihat Darah Yang Keluar Dari Kulit Putih Milik Ibu Sarah, Gadis Itu Bahkan Meringkuk di Dalam Pelukan Wanita Berumur 35 Tahun Itu


Sedangkan Ibu Sarah Berusaha Menenangkan nya


"Tenanglah Sayang, Semua Akan Baik-baik Saja" Ucapnya dengan Lembut


Rebecca Hanya Mengangguk Patuh, Tidak Ada Sedikitpun Suara yang Gadis itu Keluar kan


"BR*NG*EK…...." Teriak Salah Satu Anak Buah Pria Itu


Dia Terlihat Kesal Saat Melihat Tuannya Kesakitan. Dengan Cepat Dia Mendekati Rebecca Dan Ibu Sarah, Mencoba Untuk Memisahkan Mereka Berdua


"Lepaskan Dia, Lepaskan" Ucap Ibu Sarah Panik Saat Melihat Rebecca Yang Lepas Dari Pelukan nya Dan Ditarik Dengan Kasar Oleh Anak Buah Pria Yang Sudah Dibuat Menderita Oleh Rebecca


Rebecca Yang Kesal dengan Tingkah Pria itu Menendang Lututnya Dengan Kencang, Yang membuat Pria itu Terjatuh. Rebecca Tidak Menyia-nyiakan Kesempatannya, Dengan Cepat Gadis Itu Mengambil Pistol Yang Pria itu Pegang dan Memukul-mukul Kepala Pria Itu Dengan Pistol Tanpa Ampun


Yang Membuat Semua Anak Panti Berteriak Ketakutan, Bahkan Ada Yang Langsung Pingsan Ditempatnya


"Hentikan Anak Itu" Ucap Sang Ketua Sambil Memegang Juniornya yang Masih Sangat sakit


Beberapa Orang Diantara Mereka mencoba Menghentikan Rebecca. Rebecca Yang Sedar Dengan Cepat Mengikuti Gerakan Salah Satu Perampok Yang Sempat Dia Lihat Saat perampok Itu Menarik Pelatuknya Untuk Membuat Mereka Ketakutan


Gerakan Rebecca Terlihat Sangat Lihai Saat dia Menembakkan Peluru Kearah Para Perampok yang mendekati Dirinya. Target Gadis Itu adalah Kepala Mereka, Memanfaatkan Tubuhnya Yang kecil, dia Berhasil Membunuh Mereka. Disetiap Tembakan Yang Gadis Itu Lepaskan, Anak-anak Panti Berteriak Ketakutan, Yang Membuat Semua Polisi yang Mengepung Rumah Menerobos Masuk, Sedangkan Sang Sniper Langsung Melepaskan Pelurunya, Menembak Kearah Sang Ketua, Dan Setelah Pria Itu Mati, Dia Menembak Anak Buah Pria itu


Panti Asuhan Yang Selalu Bersih Itu Sekarang Dipenuhi Dengan Genangan Darah, Teriakan Anak Panti, Suara Peluru Yang Ditembak, Tangisan Ibu Sarah, Dan Kebrutalan Rebecca, Membuat Malam Itu Terasa Sangat Mengerikan. Gadis Yang Seharusnya Sedang Tersenyum Polos Itu, Sekarang sedang Membunuh Orang Tanpa Rasa Bersalah Sedikitpun, Bahkan Gadis Itu Terlihat Sangat Menikmati Kegiatannya


Dan Setelah Semuanya Selesai, Beberapa Polisi Langsung Mendatangi Rebecca Dan Membawanya, Bersama Dengan Ibu Sarah Yang Menemaninya


Rebecca Harus Diperiksa...


****************


"Apa Anda Bilang, Gangguan DID?" Ucap Sang Kepala Kepolisian Kaget


"Benar, Tapi Kondisinya Sedikit Aneh" Ucap Sang Dokter


"Aneh Maksudnya?" Tanya Ibu Sarah


"Begini... Dissociative Identity disorders Atau DID, Adalah kondisi yang melibatkan masalah dengan memori, identitas, emosi, persepsi, perilaku, dan rasa terhadap diri. Gejala disosiatif berpotensi mengganggu setiap area fungsi mental


Tapi, Kondisi Yang Dimiliki Oleh Putri Anda Sangat Berbeda" Ucap Sang Dokter Pada Ibu Sarah


"Maksudnya Bagaimana?" Ucap Ibu Sarah Bingung


"Gangguan DID Adalah Sebutan Untuk Mereka Yang Memiliki Kepribadian Ganda, Kondisi Ini Ada Kerena Trauma Akan Suatu Kejadian, Dan Masih Banyak Lagi. Tapi Rebecca Malah Mendapatkan Gangguan Itu Sedari Lahir"


"Dari Lahir?"


"Benar, Dari Hasil Pemeriksaan, Dia Sudah Mendapatkan Gangguan Ini Sedari Dia Dilahirkan Kedunia"


"Lalu Bagaimana?"


"Biar Saya Jelaskan Dulu...


Semisalnya, Ada Sebuah Kapal Yang Berlayar, Dan Anda Adalah Kaptennya, Anda Akan Melakukan Apapun Yang Anda Inginkan Karena Anda Adalah Pemimpin nya.


Tapi Bagi Para Penderita Gangguan ini, Mereka Memiliki Beberapa Kapten, Yang Masing-masing Menunggu Gilirannya Untuk Berlayar. Kepribadian Ini Disebut Altar Ego, Sedangkan Sang Kapten Atau Anda Adalah Host, Jadi Bisa Dibilang Kondisi Ini Seperti Dua Jiwa Dalam Satu Tubuh, Mereka Juga Memiliki Keinginan, Dan Sifat Yang Berbeda Dari Host-nya.


Sedangkan Rebecca, Dia Sangat Berbeda. Dia Tidak Memilih Altar Ego, Dia Tunggal, Dan Dia Sendiri. Tapi Dia Seperti Memiliki Ribuan Kostum"


"Kostum?"


"Iya, Setiap Kali Gadis Itu Mengganti Kostumnya, Maka Kepribadiannya Juga berubah. Semisalnya Dia Ingin Menjadi Seorang Guru, Maka Dia Akan Menganti Kostumnya Yang Otomatis Dia Juga Berubah, Iyakah Dia Akan Menjadi Guru Yang Tegas, Kejam, Baik, Atau apapun Yang Dia Inginkan" Jelas Dokter Itu dengan Raut Wajah Tak Mengerti


Dia Bahkan Tidak Mengerti Dengan Kondisi Rebecca


"Seperti Dia Bisa Menjadi Kapten, Tapi Dia Juga Bisa Menjadi Penumpang?" Ucap Kepala Kepolisian


"Iya Benar, seperti Itu" Balas Dokter itu


Kepala Kepolisian Itu Terlihat Sangat Frustasi


"Kondisi Baru, Dan Itu Terlihat Sangat Mengerikan" Gumamnya


"Kondisi Ini Akan Membuat Kaptennya Sangat Jenius, Pemberani, Dan Tak Kenal Ampun" Ucap Sang Dokter


"Dan Yang Lebih Parahnya Lagi"


Ibu Sarah Dan Kepala Kepolisian Menatap Kearah Sang Dokter


"Apa?" Ucap Keduanya Bertanya


"Dia Tidak Bisa Mengontrol Emosinya, Dan Jika Dia Benar-benar Sangat Marah, Maka Dia Pasti Akan Membuat Orang Yang Telah Membuatnya Marah Menderita, Dan Dia Tidak Akan Berhenti Jika Orang Itu Belum Mati" Ucap Dokter Itu dengan Raut Wajah Ketakutan


Dan Tiba-tiba Saja Pintu Ruang Itu Terbuka, Yang Menampilkan Rebecca Yang Mencari Sang Ibu. Setelah Melihat Ibu Sarah, Gadis Itu Berlari Kecil Kearah Wanita Itu Dan Memeluknya


"Ibu Sarah, Caca Lapar" Ucapnya Dengan Nada Ceria


Wajah Gadis Itu Berseri-seri Saat Dia Menatap Kearah Sang Ibu, Dia Seolah-olah Telah Melupakan Kejadian Beberapa Waktu Yang lalu


Tingkahnya Itu Membuat Ketiga Orang Itu Berkeringat Dingin


'Dia Benar-benar Sangat Mengerikan' Batin Sang Dokter dan Kepala Kepolisian


Dan Sejak Itulah, Kehidupan Rebecca Berubah, Dia Selalu Dijauhi Oleh Semua Orang, Diawasi Oleh Kepolisian, Dan Dianggap Monster Oleh Masyarakat Setempat. Hanya Ibu Sarah yang mau Menerimanya, Meskipun Begitu, Rebecca Juga Tetap Bahagia, Menjalani Hari-harinya Dengan Ceria


Sampai Akhirnya Dia Pergi Dari Panti Setelah Umurnya 18 Tahun


FLASHBACK END


...****************...


......................


......................


......................