
Rebecca, Sigadis Manis Berumur 20 Tahun Yang Sedang Berlibur Dinegara Ceko, Menghambur-hamburkan Uang, Dan Berpergian Kesana Kemari Seperti Seekor Burung Imut Yang Terbang Kesana-kemari Dengan Bebasnya
Dan Sejak Gadis Itu Datang Ke Sebuah Mall Besar Diceko, Dia Menjadi Pusat Perhatian Semua Orang Karena Belanjaannya Yang Sangat Banyak. Dia Bahkan Menyewa Banyak Pelayan Mall Dengan Harga Tinggi Hanya Untuk Membantunya Membawa Belanjaan nya, Bahkan Dia Sudah Menyewa Sekitar 15 Orang Dengan Satu Orang Yang Masih Memilik Tangan Kosong
"Sekarang Kita Belanja Apa Lagi Yah?" Tanya Rebecca Senang
Semua Orang: "Menakjubkan.." (Kagum)
Para Pelayan: "Dia Memang Orang Kaya" (Tak Berdaya)
Lalu Mata Rebecca Menangkap Sebuah Tempat..
"Itu Toko Aksesoris Kan?" Tanyanya Dengan Wajah Berseri-seri
"Benar Nona" Jawab Salah Satu Karyawan Yang Ternyata Adalah Sang Meneger
"Ayo Kita Kesana"
Rebecca Berlari Kecil Kesalah Satu Tempat Yang Ingin Dia Kunjungi Sedari Awal
"Selamat Datang" Sambut Salah Satu Karyawan Disana
"Bawakan Aku Semua Aksesoris Terbaik Kalian" Ucap Rebecca Senang
Wanita Yang Menyambut nya Terdiam Kaku Saat Ingin Membalas Ucapan Rebecca. Alasannya Kenapa? Tentu Saja Karena Melihat Para Pelayan Yang Dibayar Oleh Rebecca. Tapi Bukan Orangnya Yang Membuatnya Kaget, Tapi Belanjaan Yang Mereka Bawa, Benar-benar Sangat Banyak
"Ba-Ba-Ba-Baik"
Pelayan Itu Lalu Pergi Dengan Tergesa-gesa, Yang Membuat Rebecca Sedikit Bingung
Akhirnya Gadis Itu Duduk Di Sofa Panjang Yang Berada Ditoko Itu, Menunggu Sang Pelayan Yang Pergi Untuk Mengambil Pesanannya
Dan Tak Lama Kemudian, Pelayan Itu Kembali Bersama Seseorang Yang Diduga Adalah Meneger Toko Itu. Mereka Berdua Datang Dengan Beberapa Pelayan Lain Yang Membawa Berbagai Macam Aksesoris Terbaik Mereka
Mereka Berjalan Kearah Rebecca Dan Menyapanya Dengan Sopan
"Nona Muda, Kami Membawa apa Yang Anda Inginkan"
Lalu Dengan Isyarat Mata, Sang Meneger Memerintahkan Kepada Para Pelayan Itu Untuk Meletakkan Semua Aksesoris Itu Di Atas Meja Rebecca
Mereka Yang Mengerti, Langsung Saja Mengerjakan Tugasnya. Meletakkan, Dan Menyusun Berbagai Macam Aksesoris Itu Sesuai Dengan Apa Yang Diperintahkan
Setelah Semuanya Tersusun Rapi, Mereka Berjalan Kearah Belakang Sang Meneger, Menunggu Tugas Selanjutnya
Rebecca Pun Mulai Melihat-lihat Semua Aksesoris Itu. Dimulai Dari Kalung, Hingga Cincin. Gadis Itu Bahkan Terlihat Sangat Asik Saat Memperhatikan Semuanya.
Dia Terlihat Sangat Puas Melihat Semua Aksesoris Itu
"Aku Ingin Semua Itu"
"Aku Mau Beli Semuanya"
Semua orang Tercengang, Melihat Gadis Cantik Itu dengan Santainya Membeli Semua Aksesoris Yang Berlapis Emas Dan Berlian Itu
"Apa Tidak Bisa?"
Rebecca Bertanya Dengan Heran, Juga Sedikit Kecewa. Ekspresi Wajahnya Yang Ceria Berubah Murung, Menggambarkan Kesedihannya Karena Tidak Bisa Membeli Perhiasan Kesukaannya.
"Bisa! Tentu Saja Bisa"
Meneger Menjawab Dengan Tergesa-gesa Saat Melihat Ekspresi Wajah Rebecca Yang Berubah Murung. Dia Takut Jika Gadis Kaya Dihadapannya Ini Berubah Pikiran dan Tak Jadi Membeli
Rebecca Yang Mendengarnya Seketika Merasa sangat Senang, Wajah Yang Awalnya Sangat Murung Itu Seketika Berubah Menjadi Cerah Secerah Matahari. Matanya Yang Berbinar Senang Terlihat Sangat Imut dan Menggemaskan
"Benarkah?"
"Tentu Saja Nona Muda"
Dengan Wajah Sumringahnya, Rebecca Mengambil Semua Kartu Bank Yang Dia Milik. Sebenarnya Kartu Itu Adalah Milik Louis Yang Dia Tinggalkan Untuk Gadis Kecilnya
Sebuah Kartu Yang Sangat Istimewa. Kartu Dengan Emas Dan Berlian itu Terlihat Sangat Mencolok. Ditambah Lagi Dengan Logo Perusahaan Besar Yang Membuat Semua Orang Yang Berada Disana (Kecuali Rebecca) Berkeringat Dingin. Logo Dengan Lambang Naga Yang Mengaum, Dengan Sombong Dan Angkuh. Begitu Kuat Dan Mendominasi, Seolah Dia Sedang Merendahkan Para Mahkluk Dibawahnya. Ditambah Dengan Sebuah Huruf Singkat, Yaitu C.K (Cullen Kingdom)
Gluk...
Seketika Itu Juga Mereka Menelan Ludahnya Dengan Kasar
"Suami Tampan Ku Bilang, "Pakailah Kartu Itu Sesuka Hati Mu". Tapi Aku Baru Bisa Menggunakannya Sekarang, Takut Hubby Marah"
Rebecca Tersenyum Manis Mengigat Kata-kata Penuh Ancaman Louis
"Pakailah Kartu Itu Sesuka Hati Mu. Awas Kalau Tidak Dipakai. Begitu Aku Pulang, Aku Akan Menghukum mu"
Pesan Singkat Penuh Ancaman Itu Terdengar Sangat Manis Dimata Rebecca. Gadis Cantik Itu Memang Pantas Disebut Sebagai Orang Tidak Normal. Tidak Ada Yang Merasa Senang Saat Diancam, Dan Hanya Dia Yang Merasakan Kesenangan Itu
"Hubby Ku Sangat Tampan" Gumam Rebecca Senang
Wajahnya Bersinar Terang Saat Dia Mengigat Pria Tampan Yang Telah Merebut Hatinya Itu
...****************...
......................
......................
......................