
Berbeda dengan Rebecca, Gadis Cantik Itu Malah Tersenyum Dan Terkekeh Geli
"Aku Mengerti, Aku Sangat Mengerti, Dan Aku Sangat Mengerti Sekarang"
Tak Lama Kemudian Gadis Itu Tertawa Terbahak-bahak, Yang Menyebabkan Reynard Menatap Kearah Rebecca Dengan Wajah Bingungnya.
'Dia Tidak Mungkin Lebih Dulu Menjadi Gilakan?' Batin Reynard.
"Aku Mengerti Reynard. Ternyata Selain Ingin Lepas Dari Keluarga mu, Kau Juga Ingin Dihormati Yah" Ucap Rebecca Disela-sela Tawanya
Gadis Itu Sampai Memegang Perutnya Sakit, Dan Bahkan Air Matanya Sampai Menetes Sangking Kencangnya Dia Tertawa
Tingkahnya Malah Membuat Semua Orang Bingung, Sedangkan Reynard Malah Kesal
"BERHENTI MENERTAWAKAN KU"
Pria Itu Berteriak Dengan Kesal.
Yang Akhirnya Membuat Rebecca berhenti Tertawa
"Dengar, Kalau Kau Ingin Berhasil Dan Dihormati, Maka Kau Harus Belajar Menghargai Orang Lain Terlebih Dahulu. Kau Juga Harus Menghilangkan Dan Mengubah Sifat Sombong Mu Itu, Karena Meskipun Kau Punya Banyak Uang, Kau Harus Tetap Menjaga Dan Menghargai Perasaan Orang Lain"
"Tidak Semua Hal Bisa Diselesaikan Dengan Uang, Dan Tidak Semua Usaha Akan Berhasil Tanpa Kerja Keras. Apa Kau Pikir Dengan Menyuap Mereka, Maka Kau Akan Langsung Berhasil? Bagaimana Kalau Gagal? Kau Tetap Rugikan"
"Dengar, Sebenarnya Semua Manusia Itu Sama, Bedanya Adalah Ada Yang Perempuan, Ada Yang Laki-laki, Ada Yang Kaya Ada Yang Miskin, Ada Yang Sempurna Ada Yang Tidak Sempurna, Meskipun Begitu Kita Tetap Sama-sama Manusia Kan? Orang Kaya Tidak Selamanya Senang Dan Bahagia, Sedangkan Orang Miskin Tidak Selamanya Susah Dan Menderita. Tidak Semua Orang Itu Bisa Bahagia, Buktinya, Meskipun Mereka Orang Susah, Mereka Tetap Bahagiakan"
"Manusia Itu Kadang Diatas, Kadang Juga Dibawah. Semua Itu Tergantung Pada Mereka Sendiri. Diatas Atau Dibawah Hanya Menjadi Simbolnya Saja"
"Kau Tidak Perlu Frustasi, Dan Menjadi Orang Gila Seperti Ini, Itu Hanya Akan Menjadi Beban Untuk Orang Lain"
Rebecca Menasehati Reynard Dengan Tenang
"Begini Saja, Dari Pada Kau Frustasi Dan Menjadi Stress Tidak Karuan. Lebih Baik Kau Membuka Projects Bisnis Baru, Kau Bilang Projects Bisnis Baru Milikmu Yang Saat Ini Gagalkan. Jadi Kau Tinggal Membuka Projects Yang Lain Saja. Dan Kau Pasti Akan Berhasil Kalau Kau Mau Berusaha, Karena Usaha Tidak Pernah Mengkhianati Hasil (Kok Kayak Terbalik Yah)"
Dengan Santainya Rebecca Menyarankan Kalau Reynard Frustasi Karena Projects Bisnis Barunya Gagal, Maka Reynard Tinggal Mencoba Projects Bisnis Baru Yang Lain.
Nasehat Serta Saran Rebecca Membuat Reynard Sadar
Caranya Memandang Hidup Telah Salah. Dia Sadar, Dia Selalu Mengukur Segala Sesuatu Dari Sudut Pandang Uang. Dia Tidak Pernah Memikirkan Perasaan Orang Lain, Bahkan Perasaan Ibunya Sendiri
Dia Jadi Ingat Saat Sang Ibu Menasehatinya, Dan Dia Malah Marah Dan Membentak Ibunya.
Dia Sangat Menyesal, Dan Berjanji, Saat Dia Pulang Nanti, Dia Akan Datang Dan Berlutut Memohon Maaf Kepada Kedua Orang Tuanya
Reynard Tersenyum, Dia Menatap Kearah Rebecca Yang Masih Saja Memandang Bintang-bintang Dilangit
"Terima Kasih Rebecca, Mungkin Jika Aku Tidak Pernah Bertemu Dengan Dirimu, Maka Aku Tidak Akan Pernah Sadar Akan Segera Kesalahan Ku. Sekali Lagi Terimakasih"
Reynard Berkata Dengan Tulus
Yang Membuat Rebecca Mengalihkan Perhatiannya Dari Bintang-bintang Itu, Dan Menatap Kearahnya
"Tidak Perlu Berterimakasih, Pada Dasarnya Semua Manusia Pasti Akan Melakukan Satu Kesalahan, Kau Tidak Perlu Merasa Sangat Menyesal Seperti Itu, Aku Juga Pernah Membuat Kesalahan. Aku Salah Karena Membuat Teman Pantiku Dulu Kehilangan Semua Rambutnya, Mencopot Semua Giginya, Memukulnya Dengan Kayu, Bahkan Sampai Memotong Jari Kelingking Anak Itu, Karena Sudah Membuatku Marah Dan Dia Juga Hampir Mati Karena Kehabisan Darah"
Dengan Santainya Rebecca Menceritakan Kisah Di Mana Dia Hampir Saja Membuat Salah Satu Anak Panti Asuhan Tempat Dia Tinggal Dulu Mati
Bahkan Gadis Itu Tersenyum Ceria. Yang Membuat Reynard Menatapnya Dengan Takut
"Pada Usia Berapa Kau Melakukan Itu?"
Rebecca Tampak Berpikir Sebentar
"Eumm.... Sepertinya Saat Aku Berusia 2 Tahun"
"Hah?!! 2 TAHUN KAU BILANG"
Reynard Berteriak Kaget
"Hump.. Iya, Bahkan Dokter Itu Bilang Kalau Aku Memiliki Gangguan DID Tingkat Lanjutan"
Sekarang Ekspresi Reynard Menjadi Kaku, Dia Menatap Kearah Rebecca Dengan Wajah Ketakutan.
Siapa Juga Yang Tidak Ketakutan, Dalam Dunia Medis, Gangguan DID Adalah Sebutan Untuk Mereka Yang Berkepribadian Ganda, Dan Rata-rata Diantaranya Adalah Seorang Psikopat Kejam, Dan Sekarang... Reynard Menemukan Salah Satu Diantara Mereka
'Aku Tidak Tahu, Kalau Selama Ini Aku Sudah Mempertahankan Kehidupan Kecilku' Batinnya Bergidik Ngeri.
Bulu Kuduk Pria Itu Berdiri, Membayangkan Kalau Dirinya Lah Yang Sudah Rebecca Siksa
Tiba-tiba Saja Pelayan Yang Kemarin Itu Muncul, Dan Menghancurkan Suasana Mengerikan Ini
Dia Juga Ikut Memanjat Dan Duduk Disebelah Kanan Rebecca
"Nona Rebecca, Kabar Gembira, Kabar Gembira Datang..."
"Nambah Satu Orang Gila Lagi"
Kedua DPR Itu Masih Asik Menonton Dari Bawah
"Sepertinya Seru"
Salah satu Diantaranya Terlihat Sangat Tertarik, Dia Kemudian Memandang Sahabatnya Yang Berada disebelahnya.
"Kita Harus Ikut Naik Juga?"
Dia Bertanya Dengan Santai Pada Sahabatnya, Yang Dibalas Dengan Pukulan Telak Dikepalanya
"Kalau Kau Ingin Mati, Jangan Mengajak Ku"
Sahabatnya Lalu Dengan Santai Pergi Meninggalkannya
Oke Sudah Cukup... Kembali Kecerita...
"Ada Apa? Kenapa? Kenapa Kau Juga Ikut-ikutan Naik? Kau Juga Lagi Frustasi? Mau Ikut Mati?"
Rebecca Bertanya Dengan Wajah Tanpa Dosanya
Yang Membuat Pelayan Itu Kaku Ditempat
"Bukan Itu Nona"
Pelayan Itu Menghela Nafas Panjang Mendengar Pertanyaan Dari Gadis Disebelahnya
"Jadi?"
Wajah Pelayan Itu Kembali Menjadi Semangat
"Nona, Barusan Saya Mendapatkan Sebuah Surat Dari Klinik Yang Katanya Dulu Memeriksa Anda Sebelum Anda Kemari"
"Disana Tertulis Kalau Gambar Hasil Scan Kerusakan Otak Anda Ternyata Salah. Mesin Scan Nyalah Yang Rusak, Dan Dari Hasil Pemeriksaan Ulang, Dokter Menyatakan Kalau Anda Sehat Total, Dan Baik-baik"
Rebecca Tercengang
"Aku Sehat?"
Pelayan Itu Mengangguk
"Jadi Aku Gagal Mati?"
Seketika Itu Juga Senyum Pelayan Itu Luntur
"Nonaa.. Bukan Gagal Mati, Tapi Nggak Jadi Mati"
Keduanya Malah Mulai Berdebat, Mengabaikan Reynard Disebelah Yang Sedang Menyimak Ucapan Keduanya, Yang Berakhir Pada Satu Kesimpulan Kalau Rebecca
Gagal Mati, Dan Nggak Jadi Mati...
Sangking Senangnya, Rebecca Langsung Berdiri Dan Melompat-lompat
Lalu Dia Berbalik Dan Merentangkan Kedua Tangannya, Dan Berseru
"GUEEEE GAGAL MATIIII"
Setelah Itu Dengan Santainya Dia Melompat Dari Atas Sana
Yang Membuat Semua Orang Menjadi Panik
Namun Untungnya Dia Mendarat Dengan Aman Dibantal Darurat Yang Sudah Ada Dibawah.
Kejadian Itu Direkam Oleh Semua Orang Dan Diposting Diberbagai Sosial Media
Sedangkan Rebecca? Dia Ditahan Dan Diomeli Oleh Para Petugas Keamanan Akibat Tindakannya Yang Nekat Melompat Dari Atas Balkon Lantai 5 Hotel, Seakan-akan Dia Sedang Melompat Dari Atas Dan Turun Keair
(Maksudnya Dia Seperti Sedang Melompat Dilaut)
Rebecca Hanya Bisa Mengerucutkan Bibirnya Cemberut, Mendengar Semua Omelan Mereka. Bahkan Silvia Juga Ikut-ikutan Mengomeli nya.
Namun, Namanya Rebecca, Semua Nasehat Mereka Malah Masuk Ketelinga Kanan, Dan Keluar Dari Telinga Kiri Alias Bodo Amat...
...****************...
......................
......................
......................